Surah Al-Baqarah : Ayat 128
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ibrahim dan ismail melanjutkan doanya, ya tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang-orang yang berserah diri dan tunduk kepada-Mu, dan jadikanlah juga anak cucu kami menjadi umat yang berserah diri dengan penuh keimanan kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara, yakni manasik dan tempat-tempat melakukan ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, engkaulah yang maha penerima tobat yang begitu banyak, maha penyayang dengan kasih sayang yang amat luas. Mereka melanjutkan doanya, ya tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, baik keturunan kami maupun bukan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayatmu dan mengajarkan kitab Al-Qur'an dan hikmah, yakni sunah yang berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapan nabi, kepada mereka, dan menyucikan jiwa mereka dari syirik dan akhlak yang buruk. Sungguh, engkaulah yang mahaperkasa karena tidak seorang pun dapat membatalkan ketetapan-Mu, mahabijaksana karena engkau selalu menem pat kan sesuatu pada tempatnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 125-128 Ibnu Abbas berkata mengenai firman Allah SWT : (Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia) Mereka datang kepadanya, kemudian mereka kembali. Abu Al-‘Aliyah berkata mengenai firman Allah SWT: (Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman) yaitu, aman dari musuh, dan senjata tidak boleh dibawa di dalamnya. Di zaman jahiliyah, orang-orang menculik orang lain yang ada di sekitar mereka, sedangkan mereka sendiri aman dan tidak disakiti. Diriwayatkan dari Mujahid,’ Atha', As-Suddi, Qatadah, dan Ar-Rabi’ bin Anas, mereka berkata: “Barangsiapa yang masuk ke dalamnya, maka dia akan aman.” Maksud dari penafsiran para imam mengenai ayat ini yaitu bahwa Allah SWT mengingatkan tentang kemuliaan Baitullah, membuatnya memiliki sifat-sifat yang dijelaskan secara syar’i dan qadriy, dengan keberadaannya sebagai tempat berkumpul manusia, maknanya yaitu Dia menjadikannya sebagai tempat di mana jiwa-jiwa merindukannya, dan tidak akan pernah ada yang memadamkan keinginan jiwa-jiwa itu untuk mengunjunginya, dan meskipun seseorang datang kepadanya setiap tahun, sebagai bentuk pengkabulan doa dari Allah untuk nabi Ibrahim AS, dalam firmanNya (maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka) sampai (ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.)
Tafsir As-Sa'di
128. Mereka berdua memohon bagi diri mereka dan keturunan mereka agar berpegang teguh kepada Islam yang pada hakikatnya adalah ketundukan hati dan kepatuhannya kepada Rabbnya yang meliputi ketundukan anggota tubuh. “dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat kami, ” maksudnya ajarilah kami hal-hal itu dalam bentuk pertunjukkan dan demonstrasi agar lebih mantap. Kemungkinan juga maksud dari manasik di sini adalah seluruh kegiatan yang dilakukan pada saat ibadah haji sebagaimana yang diisyaratkan oleh konteks ayat. Kemungkinan juga maksudnya adalah suatu hal yang lebih umum dari itu semua, yaitu agama secara keseluruhan dan ibadah secara keseluruhan, sebagaimana yang diisyaratkan oleh keumuman lafazh ayat, karena kata ‘annusuku’ berarti peribadahan. Akan tetapi kata ini lebih cenderung dan lebih sering dipakai pada kegiatan-kegiatan ibadah saat haji. Maka hasil dari doa mereka berdua adalah taufik kepada ilmu dan amal shalih. Karena apapun kondisinya seorang hamba itu mesti terpengaruh sehinggah berbuat sesuatu kekurangan dan perlu untuk bertaubat, maka mereka berdua berkata "dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat dan maha penyayang".
Tafsir Al-Wajiz
“Ya Tuhan kami, jadikan kami orang yang berpegang teguh kepada Islam. Jadikan kami hamba yang berserah diri untuk taat kepada-Mu. Juga jadikan anak turun kami kumpulan hamba yang berserah diri untuk taat kepada-Mu. Ajarkanlah kami tata cara berhaji dan berkurban (penyembelihan). Ampunilah dosa-dosa kami, karena ampunan-Mu sangat luas untuk hamba-hamba-Mu. Engkau Maha Pengasih dan Maha Pengampun kepada hamba yang bertaubat kepada-Mu. Mujahid berkata bahwa Ibrahim berkata: “Ya Tuhan kami, ajarkan kepada kami tata cara berhaji.” Kemudian datanglah Jibril, kemudian bersama menuju Baitullah. Jibril berkata: “Tinggikalah pondasi Baitullah.”, kemudian Jibril menunjukkan tempat Jamarat di Mina, misy’aril haram, dan padang Arafah. Jibril memerintahkan untuk melafalkan seruan dalam ibadah haji. Jibril berkata: “Wahai manusia, jawablah seruan Tuhanmu.”, sehingga dijawab: “Kami memenuhi panggilan-Mu ya Allah.” Maka orang yang ketika itu menjawab seruan Ibrahim maka dia berhaji

Sumber tafsir dari tafsirweb.com