Surah Al-Qasas : Ayat 13
فَرَدَدْنَٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
"Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka setelah keluarga fir'aun menyetujui usul agar musa disusui oleh seseorang. Yang tidak lain adalah ibunya kami kembalikan dia yakni musa kepada ibunya, agar senang hatinya dengan kebersamaan sang ibu dan anaknya tanpa rasa takut atau sembunyi-sembunyi dan agar dia tidak bersedih hati akibat berjauhan dan kecemasannya terhadap sang anak dan agar dia mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa janji Allah untuk mengembalikan musa ke pangkuannya adalah benar sesuai dengan kenyataan. Demikianlah adanya, tetapi kebanyakan mereka yakni rezim fir'aun dan bahkan kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. 14. Janji Allah untuk menjadikan musa sebagai salah seorang rasul dari kalangan bani lsrail itu benar. Dan kisahnya bermula dari setelah dia yakni musa dewasa dan sempurna jasmani dan akalnya, kami anugerahkan kepadanya hikmah yakni kenabian, kearifan, amal ilmiah dan pengetahuan yakni ilmu amaliah. Dan demikianlah, sebagaimana kami telah memberi balasan kepada musa atas ketaatannya, kami juga akan memberi balasan kepada orang-orang yang selalu berbuat baik.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-13 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang hati ibu nabi Musa setelah anaknya hanyut terbawa aliran sungai bahwa hatinya menjadi kosong dari perkara dunia kecuali hanya ingat nabi Musa. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas (Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa) yaitu hampir saja dia benar-benar membuka dirinya, bahwa anaknya telah hilang karena kerinduan, kesedihan, kekecewaannya yang mendalam, seandainya Allah tidak meneguhkannya dan membuatnya sabar. Allah SWT berfirman: (seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah) (10) Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan, "Ikutilah dia!") yaitu dia memerintahkan kepada anak perempuannya yang telah dewasa dan dapat mengemban tugas yang dikatakan padanya. Dia berkata kepada anak perempuannya: (Ikutilah dia!) yaitu, ikutilah jejaknya, pantaulah beritanya, dan carilah sesuatu tentangnya ke seluruh penjuru negeri. Maka saudara perempuannya berangkat untuk menunaikan itu (Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh) Ibnu Abbas berkata yaitu dari dekat. Mujahid berkata yaitu dia mengamatinya dari kejauhan Allah SWT berfirman: (dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusuinya) sebelum itu) yaitu untuk mencegah secara naluri. Demikian itu karena kemuliaannya di sisi Allah dan untuk memeliharanya dari disusui selain ibunya, dan karena Allah SWT menjadikan hal itu sebagai penyebab kembalinya dia kepada ibunya untuk menyusuinya. Ibunya adalah Aminah, yang sebelumnya selalu dicekam ketakutan. Setelah saudara perempuannya melihat mereka kebingungan mencari seorang yang menyusuinya (maka berkatalah saudara perempuan Musa, “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahli bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?”) Ibnu Abbas berkata bahwa setelah saudara perempuannya mengatakan hal itu, mereka menangkapnya dan curiga terhadapnya, lalu mereka menanyainya,"Apakah yang menyebabkan kamu mengetahui bahwa mereka itu akan menyayangi dan memperlakukannya dengan kasih sayang?" Saudaranya menjawab mereka, "Perlakuan baik dan kasih sayang mereka kepadanya adalah karena keinginan mereka untuk menyenangkan raja, dan mengharapkan imbalannya" Lalu mereka melepaskannya. Maha Suci Allah yang di tanganNyalah keputusan segala sesuatu. Segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi, Dzat yang menjadikan bagi orang yang bertakwa kepadaNya jalan kemudahan setelah mengalami kesusahan, dan jalan keluar setelah kesempitan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya) yaitu dengan adanya nabi Musa (dan tidak berduka cita) yaitu karena nabi Musa (dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar) yaitu dalam apa yang Dia janjikan berupa mengembalikan nabi Musa kepadanya dan menjadikannya sebagai salah seorang rasul. Maka saat itu terjadilah hal itu dengan kembalinya nabi Musa kepadanya, bahwa nabi Musa akan menjadi salah seorang rasul. Maka dia mendidiknya sesuai dengan apa yang layak baginya secara tabiat dan syariat Firman Allah SWT: (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya) yaitu hikmah-hikmah Allah yang terkandung di dalam semua perbuatan dan akibat-akibatNya yang terpuji di dunia dan di akhirat. Adakalanya suatu urusan itu tidak disukai diri, padahal akibatnya terpuji di sisi lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman (Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu) (Surah Al-Baqarah: 216) dan ((maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak) (Surah An-Nisa: 19)
Tafsir As-Sa'di
13. Setelah saudara perempuannya itu mengatakan kepada mereka perkataan yang merangsang mereka agar mengasuhkannya kepada keluarga itu dengan jaminan akan dipelihar, diasuh dan diperlakukan baik, maka mereka segera memenuhi anjurannya. Lalu dia memberitahu kepada mereka dan menunjukkan di mana keluarga tersebut. “Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya,” sebagaimana Kami telah menjanjikannya, “supaya senang hatinya dan tidak berduka cita,” sehingga Musa terdidik di sisinya dengan sebaik mungkin yang mana sang ibu merasa aman, tenang dan bahagia dengannya serta mendapat upah yang sangat besar atas pengasuhannya itu. “Dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar.” Maka Kami perlihatkan kepadanya dengan mata kepalanya sendiri sebagian apa yang telah Kami janjikan kepadanya agar dengan cara seperti itu hatinya menjadi tentram dan imannya makin bertambah, dan agar dia mengetahui bahwasanya janji Allah akan terpenuhi dalam melindungi Musa dan mengutusnya sebagai Rasul. “Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” Apabila mereka melihat sebab kausalitas dalam keadaan rancu, maka hal itu akan mengacaukan keyakinan mereka karena mereka tidak memiliki ilmu (pengetahuan) yang cukup bahawasanya Allah menjadikan berbagai ujian dan cobaan yang sangat berat di balik perkara-perkara yang mulia dan utama yang sudah ada di depan mata. Musa pun terus berada di lingkungan keluarga Fir’aun dan di asuh di dalam kekuasaan mereka, dia bisa mengendarai berbagai jenis kendaraan dan mengenakan berbagai macam pakaian milik mereka, sedangkan ibunya dalam hal ini tetap merasa tentram. Dan oleh karena persepsi (umum) sudah melekat kuat bahwa ibunya itu adalah ibu dalam persusuan, maka tidak aneh kalau Musa sangat dekat kepadanya dan
Tafsir Al-Wajiz
13. Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa janji Allah itu pasti.