Surah An-Nahl : Ayat 121
شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ ۚ ٱجْتَبَىٰهُ وَهَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
"(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus."
Tafsir Ringkas Kemenag
Nabi ibrahim bukan sekadar sosok panutan, dia juga senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat-Nya baik secara lisan maupun perbuatan. Allah telah memilihnya sebagai teladan dan panutan yang sempurna, baik sebagai imam maupun sebagai nabi dan rasul, dan menunjukinya dengan bimbingan dan petunjuk-Nya ke jalan yang lurus. Dan selain memberinya anugerah yang banyak, kami juga telah berikan kepadanya kebaikan, yakni keagungan dan kelebihan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat kelak dia termasuk orang yang saleh yang akan mendapat kebahagiaan ukhrawi.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 120-123 Allah SWT memuji hamba, rasul, dan kekasihNya nabi Ibrahim, imam orang-orang yang hanif dan orang tua para nabi bahwa dia bersih dari kemusyrikan, dan dari Yahudi dan Nasrani. Lalu Allah berfirman. (Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif.) Adapun kata “al-ummah” yaitu imam yang dijadikan panutan. “Al-qanit” yaitu patuh dan taat, dan “al-hanif” yaitu menyimpang dari kemusyrikan menuju jalan tauhid. Oleh karean itu Allah berfirman (Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)) Diriwayarkan dari Abu Al-Abidin, bahwa dia pernah bertanya kepada Abdullah ibnu Mas'ud tentang makna “al-ummatul al-qaanitu”. lalu dia menjawab,”Umat yang mengajarkan kebaikan, dan “al-qanit” yaitu taat kepada Allah dan RasulNya." Mujahid berkata yaitu umat yaitu hanya kepadaNya yaitu patuh dan taat Firman Allah: ((lagi) mensyukuri nikmat-nikmat Allah) yaitu bersyukur atas nikmat-nikmat Allan kepadanya. Sebagaimana firmanNya: (dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji (37)) (Surah An-Najm) yaitu, selalu mengerjakan semua yang diperintahkan Allah SWT kepadanya. Firman Allah: (Allah telah memilihnya) yaitu memilihnya menjadi orang pilihanNya, sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya (51)) (Surah Al-Anbiya) Kemudian Allah berfirman: (Dan menunjukinya kepada jalan yang lurus) yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, menurut syariat yang Dia ridhai. Firman Allah SWT: (Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia) yaitu, Kami menghimpunkan baginya kebaikan dunia dari semua yang diperlukan oleh orang mukmin dalam kehidupannya yang sempurna yang baik (Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh) Mujahid berkata tentang firmanNya:( Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia) yaitu lisan yang benar. Firman Allah SWT: (Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif”) yaitu karena kesempurnaan dan kebenaran tauhid dan jalannya, maka Kami wahyukan kepadamu, wahai penutup para rasul dan pemimpin para nabi: (Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif. Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan) Sebagaimana Allah berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik (161)) (Surah Al-An'am) Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingkari orang-orang Yahudi
Tafsir As-Sa'di
121. “(Lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah,” maksudnya Allah menganugerahkan kepada belliau kebaikan di dunia dan mencurahkan pada beliau kenikmatan yang zahir maupun batin. Beliau pun melaksanakan kewajiban mensyukurinya, maka hal itu menjadi buah dari kebaikan-kebaikan yang utama ini. “Allah telah memilihnya,” Rabbnya telah memilihnya dan mengistimewakannya sebagai kekasihNya dan menjadikannya golongan terpilih dari makhlukNya dan kalangan terpilih dari para hambaNya yang berkedudukan dekat denganNya. “Dan menunjukinya kepada jalan yang lurus,” pada amalan dan perbuatannya. Beliau mengetahui kebenaran, lalu lebih mengutamakannya daripada orang lain.
Tafsir Al-Wajiz
121. Ibrahim AS adalah orang yang bersyukur atas nikmat Allah yang sedikit maupun yang banyak. Dia dipilih Tuhan untuk menjadi Nabi dan ditunjukkan menuju jalan yang lurus, yaitu bertauhid dan Islam