Surah As-Sajdah : Ayat 13
وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sebetulnya Allah mampu memaksa setiap manusia untuk beriman, namun hal tersebut justru akan merendahkan martabat mereka menjadi setara dengan matahari, bumi, langit, dan sebagainya yang tidak punya pilihan lain kecuali tunduk. Itulah mengapa Allah memberi setiap manusia pilihan, bukan paksaan, untuk beriman atau tidak. Dan jika kami menghendaki memberi petunjuk niscaya kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk bagi-Nya, tetapi telah ditetapkan perkataan dan ketetapan dari-ku bahwa pasti akan aku penuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. Yang demikian itu karena kami tahu bahwa kebanyakan mereka lebih memilih jalan kesesatan daripada hidayah. 14. Wahai manusia yang kafir, kamu layak mendapat kehinaan itu, maka rasakanlah olehmu azab ini disebabkan kamu telah mendustakan dan melalaikan pertemuan dengan harimu ini, yakni hari kiamat. Karena kamu melalaikan pertemuan ini dan tidak mempersipkan diri dengan iman dan amal saleh, sesungguhnya kami pun melalaikan kamu dan tidak memberi kamu naungan di hari yang tidak akan kamu temukan naungan selain dari-ku, dan rasakanlah azab yang kekal sebagai balasan atas apa yang telah kamu kerjakan di dunia. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-14 Allah SWT memberitahukan keadaan orang-orang musyrik pada hari kiamat ketika mereka menyaksikan hari kebangkitan, lalu mereka dihentikan di hadapan Allah SWT dalam keadaan hina, rendah, dan menundukkan kepala karena malu dan segan, mereka berkata: (Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar) yaitu sekarang kami mendengar firmanMu dan menaati perintahMu, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami) (Surah Maryam: 38) Demikian juga mereka mencela diri mereka sendiri ketika mereka dimasukkan ke dalam neraka, dengan ucapan mereka: (Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala) (Surah Al-Mulk: 10) Demikian juga yang dikatakan mereka: (Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia)) yaitu ke dunia (kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin) yaitu kami telah meyakini dan menyaksikan bahwa janjiMu dan pertemuan denganMu itu benar. Dan sungguh Allah SWT telah mengetahui tentang mereka, bahwa seandainya Dia mengembalikan mereka ke dunia, maka mereka akan mengerjakan perbuatan yang dahulu biasa mereka lakukan berupa kekufuran dan mendustakan ayat-ayat Allah serta menentang para rasulNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami) (Surah Al-An'am: 27). Di sini Allah berfirman: (Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya) (Surah Yunus: 99) (tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama) yaitu dari dua jenis makhluk; rumah mereka adalah neraka yang tidak bisa terelakkan dan terhindarkan dari mereka. Kami berlindung kepada Allah dan kalimat-kalimatNya yang sempurna dari itu (Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat)) yaitu, dikatakan kepada penghuni neraka dengan maksud mengecam dan mencemooh, "Rasakanlah azab ini, karena kalian mendustakan keberadaannya dan menganggap mustahil terjadinya hal itu serta kalian berpura-pura melupakannya karena kalian menilainya sebagaimana penilaian yang dilakukan oleh orang yang lupa kepadanya" (sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula)) yaitu, Kami akan memperlakukan kalian dengan perlakuan seorang yang lupa, karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan melupakan sesuatu pun dan tidak ada sesuatu pun yang terlupakan olehNya. Ungkapan ini termasuk dalam bagian saling berbalas, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu melupakan pertemuan (dengan) harimu ini) (Surah Al-Jatsiyah: 34) Firman Allah SWT: (dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan) yaitu karena kekafiran dan kedustaan kalian, sebagaimana Allah SWT berfirman: (mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman (24) selain air yang mendidih dan nanah (25) sebagai pembalasan yang setimpal (26) Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan (27) dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami (28) Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia) (29) Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab (30)) (Surah An-Naba’)
Tafsir As-Sa'di
13. Semua ini terjadi berdasarkan keputusan Allah dan takdirNya, yang mana Dia telah membiarkan mereka melakukan kakafiran dan berbnagai maksiat. Maka dari itu, Dia berfirman “Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuknya.” Maksudnya, niscaya Kami memberi petunjuk kepada manusia semuanya, dan Kami himpun mereka berpegang teguh kepada petunjuk, sebab kehendak (masyi’ah) Kami layak untuk itu, akan tetapi hikmah (kebijaksanaan) itu tidak menghendaki kalau mereka semua berpegang teguh pada petunjuk (hidayah). Maka dari itu Allah berfirman, “Akan tetapi telah tetaplah perkataan dariKu” maksudnya, telah menjadi wajib pasti dengan kepastian yang btidak aka nada perubahan padanya, “Sesungguhnya akan Aku penuhi Neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.” Ini adalah ancaman yang pasti, dan tidak akan bisa lari darinya, maka harus ditegaskan penyebabnya, yaitu kekafiran dan maksiat.
Tafsir Al-Wajiz
13. Jika sekiranya Kami menghendaki untuk memberi petunjuk kepada semua manusia, maka Kami akan benar-benar memberi petunjuk kepada setiap jiwa. Namun ketetapanku telah terjadi dan mendahului. Neraka Jahannam akan dipenuhi oleh jin dan manusia sebab kesesatan yang telah mereka lakukan

Sumber tafsir dari tafsirweb.com