Surah At-Talaq : Ayat 12
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah yang menciptakan tujuh lapis langit dan demikian juga penciptaan dari bumi serupa itu, yakni tujuh lapis bumi. Perintah Allah berupa hukum alam berlaku padanya secara mutlak, agar kamu mengetahui bahwa Allah mahakuasa atas segala sesuatu yang menyadarkan manusia untuk beriman dan taat kepada Allah; dan menyadari bahwa ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu, baik yang kasat mata maupun yang tersembunyi. 1. Setelah pada surah sebelumnya Allah menyapa nabi tentang hukum dan etika menceraikan istri, pada awal surah ini Allah menyapa, 'wahai nabi! mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu dengan bersumpah tidak akan pernah minum madu setelah minum madu di rumah zainab binti jahsy, salah seorang istrimu, dan tidak akan pernah melakukan hubungan suami istri dengan mariyah al-qib'iyyah, setelah berhubungan di rumah hafsah' hanya karena engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu, terutama hafsah dan '''isyah'' dan Allah maha pengampun, maha penyayang kepada siapa saja yang bertobat, termasuk dua istri nabi, yaitu hafsah dan '''isyah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kekuasaanNya yang sempurna dan pengaruhNya yang besar agar hal ini menjadi pendorong untuk mengagungkan agama yang lurus (Allah-lah yang menciptakan tujuh langit) sebagaimana firman Allah SWT yang memberitahukan tentang nabi Nuh, bahwa dia berkata kepada kaumnya: (Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (15)) (Surah Nuh) Firman Allah: (dan seperti itu pula bumi) yaitu tujuh lapis. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih Bukhari Muslim:“Barangsiapa yang merebut tanah orang lain bahkan sejengkal, maka Allah akan mengalungkan pada lehernya dari tujuh lapis bumi” Ada orang yang mengatakan bahwa itu adalah tujuh kawasan, maka sesungguhnya pendapatnya itu jauh dari kebenaran dan tenggelam ke dalam pertentangan, serta menyimpang dari Al-Qur'an dan hadits tanpa sandaran. Telah disebutkan dalam surah Al-Hadid, yaitu firmanNya: (Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin) (3)) telah disebutkan tujuh lapis bumi, dan bahwa jarak di antara masing-masing serta ketebalannya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun. Demikian juga dikatakan Ibnu Mas'ud dan lainnya. Demikian disebutkan dalam hadits lain:”Tidak ada tujuh langit dan semua yang ada padanya dan semua yang ada di antara semuanya, begitu juga tujuh lapis bumi dan semua yang ada padanya serta semua yang ada di antara semuanya, dibandingkan dengan KursiNya melainkan seperti sebuah lingkaran kecil yang tergeletak di padang gurun yang luas.
Tafsir As-Sa'di
12. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa saja yang ada padanya dan yang ada di antara masing-masing tingkatannya. Allah menurunkan perintah yang berupa syariat dan hukum-hukum duniawi yang diwahyukan kepada para rasulNya sebagai peringatan dan nasihat untuk manusia. Begitu juga dengan undang-undang alam dan takdir yang mengatur seluruh mahkluk. Semua itu bertujuan agar manusia mengetahui keluasan KuasaNya atas segala sesuatu. Semuanya berada dalam jangkauan ilmuNya. Jika manusia mengetahui nama-namaNya yang indah dan sifat-sifatNya yang suci, mereka akan menyembah, mencintai, dan menunaikan hakNya. Dan inilah tujuan yang dimaksudkan dari penciptaan dan diturunkannya perintah (syariat dan hukum); yaitu mengenal dan menyembah Allah. Hamba-hamba Allah yang shalih yang mendapatkan taufik menunaikannya, sedangkan orang-orang zhalim berpaling darinya.
Tafsir Al-Wajiz
12. Hanya Allah yang menciptakan 7 lapis langit dan menciptakan bumi seperti itu (langit) juga susunannya. (Maknanya 7 lapisan bumi). Di antara semua itu perintah dan takdir Allah berlaku. Dia juga menerapkan hukum-hukumnya di semua itu, supaya kalian mengetahui wahai para hambaku bahwa sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan ilmuNya meliputi segala sesuatu sehingga tidak ada yang tersembunyi dariNya.