Surah Al-An'am : Ayat 120
وَذَرُوا۟ ظَٰهِرَ ٱلْإِثْمِ وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْسِبُونَ ٱلْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا۟ يَقْتَرِفُونَ
"Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
- setelah Allah menjelaskan tentang daging hewan yang boleh dimakan, pada ayat ini Allah menjelaskan tentang daging yang tidak boleh dimakan. Dan janganlah kamu memakan dari apa'daging hewan'yang ketika disembelih tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan, keluar dari ketentuan ajaran islam dan ketaatan kepada Allah. Lalu Allah menjelaskan tentang sumber timbulnya kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan, dengan bisikan yang menyesatkan, kepada kawan-kawannya dan memberikan masukan kepada mereka agar mereka membantah kamu, seperti menghalalkan sesuatu yang haram dan sebaliknya, dengan alasan yang dibuat-buat. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik karena sengaja beralih dari aturan Allah kepada aturan lainnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Mujahid berkata tentang firman Allah (Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi) yaitu perbuatan maksiat secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Qatadah berkata tentang firman Allah (Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi) yaitu baik yang tersembunyi dan terang-terangan, yang sedikit dan yang banyak. As-Suddi berkata,”Dosa yang tampak adalah perbuatan zina dengan pelacur secara terang-terangan, dan dosa yang tersembunyi adalah berbuat zina dengan kekasih, teman, dan gundik. Pendapat yang benar adalah bahwa ayat ini mencakup keseluruhannya. yaitu sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi”) (Surah Al-A’raf: 33). Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat) disebabkan apa yang telah mereka kerjakan) yaitu baik yang tampak atau tersembunyi. Sesungguhnya Allah akan membalas mereka atas hal itu. Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam'an berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dosa. Lalu beliau bersabda: “Dosa itu adalah sesuatu yang direncanakan dalam hatimu, sedangkan kamu benci jika orang lain melihatnya”
Tafsir As-Sa'di
120. yang dimaksud dengan dosa adalah kemaksiatan yang membuat peakunya berdosa yakni terjerumus ke dalam dosa dan kesengsaraan dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya. Allah melarang hamba-hambaNya melakukan dosa yang lahir dan batin kecuali setelah dia mengetahui dan mencarinya, maka mengetahui dan mencari kemaksiatan hati dan badan adalah sesuatu yang wajib atas setiap mukallaf. Banyak orang tidak mengenal banyak kemaksitan, lebih-lebih kemaksiatan hati seperti kufur, ujub, riya dan sebagiannya sehingg banyak orang tertimpa olrhnya sementara dia tidak menyadari dan merasa dan ini termasuk berpaling dari ilmu dan tidak adanya bashirah. Kemudian Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang melakukan dosa batin dan lahir akan dibalas sesuai dengan hasil perbuatanya dan sesuai kadar dosanya sedikit atau banyak.balasan ini akan hadir di Akhirat, dan bisa jadi seorang hamba di hukum di dunia, maka hal itu mengurangi keburukannya.
Tafsir Al-Wajiz
120 Kemudian Allah memerintahkan untuk meninggalkan semua dosa dan maksiat baik yang nampak seperti memukul, mengutuk, mencuri dan zina. Atau yang dosa yang tidak nampak seperti hasud, dendam dan kebencian.. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa di dunia, kelak akan diberi pembalasan pada hari kiamat, sesuai dosa yang mereka telah kerjakan.