Surah Al-An'am : Ayat 140
قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓا۟ أَوْلَٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا۟ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفْتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا۟ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ
"Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk."
Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh rugi dan celaka mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, serta menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk. Halal dan haram hanyalah hak Allah semata, tidak seorang pun berhak menentukan kehalalan dan keharaman sesuatu kecuali dengan petunjuk Allah pada ayat-ayat yang lalu diterangkan bagaimana kaum musyrik mekah telah membuat ketetapan dan peraturan yang hanya berdasarkan pada keinginan hawa nafsu sendiri, bahkan mereka mengklaim bahwa peraturan itu berasal dari Allah. Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan lagi nikmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada hambanya. Dan dialah, Allah, yang menjadikan dua jenis tanaman, yaitu tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat. Allah pun menciptakan untuk manusia berbagai macam pepohonan seperti pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Wahai manusia! makanlah buahnya apabila ia berbuah dan jangan lupa berikanlah haknya, berupa zakat, pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebihlebihan, dalam arti tidak terlalu pelit dan tidak terlalu boros, tetapi berada di antara keduanya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan, yaitu dengan mengeluarkan harta bukan pada tempatnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman,”Sungguh merugi orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan ini di dunia dan akhirat. Adapun di dunia, mereka kehilangan anak-anak mereka karena mereka telah membunuhnya, dan mereka mempersempit diri sendiri dalam harta mereka sehingga mereka telah mengharamkan banyak hal yang mereka buat-buat yang akibatnya untuk diri sendiri. Adapun di akhirat, mereka akan tinggal di tempat paling buruk karena kedustaan mereka terhadap Allah dan hal-hal yang mereka buat-buat sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung (69) (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat disebabkan kekafiran mereka (70) (Surah Yunus)
Tafsir As-Sa'di
140. Kemudian Allah menejalaskan kerugian dan kebodohan akal mereka. Dia berifrman, “ Sungguh rugilah orang yang membunuh ana-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui.” Maksudnya, mereka rugi agama, anak, dan akal. Ciri mereka berubah dari pemilik akal yang baik menjadi pemilik kedunguan dan kesesatan yang buruk. “Dan mereka mengharamkan sesuatu yang telah Allah rizkikan kepada mereka.” Maksudnya, mereka mengharamkan sesuatu yang Allah jadikan sebagai rahmat bagi mereka dan sesuatu yang Dia limpahkan sebagai rizki bagi mereka. Mereka menolak karunia tuhan mereka, tidak sebatas itu saja bahkan mereka menyatakannya haram. Padahal sebenarnya ia termasuk yang paling halal, semua itu adalah “semata-mata mengada-adakan kepada Allah.” Maksudnya, kedustaan yang dilancarkan oleh setiap kafir yang menentang. “Sungguh mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” Maksudnya, mereka tersesat dengan kesesatan yang jauh dan tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun dalam urusan-urusan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
140 Sesungguhnya orang yang telah membunuh anak-anak mereka benar-benar rugi, sebab mereka takut menjadi miskin. karena kebodohan mereka sendiri tanpa ada dasar yang jelas. Mereka telah mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka berupa hewan ternak dan segala yang baik dengan semata-mata mengada-adakan dusta terhadap Allah. Sesungguhnya Allah tidak pernah mengharamkan itu semua. Sesungguhnya mereka telah sesat dari jalan kebenaran dan kebaikan, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk dan syariat. Atau mereka tidak sedikitpun mendapat petunjuk.