Surah Al-Baqarah : Ayat 121
ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُو۟لَٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

"Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."

Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang yahudi dan nasrani yang telah kami beri kitab suci, yakni taurat dan injil, mere ka membacanya dan mengikuti ajarannya sebagaimana mestinya. Mereka tidak melakukan perubahan apa pun terhadap kitab suci itu. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya, yakni kitab suci sebelum mengalami perubahan, dengan iman yang sebenar-benarnya, di antaranya iman kepada para nabi, termasuk nabi terakhir, Muhammad. Adapun mereka yang mengubah kitab suci dan tidak mengimani kerasulan nabi muham mad, mereka itulah orangorang yang ingkar. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi dan celaka dalam pandangan Allah. Wahai bani israil! ingatlah nikmat-nikmat-ku yang telah aku berikan kepadamu, yakni nenek moyangmu dahulu, di antaranya nikmat berupa kebebasan dari kejaran firaun, diutusnya banyak rasul, dan diturunkannya kitab-kitab suci; dan di antara nikmat-nikmat itu aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini pada masa itu dengan banyaknya para nabi yang diutus kepada kamu. Ini menunjukkan bahwa Allah benar-benar sangat menyayangi hambanya. Meskipun bani israil telah berkali-kali melakukan pelanggaran, mereka tetap saja diajak dengan harapan mereka dapat percaya kepada nabi Muhammad. Selanjutnya, ayat 123 mengingatkan mereka dan semua orang untuk mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 120-121 Ibnu Jarir berkata bahwa makna firman Allah SWT, (Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka) Wahai nabi Muhammad, orang Yahudi dan Nasrani tidak akan merasa puas terhadapmu selamanya, maka tinggalkanlah mencari keridhaan dan persetujuan mereka. Tetapi fokuslah untuk mencari keridhaan Allah dengan menyampaikan kebenaran yang Dia utuskan kepada mereka. Terkait firman Allah SWT, (Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)) maknanya adalah, Katakanlah, wahai Muhammad, bahwa petunjuk yang Allah diutuskan kepadaku adalah petunjuk yang sejati." Maknanya yaitu agama yang lurus, benar, sempurna, dan menyeluruh (Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu) di dalamnya terdapat ancaman dan peringatan yang sangat keras kepada umat agar tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani setelah mereka mengetahui isi Al-Quran dan Sunnah (Berlindunglah kepada Allah dari hal tersebut) Penyampaian ayat ini ditujukan kepada Rasulullah SAW dan seluruh umat. Firman Allah SWT: (Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya) Diriwayatkan dari Qatadah, mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pendapat ini juga disampaikan oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Diriwayatkan Ibnu Abbas terkait firman Allah SWT: (dengan bacaan yang sebenarnya) dia berkata: Mereka mengikuti dengan sungguh-sungguh. Kemudian dia membaca: (dan bulan apabila mengiringinya (2))
Tafsir As-Sa'di
121. Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya orang yang telah Dia berikan kitab dan dikaruniai dengannya karunia yang mutlak, mereka itu “membacanya dengan bacaan yang sebenarnya,” maksudnya mereka mengikutinya dengan sebenar-benar ketaatan. Kata ‘tilaawatun’ (disini) bemakna mengikuti. Mereka menghalalkan yang halalnya dan mengharamkan yang haramnya, mereka melaksanakan ayat yang jelas (muhkam) dan beriman kepada ayat yang tidak jelas (mutasyabih). Itulah orang-orang yang bahagia di antara ahli kitab yang mengetahui nikmat-nikmat Allah dan mereka mensyukurinya, mereka beriman kepada setiap Rosul dan mereka tidak membeda-bedakan salah seorang pun diantara mereka, maka mereka itulah orang-orang yang beriman secara benar, yang bukan dari orang yang berkata, “Kami beriman kepada Taurat yang diturunkan kepada kami namun kami ingkar terhadap al-Qur’an yang datang setelahnya.” Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dalam FirmanNya, “Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
Tafsir Al-Wajiz
Orang-orang yang telah kami beri Alquran mengikuti perintahnya dengan sungguh-sungguh, juga mengamalkan isinya. Mereka menghalalkan apa yang dihalalkan, dan mengharamkan apa yang diharamkan. Merekalah orang-orang yang mempercayai kebenaran Alquran dengan sepenuh hati. Adapun orang-orang yang mengingkari Alquran merekalah orang yang merugi, karena mereka menukar keimanan dengan kekufuran

Sumber tafsir dari tafsirweb.com