Surah Al-Mulk : Ayat 14
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

"Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini masih kelanjutan sanggahan Allah terhadap sikap kaum musyrik: apakah pantas Allah yang menciptakan semua makhluk termasuk kamu, wahai manusia, itu tidak mengetahui apa yang kamu lahirkan dan rahasiakan' padahal dia mahahalus, maha mengetahui. Sungguh dia pasti maha mengetahui segalanya. 15. Setelah ditegaskan bahwa Allah adalah mahahalus dan maha luas pengetahuan-Nya, kini diuraikan kembali tentang kuasa-Nya. Dialah Allah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi untuk melakukan aneka aktifitas yang bermanfaat, maka jelajahilah di segala penjurunya, berkelanalah ke seluruh pelosoknya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya yang disediakan untuk kamu, serta bersyukurlah dengan segala karunia-Nya itu. Dan karena pada akhirnya, hanya kepada-Nyalah kamu kembali setelah dibangkitkan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-15 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang yang takut kepada kedudukan Tuhannya terhadap apa yang ada antara dia dan Tuhannya; jika dia tidak diketahui orang lain, maka dia mencegah dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat, dan mengerjakan ketaatan, meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya kecuali Allah SWT. dan bahwa Allah akan memberinya ampunan dan pahala yang besar yaitu Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dan membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingatkan bahwa Dia Maha Melihat semua isi hati dan rahasia (Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati (13)) yaitu segala sesuatu yang terbesit dalam hati (Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui?) yaitu apakah Tuhan Yang Maha Pencipta itu tidak mengetahui? Dikatakan, “apakah Allah tidak mengetahui makhlukNya? Makna pertama adalah yang lebih utama, karena firmanNya: (dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui) Kemudian Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada makhlukNya, dengan menundukkan dan merendahkan bumi bagi mereka, dengan menjadikannya tenang dan stabil, tidak berguncang dan tidak miring, dengan gunung-gunung yang telah Dia pancangkan padanya. Allah mengalirkan dari dalamnya mata air-mata air, dan menyediakan padanya jalan-jalan, serta menyediakan padanya berbagai manfaat dan tempat-tempat untuk ditanami untuk keperluan tanaman. Maka Allah SWT berfirman: (Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya) yaitu, berjalanlah ke mana pun yang kalian kehendaki di berbagai kawasannya, serta lakukanlah perjalanan mengelilingi daerah dan kawasannya untuk berbagai mata pencaharian dan perniagaan. Dan ketahuilah bahwa upaya kalian tidak dapat memberi manfaat sedikit pun bagi kalian kecuali jika Allah memudahkannya bagi kalian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya) Maka berupaya dengan menempuh sarananya tidaklah bertentangan dengan tawakal kepadaNya. Dialah yang Menundukkan, Memperjalankan, dan Menjadikan penyebabnya (Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan) yaitu dikembalikan di hari kiamat. Mujahid, As-Suddi, dan Qatadah berkata tentang firmanNya (manakibiha) yaitu daerah-daerah yang jauh, daerah-daerah pedalaman, dan seluruh kawasannya. Ibnu Abbas dan Qatadah juga berkata bahwa (manakibiha) yaitu gunung-gunung.
Tafsir As-Sa'di
14. Kemudian Allah berfirman mengutarakan dalil aqli yang menunjukkan ilmuNya, “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)?” siapa lagi yang menciptakan, menyempurnakan, dan mengindahkan makhluk, bagaimana Dia tidak tahu yang kalian tampakkan dan kalian sembunyikan? “Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” Yang detil ilmu dan pengetahuanNya hingga mengetahui rahasia, segala yang samar, dan yang ghaib. Dan di antara makna Maha Halus adalah Allah memperlakukan hamba-hamba dan orang-orang yang dikasihiNya dengan lemah lembut. Allah mendorong mereka menuju kebaikan padahal mereka tidak merasakan hal itu. Allah menjaga mereka dari keburukan padahal mereka tidak mengira, dan mengangkat mereka ke tingkatan tinggi dengan berbagai sebab yang sama sekali tidak dikira oleh manusia. Bahkan Allah membuat mereka merasakan berbagai hal yang tidak disukai untuk menyampaikan mereka pada harapan tertinggi dan keinginan-keinginan mulia.
Tafsir Al-Wajiz
14. Apakah Dzat yang telah menciptakan segala sesuatu dan membuatnya berfungsi (semestinya) itu tidak mengetahui sesuatu yang tersembunyi dan yang tampak. Sedangkan Dia Dzat yang Maha Mengetahui detail segala hal, Dzat yang Maha mengabarkan dan menampakkan semua hal yang tampak dan tersembunyi? {Hamzah dalam A Laa} adalah istifham inkary yang menunjukkan fungsi negasi, sedangkan {Laa} berfungsi negasi. Penegasian fungsi negasi adalah untuk memunculkan suatu verifikasi. Maksudnya yaitu bahwa hal itu sudah mutlak diketahui (Allah)

Sumber tafsir dari tafsirweb.com