Surah Al-An'am : Ayat 129
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

"Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Jika pada ayat sebelumnya diinformasikan bahwa antara jin dan manusia terdapat hubungan saling memanfaatkan, maka pada ayat ini dijelaskan hubungan antara orang-orang yang berbuat zalim. Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, karena seseorang akan mencari teman sesama yang sejiwa dan seirama dalam hidup, atau orang yang zalim akan dikuasai oleh pelaku kezaliman lainnya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan yaitu kekafiran dan kemaksiatan. Pada ayat ini kembali dibicarakan hubungan antara jin dan manusia. Pada hari kiamat nanti, sekelompok jin dan manusia yang kafir akan ditanya tentang masa lalu mereka di dunia dengan hardikan yang keras. Wahai golongan jin dan manusia! bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yaitu teman-temanmu yang mendapatkan pesan dari rasul manusia, mereka menyampaikan ayatayat-ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini' mereka menjawab dengan terus terang dan pengakuan yang tulus, ya, kami menjadi saksi atas diri kami sendiri bahwa rasul-rasul itu telah datang kepada kami dan menyampaikan peringatan-peringatan kepada kami. Akan tetapi, mereka tertipu oleh kehidupan dunia berupa harta benda, jabatan, dan hawa nafsu. Dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
Tafsir Ibnu Katsir
Sa'id meriwayatkan dari Qatadah tentang penafsiran ayat ini, bahwa Allah menjadikan teman manusia sesuai dengan amal mereka. Jadi orang mukmin adalah teman orang mukmin lain dimanapun dan bagaimanapun keadaannya. Orang kafir adalah teman orang kafir lain, di mana pun dan bagaimanapun keadaanya. Dan keimanan itu bukan hanya dengan angan-angan dan pajangan saja. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain) dia berkata, yaitu orang-orang zalim dari golongan jin dan manusia, Lalu dia membaca (Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (36)) (Surah Az-Zukhruf). Dia berkata:”Kami menjadikan jin yang zalim berkuasa atas manusia yang zalim. Makna ayat ini adalah,”Sebagaimana Kami menjadikan berteman orang-orang yang merugi dari golongan manusia itu berteman dengan kelompok jin yang menyesatkan mereka, Kami juga berbuat terhadap orang-orang zalim, yaitu Kami memberikan kuasa sebagian atas sebagian lainnya, Kami membinasakan sebagian dengan sebagian lain, dan Kami menimpakan pembalasan sebagian atas sebagian lainnya, sebagai balasan atas kezaliman dan kesesatan mereka
Tafsir As-Sa'di
129. “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” Maksudnya, sebagaimana Kami jadikan jin yang Bengal sebagai wali dan berkuasa menyesatkan teman-temannya dari kalangan manusia, Kami hubungkan juga mereka dengan jalinan pertemanan dan kesesuaian disebabkan oleh usaha dan jerih payah mereka, maka termasuk Sunnah Kami adalah menjadikan orang zhalim yang lain yang mendorong dan menghasudnya kepada keburukan, menjauhkan dan menghindarkannya dari kebaikan. Hal itu termasuk hukuman Allah yang keras, yang buruk pengaruhnya, yang mendalam bahayanya, dan yang menanggung dosa adalah orang yang zhalim, dialah yang mengundang dan memetik mudarat bagi dirinya sendiri, dan Tuhanmu tidaklah menzhalimi hamba-hambaNya. Termasuk dalam hal ini adalah jika kezhaliman manusia, kerusakan dan penolakan manusia untuk menunaikan hak-hak yang wajib telah memuncak, maka Allah akan memunculkan orang zhalim yang menguasai mereka dan menimpakan azab yang buruk kepada mereka. Dia kan memerintah mereka dengan kezhaliman dan kesewenang-wenangan yang jauh lebih besar daripada hak-hak Allah dan hamba-hambaNya yang tidak mereka tunaikan dengan tidak diberi balasan dan pahala padanya, sebagaimana jika manusia baik dan lurus, maka Allah memperbaiki pemimpin mereka, menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang adil dan bukan pemimpin zhalim lagi lalim.
Tafsir Al-Wajiz
129 Sebagaimana Kami jadikan manusia dan jin itu saling membantu dalam hal kemaksiatan, maka Kami limpahkan juga kegelapan para jin kepada kegelapan manusia, kegelapan satu saling menutupi kegelapan yang lain sehingga membinasakan mereka. Itu semua sebagai balasan bagi mereka disebabkan apa dosa, kekufuran dan maksiat yang mereka kerjakan.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com