Surah Al-An'am : Ayat 132
وَلِكُلٍّ دَرَجَٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

"Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan masing-masing orang ada yang beramal untuk ketaatan dan ada pula yang senantiasa bermaksiat kepada Allah, mereka akan memperoleh balasan sesuai dengan tingkatannya, yaitu sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan tuhanmu, wahai nabi Muhammad tidak lengah terhadap apa yang mereka, yakni hamba-hamba-Nya, kerjakandan tuhanmu, wahai nabi Muhammad, mahakaya, sedikit pun ia tidak butuh kepada semua makhluk-Nya, bahkan makhluk-Nyalah yang fakir kepada-Nya. Allah juga sangat penuh rahmat kepada hambahamba-Nya. Karena itu, ia perintahkan hamba-Nya untuk senantiasa melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, agar hamba-Nya memperoleh keselamatan. Jika dia menghendaki, dia akan memusnahkan kamu, yaitu ketika kamu menyalahi perintah-Nya dan setelah kamu musnah akan dia ganti dengan kaum lain yang dia kehendaki, kaum itu senantiasa taat kepada Allah. Jika Allah mampu memusnahkan kaumkaum terdahulu yang menentang-Nya kemudian digantikan dengan kaum lainnya, maka wahai nabi Muhammad, Allah pun amat mampu melenyapkan kaummu sebagaimana dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 131-132 Allah SWT berfirman: (Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedangkan penduduknya dalam keadaan lengah (131)) yaitu Kami memberi alasan kepada orang-orang yang diberi beban dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab, agar tidak ada seorang pun dihukum karena kezalimannya, dan dia belum sampai kepadanya seruan itu. dan Kami memberi alasan kepada semua umat, dan Kami sekali-kali tidak menyiksa seseorang melainkan setelah mengutus para rasul kepada mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan) (Surah Fathir: 24) dan (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thagut") (Surah An-Nahl: 36) Imam Abu Ja'far bin Jarir berkata bahwa makna firman Allah SWT (secara aniaya) mengandung dua pandangan: Pertama, (yang demikian itu) karena (Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota karena perbuatan aniaya) dari penghuninya dengan melakukan kemusyrikan dan hal semacamnya dan (mereka dalam keadaan lengah) dia berkata,”Allah tidak menyegerakan hukuman itu atas mereka sampai Dia mengutus rasul kepada mereka yang memperingatkan mereka tentang hujjah Allah atas mereka dan memperingatkan mereka tentang azab Allah pada hari kiamat. Dan Allah tidak menyiksa mereka ketika mereka sedang dalam keadaan lengah, lalu mereka berkata, (Tidak pernah datang kepada kami seorang pembawa berita gembira, tidak pula seorang pemberi peringatan pun) (Surah Al-Maidah: 19) Kedua, (Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya) dia berkata,”Allah tidak akan membinasakan mereka tanpa memberi peringatan melalui para rasul, mukjizat dan pelajaran. Jika demikian (tanpa memberi peringatan) maka Allah berbuat zalim terhadap mereka, sedangkan Allah tidak akan berbuat zalim terhadap hambaNya. Kemudian dia menguatkan pendapat yang pertama, dan tidak diragukan lagi bahwa pendapat yang itu lebih kuat. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Bisa juga bahwa firman Allah (Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya) maknanya adalah orang-orang kafir dari golongan jin dan manusia, yaitu masing-masing memiliki tingkatan di neraka sesuai dirinya. Sebagaimana firmanNya: (Allah berfirman, "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda") (Surah Al-‘Araf: 38) dan (Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan (88)) (Surah An-Nahl) (Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan) Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah wahai Muhammad, semua itu yaitu amal perbuatan mereka diketahui Tuhanmu, Dia menghitung dan menetapkan hal itu bagi mereka di sisiNya, agar Dia membalas mereka atas amal perbuatan itu ketika mereka bertemu dan kembali kepadaNya.
Tafsir As-Sa'di
132. akan tetapi Walaupun mereka sama-sama merugi, kerugian mereka berbeda-beda dengan perbedaan yang besar. “Dan masing-masing orang” dari mereka “memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya.” Sesuai dengan amal mereka, sedikit keburukan tidak disamakan dengan banyaknya, pengikut tidaklah sama dengan yang diikuti, yang dipimpin tidaklah sama dengan yang memimpin. Sebagaimana penduduk surga, walaupun mereka sama-sama masuk surga, mendapatkan keuntungan dan kemenangan, akan tetapi di antara mereka terdapat perbedaan yang hanya diketahui oleh Allah, meskipun masing-masing dari mereka telah rela menerima apa yang Allah berikan kepadanya dan cukup dengan apa yang dilimpahkan kepadanya. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan kami termasuk penduduk Surga Firdaus yang tertinggi yang Allah sediakan bagi hamba-hambaNya yang dekat, makhlukNya yang terpilih dan orang-orang khusus dari orang-orang yang dicintaiNya. “Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” Maka masing-masing dibalas sesuai dengan amalnya dan sesuai dengan maksud yang diketahuiNya.
Tafsir Al-Wajiz
132 Masing-masing jin dan manusia yang diberi tanggungjawab, baik yang melakukan ketaatan maupun kemaksiatan, kelak di akhirat mereka akan memperoleh derajat-derajat seimbang di surga dan neraka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak pernah lengah dari apa yang mereka kerjakan, tidak ada yang dapat tersembunyi dari Allah, semua akan diberi balasan pada hari kiamat.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com