Surah Al-Buruj : Ayat 14
وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ

"Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Azab Allah sangat pedih, tetapi rahmat dan ampunan-Nya juga mahaluas. Dan dialah yang maha pengampun bagi mereka yang bertobat, maha pengasih bagi makhluk-Nya. 15. Dialah yang memiliki 'arsy, singgasana yang agung dan kerajaan yang mahabesar, lagi mahamulia di atas semua makhluk-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-22 Allah SWT berfirman tentang para hambaNya yang beriman, bahwa: (bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) berbeda dengan apa yang Dia sediakan bagi musuh-musuhNya, yaitu api yang membakar dan neraka Jahim; Oleh karena itu Allah berfirman: (itulah keberuntungan yang besar) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu, sesungguhnya azab dan pembalasanNya terhadap musuh-musuhNya yang telah mendustakan para rasulNya dan menentang perintahNya benar-benar keras, besar. dan kuat, karena sesungguhnya Allah SWT memiliki kekuatan Yang Maha Kokoh, yang segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi sesuai dengan kehendakNya dalam sekejap atau lebih cepat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). (13)) yaitu kekuatan dan kekuasaanNya yang sempurna dapat menciptakan makhluk dan menghidupkannya kembali sebagaimana Dia memuai penciptaannya. tanpa ada yang dapat menghalangi atau mencegahNya (Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih (14)) Dia mengampuni dosa orang yang bertaubat dan tunduk kepadaNya bagaimanapun dosanya. Dan (al-wadud) menurut Ibnu Abbas dan lainnya adalah Maha Pengasih. (Yang mempunyai 'Aray) yaitu pemilik 'Arsy yang agung dan tinggi di atas semua makhluk. Dan (al-majid) itu ada dua bacaan, yaitu rafa karena menjadi sifat dari “Ar-Rabb”; dan jar karena menjadi sifat dari 'Arsy. Keduanya maknanya benar. (Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendakiNya (16)) yaitu, apa pun yang hendak Dia lakukan tidak ada yang mencegah keputusanNya; dan tidak ada yang menanyakan apa yang Dia perbuat karena keagungan, keperkasaan, kebijaksanaan, dan keadilanNya. Firman Allah SWT: (Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang (17) (yaitu kaum) Fira'un dan (kaum) Tsamud? (18)) yaitu apakah kamu pernah mendengar pembalasan yang ditimpakan Allah kepada mereka dan azab yang Dia turunkan kepada mereka tanpa ada seorang pun yang dapat menolaknya dari mereka? Hal ini merupakan penegasan dari firmanNya: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu Jika Dia menghukum orang zalim, maka Dia menghukumnya dengan hukuman yang pedih dan keras, layaknya hukuman dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan (19)) yaitu mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekafiran, dan keingkaran (padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka (20)) yaitu Dia berkuasa dan mengalahkan mereka, serta mereka tidak luput dariNya dan tidak dapat melemahkanNya (Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur'an yang mulia (21)) yaitu yang agung dan mulia (yang (tersimpan) dalam Lauhil Mahfuz (22)) yaitu, Al-Qur'an itu di kalangan para malaikat terpelihara dari penambahan, pengurangan, penyimpangan, dan perubahan.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 14 “Dia-lah Yang Maha Pengampun,” yang mengampuni seluruh dosa bagi yang bertaubat dan yang memaafkan kesalahan-kesalahan bagi yang memohon ampunan dan kembali, “lagi Maha Pengasih,” yang dicintai oleh para kekasihNya, tidak ada satu pun yang menyamaiNya, sebagaimana tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya dalam sifat-sifat keluhuran, keindahan, makna-makna, dan perbuatan-perbuatan, maka kecintaan terhadapNya di dalam hati hamba-hamba yang istimewa mengikuti kecintaan yang tidak sama dengan kecintaan terhadap apa pun. Karena itu, cinta terhadap Allah merupakan pangkal ibadah. Itulah cinta yang tidak didahului oleh cinta-cinta lain. Bila yang lain tidak mengikuti cinta itu, maka cinta tersebut adalah siksaan bagi pemiliknya. Dia-lah yang Maha Mengasihi yang mencintai para kekasihNya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah yang lain, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya.” (Al-Ma’idah: 54) Kasih sayang adalah cinta yang tulus Dalam hal ini terdapat rahasia yang lembut, karena Allah menyandingkan kasih sayang dengan ampunan agar hal itu menunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa bila bertaubat dan kembali pada Allah, maka dosa-dosa mereka akan diampuni dan disayangi. Tidak dikatakan pada mereka bahwa dosa-dosa mereka diampuni atau kasih sayang kembali lagi pada mereka sebagaimana diucapkan sebagian orang yang keliru. Tapi Allah bergembira dengan taubatnya hamba pada saat bertaubat melebihi gembiranya seseorang terhadap hewan tunggangannya, di mana di atas kendaraan itu terdapat makanan, minuman, dan keperluannya, lalu kendaraan itu hilang di tengah padang pasir, hingga dia berputus asa darinya kemudian dia berbaring di bawah naungan pohon seraya menanti kematian, ketika dia berada pada kondisi seperti itu, tiba-tiba hewan tunggangannya tersebut berada di dekat kepalanya lalu dia memegang talinya. Allah lebih senang atas taubatnya hamba melebihi gembiranya orang tersebut pada kendaraannya. Ini adalah kegembiraan terbesar yang dapat dirasakan (manusia). Maka segala puja, puji, dan tulusnya cinta hanya untuk Allah semata, yang kebaikanNya amat besar dan melimpah, serta pemberianNya yang luas.
Tafsir Al-Wajiz
14-15. Allah Maha Suci yang Ampunan-Nya sangat luas untuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat, dan Allah mencintai mereka yang senantiasa bertaubat. Allah yang menciptakan ‘Arsy dan penguasa sekaligus pemiliknya. Allah Maha Agung Maha Mulia dalam dzat dan sifat-Nya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com