Surah Al-Mulk : Ayat 13
وَأَسِرُّوا۟ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُوا۟ بِهِۦٓ ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
Tafsir Ringkas Kemenag
Gunjingan kaum musyrik yang ternyata diketahui oleh rasulullah, menjadikan mereka saling merendahkan bahkan merahasiakan ucapan di antara mereka agar tidak didengar tuhan nabi Muhammad. Ayat ini turun untuk meresponss sikap tersebut. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, dia maha mengetahui segala isi hati dan segala apa yang kamu rahasiakan. 14. Ayat ini masih kelanjutan sanggahan Allah terhadap sikap kaum musyrik: apakah pantas Allah yang menciptakan semua makhluk termasuk kamu, wahai manusia, itu tidak mengetahui apa yang kamu lahirkan dan rahasiakan' padahal dia mahahalus, maha mengetahui. Sungguh dia pasti maha mengetahui segalanya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-15 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang yang takut kepada kedudukan Tuhannya terhadap apa yang ada antara dia dan Tuhannya; jika dia tidak diketahui orang lain, maka dia mencegah dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat, dan mengerjakan ketaatan, meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya kecuali Allah SWT. dan bahwa Allah akan memberinya ampunan dan pahala yang besar yaitu Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dan membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingatkan bahwa Dia Maha Melihat semua isi hati dan rahasia (Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati (13)) yaitu segala sesuatu yang terbesit dalam hati (Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui?) yaitu apakah Tuhan Yang Maha Pencipta itu tidak mengetahui? Dikatakan, “apakah Allah tidak mengetahui makhlukNya? Makna pertama adalah yang lebih utama, karena firmanNya: (dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui) Kemudian Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada makhlukNya, dengan menundukkan dan merendahkan bumi bagi mereka, dengan menjadikannya tenang dan stabil, tidak berguncang dan tidak miring, dengan gunung-gunung yang telah Dia pancangkan padanya. Allah mengalirkan dari dalamnya mata air-mata air, dan menyediakan padanya jalan-jalan, serta menyediakan padanya berbagai manfaat dan tempat-tempat untuk ditanami untuk keperluan tanaman. Maka Allah SWT berfirman: (Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya) yaitu, berjalanlah ke mana pun yang kalian kehendaki di berbagai kawasannya, serta lakukanlah perjalanan mengelilingi daerah dan kawasannya untuk berbagai mata pencaharian dan perniagaan. Dan ketahuilah bahwa upaya kalian tidak dapat memberi manfaat sedikit pun bagi kalian kecuali jika Allah memudahkannya bagi kalian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya) Maka berupaya dengan menempuh sarananya tidaklah bertentangan dengan tawakal kepadaNya. Dialah yang Menundukkan, Memperjalankan, dan Menjadikan penyebabnya (Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan) yaitu dikembalikan di hari kiamat. Mujahid, As-Suddi, dan Qatadah berkata tentang firmanNya (manakibiha) yaitu daerah-daerah yang jauh, daerah-daerah pedalaman, dan seluruh kawasannya. Ibnu Abbas dan Qatadah juga berkata bahwa (manakibiha) yaitu gunung-gunung.
Tafsir As-Sa'di
13. Ini adalah pemberitahuan Allah tentang keluasan ilmu dan FirmanNYa. Allah berfirman, “Dan rahasiakanlah perkataanmu atau tampakkanlah,” maksudnya, sama saja bagi Allah, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya karena “sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” Yakni, Mengetahui segala niat dan kehendak hati dan lebih mengetahui perkataan serta perbuatan yang bisa didengar dan dilihat.
Tafsir Al-Wajiz
13. Wahai manusia, kalian (boleh) menyembunyikan dan menampakkan ucapan kalian, namun sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui sesuatu yang tersembunyi dalam hati. Ibnu Abbas berkata: “Ayat ini diturunkan untuk orang-orang musyrik dan mereka mendengarnya dari Rasulallah SAW, kemudian Jibril AS memberitahu Muhammad tentang apa yang mereka ucapkan dan mereka terima. Kemudian mereka saling berbicara: “Sembunyikanlah ucapan kalian supaya Tuhan Muhammad tidak mendengarnya”