Surah Al-Mumtahanah : Ayat 13
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَوَلَّوْا۟ قَوْمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا۟ مِنَ ٱلْءَاخِرَةِ كَمَا يَئِسَ ٱلْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلْقُبُورِ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini berbicara tentang larangan memohon perlindungan kepada orang-orang kafir. Wahai orang-orang beriman kuatkanlah iman kamu, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang dimurka Allah seperti orang-orang kafir, orang-orang munafik, dan orang-orang fasik, pelaku dosa besar secara terus-menerus sebagai penolong kamu ketika kamu mengalami kesulitan atau mempunyai masalah dunia atau agama. Sungguh mereka telah berputus asa terhadap akhirat sehingga kamu seperti berpegang kepada pohon yang tumbang atau dahan yang hanyut. Mereka tidak meyakini akhirat, bagaimana menolong kamu memperhatikan akhirat. Kehidupan mereka sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada di dalam kubur berputus asa dari kasih sayang Allah. Mereka kehilangan asa untuk mendapatkan keselamatan. 1. Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan apa yang ada di bumi, hewan dan tetumbuhan bertasbih kepada Allah, mengakui dan menyatakan kemahasucian Allah yang berbeda dengan seluruh makhluk ciptaan-Nya; dan dialah yang mahaperkasa menciptakan dan menghancurkan jagat raya sekejap mata; mahabijaksana, tidak terburu menggunakan kekuasaan-Nya yang tiada terbatas untuk menghancurkan jagat raya atau menghukum manusia yang berdosa.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 13 Allah SWT melarang hamba-hambaNya yang beriman berteman dengan orang-orang kafir dalam akhir surat ini, sebagaimana melarangnya juga dalam permulaan surah. Jadi Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu) yaitu, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang kafir lainnya yang dimurkai dan dilaknat oleh Allah SWT, serta yang berhak diusir dan dijauhkan. Maka Bagaimana bisa kalian memihak mereka dan menjadikan mereka ebagai teman-teman dan orang terdekat kalian, padahal mereka berputus asa dari akhirat, yaitu dari pahala dan nikmatnya menurut hukum Allah SWT. Firman Allah SWT (sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa) Ada dua pendapat, Salah satunya sebagaimana orang-orang kafir yang masih hidup berputus asa dari kerabat mereka yang berada di dalam kubur, yaitu agar bisa berkumpul dengan mereka setelahnya, karena mereka tidak meyakini adanya hari kebangkitan dan tidak pula dengan hari penghimpunan. Harapan mereka telah putus untuk dapat bertemu dengan kerabat mereka, menurut keyakinan mereka. Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: (sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa) orang-orang kafir yang masih hidup berputus asa dengan orang-orang yang telah mati. Qatadah berkata yaitu sebagaimana orang-orang kafir berputus asa untuk dapat berkumpul kembali dengan ahli kubur mereka yang telah mati. Pendapat kedua berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagaimana orang-orang kafir dari kalangan ahli kubur berputus asa dari semua kebaikan. Al-A'masy meriwayatkan dari Abu Adh-Dhuha, dari Masruq, dari Ibnu Mas'ud tentang firmanNya: (sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa) dia berkata yaitu sebagaimana orang kafir ini berputus asa ketika dia mati dan telah menyaksikan balasan yang diperlihatkan kepadanya. Ini adalah pendapat Mujahid, Ikrimah dan Ibnu Zaid
Tafsir As-Sa'di
13. Maksudnya, hai orang-orang yang beriman, jika kalian benar-benar beriman kepada Rabb kalian, meniti RidhaNya dan menjauhi murkaNya, “janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah,” yang dimurkai karena kekufuran mereka. Ini mencakup seluruh golongan orang-orang kafir. “Sungguh mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat,” maksudnya, mereka terhalang dari kebaikan akhirat, mereka tidak mendapatkan bagian apa pun di akhirat. Waspadalah agar jangan menjadikan mereka sebagai penolongmu, supaya kalian tidak memiliki keburukan dan kesyirikan seperti halnya mereka. Firman Allah, “SEbagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa” ketika mereka menuju akhirat, menyaksikan kebenaran akhirat dan benar-benar mengetahui secara yakin bahwa mereka tidak mendapatkan bagian apa pun d akhirat. Kemungkinan makna orang-orang kafir berputus asa dari akhirat adalah karena mereka mengingkari dan mengkufurinya. Karena itu, tidaklah mengherankan jika orang-orang kafir pada saat itu menuju kemurkaan allah dan siksaNya. Mereka berputus asa dari akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang mengingkari Hari Kebangkitan ketika berada di dunia mereka putus asa dari kembalinya penghuni kubur menuju Allah.
Tafsir Al-Wajiz
13. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dam rasul-Nya, jangan kalian jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolong bagi kalian. Mereka telah putus asa terhadap nikmat akhirat dan segala keutamaannya karena kekufuran mereka atas akhirat. Mereka juga mengingkari hari kebangkitan, karena ketamakan mereka terhadap nikmat dunia. Orang-orang kafir adalah orang-orang yang terlaknat. Ini adalah gambaran yang mengungkapkan sebab mereka menjadi golongan yang terlaknat oleh Allah. Abdullah bin Umar dan Zaid bin Harits mencintai seorang pemuda Yahudi Maka turunlah ayat ini