Surah Ar-Rum : Ayat 13
وَلَمْ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمْ شُفَعَٰٓؤُا۟ وَكَانُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ كَٰفِرِينَ

"Dan sekali-kali tidak ada pemberi syafa’at bagi mereka dari berhala-berhala mereka dan adalah mereka mengingkari berhala mereka itu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan pada hari itu juga tidak mungkin ada pemberi syafaat dan pertolongan bagi mereka dari berhala-berhala yang di dunia dulu mereka sembah dan harap pertolongannya. Melihat hal ini, mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu dan berlepas diri dari mereka karena ternyata berhala-berhala itu tidak mampu membantu mereka justru pada saat dibutuhkan. Mereka bahkan menegaskan seandainya dikembalikan ke dunia, mereka bersumpah tidak akan menyembah berhala-berhala itu lagi. (lihat pula: al-baqarah/2: 166'167)14. Dan pada hari ketika terjadi kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok. Orang yang beriman akan dimasukkan ke surga dan orang kafir serta pendurhaka akan dimasukkan ke neraka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-16 Allah SWT berfirman: (Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali) yaitu sebagaimana Dia Maha Kuasa menciptakannya pada permulaannya, maka Dia juga Maha Kuasa mengembalikannya seperti semula (kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan) yaitu, pada hari kiamat, maka Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa) (12)) Mujahid berkata yaitu orang-orang yang berdosa itu bersedih (Dan sekali-kali tidak ada pemberi syafaat bagi mereka dari berhala-berhala mereka) yaitu tidak ada suatupun dari tuhan-tuhan mereka yang dahulu mereka sembah selain Allah SWT itu memberi pertolongan kepada mereka, bahkan berhala-berhala itu mengingkari mereka dan berkhianat terhadap mereka di saat mereka membutuhkan apa yang mereka harapkan kepada para berhala itu. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan (14)) Qatadah berkata yaitu,”Demi Allah, itu adalah perpisahan yang tidak ada pertemuan lagi setelahnya" yaitu apabila golongan yang ini diangkat ke kedudukan yang tinggi dan golongan yang itu direndahkan di kedudukan yang rendah, maka itulah akhir pertemuan di antara keduanya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira (15)) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa maknanya adalah bersenang-senang.
Tafsir As-Sa'di
11-13. Allah mengabarkan bahwasannya hanya Dia-lah yang memulai penciptaan seluruh makhluk, kemudian Dia akan mengembalikan mereka, kemudian kepadaNya mereka akan dikembalikan sesudah mereka dihidupkan kembali untuk memberi balasan untuk para pelaku kejahatan (keburukan) dan kemudian balasan bagi para pelaku kebajikan, seraya berfirman, ”dan pada hari terjadinya kiamat” yaitu hari bangkitnya manusia kepada Allah Rabb semesta alam (dan mereka melihat) kiamat dengan mata kepala, pada hari itu, “orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa,” maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan. Hal itu karena mereka tidak mempersiapkan untuk hari itu, kecuali perbuatan jahat, yaitu dosa-dosa berupa kekafiran, syirik dan berbagai maksiat. Maka tatkala mereka telah melakukan segala sebab siksaan dan mereka belum pernah mencampurinya dengan sebab-sebab pahala sedikitpun, maka mereka berputus asa, berputus harapan, merasa sangat rugi, dan semua yang mereka ada-adakan, seperti manfaat para sekutu dan para sekutu diyakini bisa memberikan syafaat sudah menjadi sia-sia. Maka dari itu Allah berfirman, ”dan sekali-kali tidak ada (sekutu) berhala bagi mereka,” yang telah mereka sembah bersama penyembahan Allah, ”yang memberi syafaat ; dan mereka mengingkari berhala mereka itu,” orang-orang musyrik berlepas diri dari sembahan-sembahan yang mereka persekutukan kepada Allah, dan para sesembahan itu pun berlepas diri, dan mereka berkata, ”kami berlepas diri kepadaMu, dan bukan kepada kami mereka dahulu menyembah (beribadah).” Mereka mengutuk dan menjauh.
Tafsir Al-Wajiz
13. Orang-orang musyrik itu tidak memiliki penolong-penolong dari sekutu-sekutu yang mereka sembah selain Allah dan mereka jadikan sekutu Allah yang menolong mereka dari azab. Ketika itu, mereka mengingkari tuhan-tuhan yang mereka jadikan sekutu-sekutu Allah dan berlepas diri dari mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com