Surah Ali Imran : Ayat 13
قَدْ كَانَ لَكُمْ ءَايَةٌ فِى فِئَتَيْنِ ٱلْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَٰتِلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْىَ ٱلْعَيْنِ ۚ وَٱللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِۦ مَن يَشَآءُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُو۟لِى ٱلْأَبْصَٰرِ

"Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati."

Tafsir Ringkas Kemenag
Kamu pasti akan dikalahkan! salah satu buktinya adalah apa yang diuraikan oleh ayat ini, yaitu sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan, yakni bertempur di dalam perang badar pada tahun kedua hijriah. Yang pertama, satu golongan mukmin berperang di jalan Allah, yaitu nabi Muhammad dan para sahabatnya, dan yang lain golongan kafir yang berperang di jalan kebatilan yang melihat dengan mata kepala, bahwa jumlah pasukan mereka, yakni golongan muslim, dua kali lipat mereka, sehingga hati mereka menjadi gentar. Ini menjadi faktor penyebab kemenangan kaum muslim. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan mata hati yang dapat menangkap hikmah di balik setiap peristiwaada beberapa hal yang dapat menghalangi seseorang mengambil pelajaran dari peristiwa di atas, yaitu dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan dan sulit untuk dibendung, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan yang bagus dan terlatih, hewan ternak, dan sawah ladang, atau simbol-simbol kemewahan duniawi lainnya. Itulah kesenangan hidup di dunia yang bersifat sementara dan akan hilang cepat atau lambat, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik, yaitu surga dengan segala keindahan dan kenikmatannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-13 Allah SWT berfirman: Katakanlah, wahai Muhammad, kepada orang-orang kafir: (Kamu pasti akan dikalahkan) yaitu di dunia, (dan akan digiring) pada hari kiamat (ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya) Muhammad bin Ishaq bin Yasar telah meriwayatkan dari ‘Ashim bin Umar bin Qatadah bahwa Rasulullah SAW ketika orang yang mengikuti perang Badar mendapatkan apa yang mereka dapatkan, dan kembali ke Madinah. Orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa’. Beliau bersabda,”Wahai kaum Yahudi, masuklah Islam sebelum Allah menimpakan kepada kalian apa yang telah ditimpa oleh kaum Quraisy”. Lalu mereka berkata,” wahai Muhammad. Janganlah engkau berbangga diri terhadapmu karena engkau telah mampu membunuh beberapa orang Quraisy. Mereka adalah orang-orang yang tidak berpengalaman, mereka tidak pandai berperang. Sesungguhnya apabila engkau memerangi kami maka sungguh engkau akan mengerti bahwa kami adalah orang-orang yang menang dan engkau belum pernah bertemu dengan orang seperti kami” Lalu Allah menurunkan firmanNya (Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya" (12) sampai firmanNya (pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati) Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Sesungguhnya telah ada bagi kamu) yaitu telah ada bagi kalian wahai orang Yahudi yang mengatakan sesuatu yang kalian katakan (tanda) yaitu bukti bahwa Allah memuliakan agamaNya, menolong RasulNya, menguatkan dan memancarkan ajaranNya (pada dua golongan) yaitu dua golongan (yang telah bertemu) untuk berperang (Segolongan berperang di jalan Allah) yaitu orang-orang muslim (dan (segolongan) yang lain kafir) mereka adalah orang-orang musyrik Quraisy pada hari perang Badar. Dan firman Allah (yang dengan mata kepala melihat) Sebagian ulama’ berkata tentang pendapat yang dikisahkan oleh Ibnu Jarir bahwa pada hari perang Badar, orang-orang musyrik melihat bahwa pasukan Muslim setara jumlahnya dengan pasukan mereka, yaitu Allah menjadikan apa yang mereka lihat itu sebagai alasan untuk membantu Islam meraih kemenangan atas mereka. Ini tidak ada keraguan, kecuali dari satu sisi, yaitu bahwa pada saat itu orang-orang musyrik mengirimkan Umair bin Sa'd pada hari itu sebagai utusan sebelum pertempuran