Surah Al-Hijr : Ayat 14
وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَظَلُّوا۟ فِيهِ يَعْرُجُونَ
"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Memenuhi permintaan kaum kafir untuk mendatangkan malaikat agar dapat mereka lihat wujud aslinya dan mereka dengar pesannya tidak akan pernah membuat mereka beriman. Dan bahkan kalau kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya sehingga mereka dapat menyaksikan berbagai kebesaran dan kekuasaan Allah, mereka tentulah tidak akan beriman, bahkan mereka akan berkata, sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan dan ditutupi, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir Muhammad dan apa yang kami lihat bukanlah sesuatu yang nyata. Perkataan mereka menunjukkan betapa kuat pengingkaran mereka terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 14-15 Allah SWT memberitahukan tentang kuatnya kekafiran, pertentangan, dan kesombongan mereka dari kebenaran, bahwa seandainya dibukakan bagi mereka sebuah pintu ke langit, lalu mereka menaikinya, maka mereka tetap tidak mempercayainya, bahkan berkata (Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan) Mujahid, Ibnu Katsir, dan Adh-Dhahhak berkata yaitu pandangan kami tertutup. Qatadah meriwayatkan dari Ibnu Abbas maknanya adalah pandangan mata kami dibutakan. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas kami dikaburkan dan sesungguhnya kami terkena sihir. Al-Kalbi berkata bahwa mata kami dibutakan. Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (pandangan kamilah yang dikaburkan) kata “As-sakran” yaitu orang yang tidak sadar.
Tafsir As-Sa'di
14-15. maksudnya, seandainya setiap ayat (tanda kekuasaan Allah) yang agung datang kepada mereka, niscaya mereka tetap saja enggan beriman dan malah bersikap arogan terhadapnya. Dan “jika seandainya kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu pintu langit)” sehingga mereka bisa menaikinya dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, niscaya mereka akan berkata atas dorongan sifat dzalim dan keras kepala mereka untuk mengingkarinya, ”sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan” maksudnya pandangan pandangan mata kami tertimpa oleh kekaburan dan tabir pekat sehingga melihat sesuatu yang tidak terlihat. ”bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir” maksudnya itu bukan realita, tapi sebuah bentuk sihir. Suatu kaum yang sudah sedemikian level pengingkaran mereka, maka sudah tentu sulit diinginkan dan diharapkan (keimanannya)
Tafsir Al-Wajiz
14. Seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu pintu-pintu langit, sehingga mereka akan terus menerus naik ke atas langit,