Surah Al-Lail : Ayat 14
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ

"Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala."

Tafsir Ringkas Kemenag
Maka, aku memperingatkan kamu, wahai manusia, dengan neraka yang menyala-Nyala dan panas tiada tara; itulah neraka jahanam. Demikianlah cara Allah mendidik manusia, dengan memberi sanksi kepada pelanggar dan penghargaan kepada penaat. 15. Itulah neraka yang hanya dimasuki dan dirasakan panasnya oleh orang yang paling celaka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-21 Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk (12)) yaitu Kami menjelaskan yang halal dan yang haram. Selain Qatadah berkata bahwa barang siapa yang menempuh petunjuk, maka dia akan sampai kepada Allah. Dia menjadikannya sebagaimana firmanNya SWT: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) (Surah An-Nahl: 9) Hal ini diriwayatkan Ibnu Jarir. Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia (13)) yaitu semuanya adalah milik Kami, dan Akulah yang mengatur keduanya. Firman Allah SWT: (Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala (14)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bergejolak. Firman Allah SWT: (Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15)) yaitu tidak ada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi api neraka dari segala penjuru kecuali hanya orang yang paling celaka. Kemudian menjelaskannya, jadi Allah berfirman: (yang mendustakan) yaitu, dengan hatinya (dan berpaling) yaitu semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Semua umatku akan masuk surga pada hari kiamat, kecuali orang yang membangkang” Mereka bertanya,"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah SAW?" Maka beliau SAW menjawab: “Barang siapa yang taat kepadaku, maka masuk surga; dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka dia membangkang” Firman Allah SWT: (Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu (17)) yaitu akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan dengan firmanNya: ((yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya (18)) yaitu membelanjakan hartanya untuk ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan diri, harta dan segala sesuatu yang dikaruniakan Allah kepadanya berupa agama dan dunia (padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya (19)) yaitu, bukan untuk membalas hartanya yang pernah diberikan orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya (tetapi semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi (20)) yaitu hanya semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di akhirat di dalam taman-taman surga. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (21)) yaitu orang yang disifati dengan sifat-sifat ini akan diridhai.
Tafsir As-Sa'di
14-16. “Maka Kami memperingatkan kamu dengan api yang menyala-nyala,” yakni yang berkobar. “Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan” kebaikan, “dan berpaling” dari perintah.
Tafsir Al-Wajiz
14-15. Kemudian Aku telah memperingatkan dan menakut-nakuti kalian agar tidak menyimpang dari perintahku wahai manusia dengan neraka Jahanam yang menyala-nyala. Janganlah kamu masuk ke dalamnya dan terbakar oleh apinya selama-lamanya, kecuali orang kafir seperti Abu Jahal dan Umayyah bin Khallaf. Adapun jika orang fasik memasukinya maka dia tidak (mau) melanjutkan (lagi) untuk tinggal di dalamnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com