Surah At-Tahrim : Ayat 12
وَمَرْيَمَ ٱبْنَتَ عِمْرَٰنَ ٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِۦ وَكَانَتْ مِنَ ٱلْقَٰنِتِينَ
"dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini menjelaskan kesalehan seorang perempuan yang tak pernah bersuami, tetapi memiliki seorang putra. Dan maryam putri imran yang memelihara kehormatannya, lalu Allah memberikan penghargaan, penghomatan, dan kemuliaan kepadanya, maka kami meniupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh ciptaan kami sehingga ia hamil dan melahirkan bayi tanpa bapak; dan dia, maryam putri imran, membenarkan kalimat-kalimat tuhannya yang menjelaskan kekuasaan Allah yang tak terbatas dan kitab-kitab-Nya, yaitu kitab taurat dan zabur; dan dia termasuk orang-orang yang taat kepada Allah dengan rukuk dan sujud dan menjaga kehormatan dirinya. 1. Surah sebelumnya yaitu at-tahr'm, diakhiri dengan uraian tentang kebinasaan yang menimpa siapa yang durhaka tanpa dapat ditolong oleh siapa pun, seperti halnya istri nuh dan lut. Dan kebahagiaan akan diraih bagi yang taat tanpa dapat diganggu oleh siapa pun, seperti halnya istri fir'aun dan maryam. Ini disebabkan yang mengatur itu semua adalah Allah yang mahakuasa, karena itu awal surah ini menguraikan kuasa Allah serta limpahan anugerah-Nya: mahasuci Allah yang menguasai segala kerajaan, di langit dan di bumi, dan dia mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada satu perkara pun yang melemahkan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-12 Ini merupakan perumpamaan yang dibuat Allah untuk orang-orang mukmin bahwa tidak ada yang membahayakan mereka pergaulan mereka dengan orang-orang kafir, jika mereka mempunyai keperluan dengan orang-orang kafir, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka) (Surah Ali Imran: 28) Qatadah berkata bahwa Fir'aun adalah orang yang paling melampaui batas dan paling kafir dari kalangan penduduk bumi. Tetapi demi Allah, kekafiran suaminya itu tidak membahayakan istrinya karena dia selalu taat kepada Tuhannya, agar mereka mengetahui bahwa Allah SWT adalah Hakim Yang Maha Adil, yang tidak menghukum seseorang melainkan karena dosanya. Firman Allah SWT: (dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya) yaitu memelihara dan menjaga kehormatannya. Kata “Al-ihshan” adalah memelihara kesucian dan kehormatannya (maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami) yaitu melalui malaikat Jibril, karena sesungguhnya Allah mengutus malaikat Jibril kepadanya dalam rupa seorang manusia yang sempurna, dan Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk meniupkan ke dalam kerah bajunya sekali tiup dengan mulutnya. Maka tiupan itu turun ke bawah dan memasuki farjinya, lalu terjadilah kehamilan karena itu, yaitu nabi Isa. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya) yaitu beriman kepada takdir dan syariatNya (dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat)
Tafsir As-Sa'di
12. Allah berfirman, “Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya,” yaitu menjaganya dari kekejian karena kesempurnaan agama, penjagaan diri, dan kesuciannya, “maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian ruh (ciptaan) Kami,” di mana Jibril meniupkan ruh ke kerah bajunya dan tiupan itu sampai ke Maryam kemudian dari situ lahirlah Nabi Isa, sosok Rasul mulia dan pemimpin besar. “Dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan kitab-kitabNya.” Maryam memiliki sifat berilmu dan berpengetahuan, karena membenarkan kalimat Allah mencakup Firmna-firman agama dan takdir, sedangkan membenarkan kitab-kitabNya mengharuskan adanya pengetahuan yang bisa memunculkan sikap pembenaran. Kedua hal ini tidak bisa dilakukan tanpa ilmu dan amal. Karena itu Allah berfirman, “Dan dia termasuk orang-orang yang taat,” yaitu orang yang senantiasa taat kepada Allah dengan rasa takut dan khusyu. Kesempurnaan amal inilah sifat Maryam. Di adalah sosok yang membenarkan. Dan orang yang membenarkan itu memiliki kesempurnaan ilmu dan amal.
Tafsir Al-Wajiz
12. Allah juga membuat perumpamaan lain bagi orang-orang mukmin yang mengumpulkan kemuliaan dunia dan akhirat meskipun berada dalam lingkungan yang penuh maksiat, yaitu Maryam binti Imran yang menjaga kehormatannya dan memeliharanya dari perbuatah-perbuatan keji. Kemudian kami tiupkan ruh di antara farjinya atau lubang kehormatannya. Kami menciptakan itu tanpa melalui perantara seorang ayah. Lalu dia mengandung Isa AS. Dia (Maryam) membenarkan syariat-syariat Allah dan kitab-kitabNya yang diturunkan kepada rasul-rasulNya, melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dia termasuk dalam golongan orang-orang yang taat kepada Allah SWT.