Surah Qaf : Ayat 12
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَٰبُ ٱلرَّسِّ وَثَمُودُ
"Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah Allah menceritakan tentang pendustaan orang-orang musyrik terhadap rasulullah, kelompok ayat-ayat ini menguraikan sikap serupa yang pernah dilakukan oleh umat para nabi terdahulu. Sebelum mereka, kaum nuh, penduduk rass, yakni kaum nabi syu'aib yang dihancurkan dengan gempa sehingga tertimbun dalam sumur mereka, dan samud, yakni kaum nabi saleh yang dibinasakan setelah menyembelih unta yang dianugerahkan kepada mereka sebagai bukti kekuasaan kami, telah mendustakan rasul-rasul, 13. Dan demikian juga kaum 'ad, yakni kaum nabi hud, kaum fir'aun, yang ditenggelamkan dalam laut, dan kaum lut, yang diporakporandakan pemukiman mereka akibat merajalelanya homoseksual di kalangan mereka, .
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-15 Allah SWT berfirman seraya mengancam orang-orang kafir Quraisy melalui apa yang telah Dia timpakan kepada orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakan para rasul sebelum mereka, berupa pembalasan dan azab yang pedih di dunia seperti kaum nabi Nuh. dan Allah tidak hanya mengazab mereka, melainkan juga seluruh penduduk bumi dengan menenggelamkan semuanya. Juga penduduk Rass yang kisahnya telah disebutkan dalam surah Al-Furqan. (dan kaum Tsamud (12) kaum 'Ad, kaum Fir'aun dan kaum Luth (13)) mereka adalah umat nabi Luth yang dia diutus kepada mereka dari kalangan penduduk Sodom dan Al-Ghur, bagaimana Allah membenamkan mereka ke dalam bumi dan mengubah tempat tinggal mereka menjadi danau yang berbau karena kekafiran dan perbuatan mereka yang melampaui batas serta menentang kebenaran. (dan penduduk Aikah) mereka adalah kaum nabi Syu'aib (serta kaum Tubba') yaitu di negeri Yaman, (semuanya telah mendustakan rasul-rasul) yaitu semua umat ini adalah generasi-generasi yang mendustakan rasul mereka. Barangsiapa yang mendustakan seorang rasul, maka sama saja dengan mendustakan semua rasul, sebagaimana firmanNya: (Kaum Nuh telah mendustakan para rasul (105)) (Surah Asy-Syu'ara) Padahal sesungguhnya yang datang kepada mereka hanyalah seorang rasul. Tetapi seandainya datang semua rasul kepada mereka, maka mereka akan bersikap sama, yaitu mendustakan semuanya (maka sudah semestinya mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan) yaitu sudah seharusnya mereka tertimpa apa yang telah diancamkan Allah kepada mereka akibat kedustaan mereka, berupa azab dan pembalasanNya. Oleh karena itu, waspadalah wahai orang-orang yang diajak bicara, janganlah mereka sampai tertimpa azab yang telah menimpa kaum-kaum terdahulu; karena mereka mendustakan rasul-rasul mereka, sebagaimana para umat terdahulu melakukannya. Firman Allah SWT: (Maka apakah Kami lelah dengan penciptaan yang pertama?) yaitu apakah Kami tidak mampu memulai penciptaan hingga mereka meragukannya untuk menghidupkan kembali (Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru) Makna yang dimaksud adalah permulaan penciptaan tidak membuat Kami lelah, sedangkan mengembalikannya itu lebih mudah daripada penciptaan yang pertama. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah) (Surah Ar-Rum: 27) Allah SWT berfirman: (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” (78) Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya yang pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)) (Surah Yasin)
Tafsir As-Sa'di
12-14. Orang-orang dari kalangan beberapa umat sebelum mereka telah mendustakan para rasul mereka yang mulia dan para nabi mereka yang agung seperti Nabi Nuh yang didustakan oleh kaumnya, kaum Tsamud yang mendustakan Nabi Shalih, kaum ‘Ad yang mendustakan Nabi Hud, kaum nabi Luth yang mendustakannya, kaum Aikah yang mendustakan Nabi Syu’aib, kaum Tubba’ (para raja Yaman yang pada masa lalu sebelum Islam) juga mendustakan para rasul yang diutus oleh Allah kepada mereka, hanya saja Allah tidak memberitahukan kepada kita siapakah para rasul yang diutus ke kaum Tubba’ itu dan siapakah Tubba’ itu, karena –wallahu a’lam- hal itu sudah masyhur di kalangan bangsa Arab, khususnya peristiwa-peristiwa besar seperti ini. Mereka semua mendustakan para rasul yang diutus oleh Allah kepada mereka sehingga mereka pantas menerima ancaman serta hukuman dari Allah. Kalian wahai orang-orang yang mendustakan Rasulullah, tidaklah lebih baik dari mereka, para rasul mereka juga tidak lebih mulia di sisi Allah dari rasul kalian. Untuk itu waspadalah terhadap kejahatan mereka agar kalian tidak tertimpa azab yang menimpa mereka.
Tafsir Al-Wajiz
12. Sebelum suku Qurays, kaum Nuh sudah mendustakan hari kebangkitan dan nubuwwah, juga penduduk parit dan kaum Tsamud. Ar-Rassu adalah sumur dikelilingi parit yang mana mereka tinggal di sekelilingnya