untuk memberi peringatan kepada pasukan muslim bahwa jumlah mereka tiga ratus orang sedikit lebih banyak atau lebih sedikit. Demikianlah yang terjadi. Jumlah mereka adalah tiga ratus orang lebih beberapa orang, dan saat pertempuran dimulai, Allah memperbanyak mereka dengan seribu malaikat dan panglima mereka. Pendapat kedua: “Makna dari firman Allah SWT: (dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka) yaitu pasukan muslim melihat pasukan kafir itu jumlahnya dua kali pasukan mereka, yaitu jumlah mereka dua kali lipat. Dengan ini Allah membantu pasukan muslim atas pasukan kafir. Ketika masing-masing pasukan melihat satu sama lain, pasukan muslim melihat pasukan musyrik seperti dua kali lipat jumlah mereka, yaitu lebih banyak sehingga mereka memasrah diri dan memohon pertolongan kepada Tuhan mereka. Sedangkan pasukan musyrik melihat pasukan mukmin juga demikian, untuk menimbulkan rasa takut, kekhawatiran, kecemasan, dan kepanikan pada pasukan mukmin. Kemudian ketika pertempuran terjadi dan kedua pasukan saling berhadapan, Allah mengurangi pandangan satu pasukan terhadap pasukanlainnya, agar setiap pasukan merasa lebih unggul atas pasukan yang lainnya (agar Allah memutuskan suatu urusan yang mesti dilaksanakan) yaitu memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Lalu kalimat iman menjadi tampak atas kekufuran dan kezaliman. Allah menguatkan orang-orang mukmin dan merendahkan orang-orang kafir, sebagaimana firmanNya: (Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah)
Tafsir As-Sa'di
12-13. Ayat ini merupakan informasi dan kabar gembira bagi kaum Mukminin, dan ancaman bagi orang-orang kafir, yakni bahwasanya mereka akan dikalahkan di dunia ini. Dan terbukti benar telah terjadi sesuai dengan yang Allah kabarkan, di mana mereka telah dikalahkan dengan kekalahan yang tidak ada tandingan dan tidak ada yang setara dengannya. Allah menjadikan apa yang terjadi dalam peperangan Badar sebagai tanda-tandaNYa yang menunjukkan atas kebenaran RasulNya, dan bahwa beliau berada di atas kebenaran sedangkan sedangkan musuh-musuhnya berada di atas kebatilan, di mana kedua pasukan bertemu dengan jumlah pasukan kaum Muslimin yang hanya mencapai tiga ratus sekian belas orang ditambah dengan peralatan yang sedikit, dan pasukan kaum kafir yang mencapai seribu orang ditambah dengan persiapan mereka yang sempurna dalam persenjataan dan lain-lainnya. Namun Allah membela kaum Mukminin dengan pertolonganNya hingga mereka mampu mengalahkan kaum kafir dengan izin Allah. Ayat ini mengandung pelajaran bagi orang-orang yang memiliki mata hati, bahwa sekiranya ini bukan kebenaran yang apabila menghadapi kebatilan pasti akan melenyapkan dan merendahkannya, maka pastilah, jika diukur dari sebab-sebab yang kongkret, kenyataannya akan terbalik.
Tafsir Al-Wajiz
13. Wahai orang-orang Yahudi, sungguh telah ada bagi kalian suatu tanda tentang kebenaran ucapanku berupa pertolongan terhadap orang-orang mukmin dan kehancuran kalian pada dua golongan yang saling bertemu untuk berperang pada waktu perang Badar. Kelompok itu adalah orang muslim dan orang musyrik. Satu kelompok yang berperang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah, yaitu orang-orang mukmin, dan kelompok lainnya yang mengingkari Allah dan rasulullah, yaitu orang-orang musyrik. Orang-orang muslim melihat orang-orang kafir itu dua kali lebih lemah jumlahnya dengan jelas dan nyata menggunakan mata. Dan kenyataannya mereka (orang-orang kafir) itu 3 kali lipat jumlahnya. Lalu Allah membuat orang-orang kafir itu melihat jumlah orang muslim dua kali lebih banyak dari jumlah mereka guna membuat mereka takut. Dan ini adalah bantuan secara maknawi. Allah menguatkan orang-orang yang Dia kehendaki. Sesungguhnya dalam pandangan dan pertolongan terhadap kelompok kecil atas kelompok yang lebih banyak itu terdapat pelajaran bagi orang-orang sabar yang sadar dan memiliki pikiran yang cerdas.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com