Surah Fussilat : Ayat 12
فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَاتٍ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
"Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini masih menjelaskan tentang penciptaan langit. Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam waktu dua masa, dan pada setiap langit dia mewahyukan dan menetapkan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat dengan bumi, kami hiasi dengan bintang-bintang yang bersinar cemerlang, dan kami ciptakan bintang-bintang itu untuk memelihara langit dengan pemeliharaan yang sempurna. Demikianlah ketentuan Allah berlaku, dan dia adalah zat yang mahaperkasa lagi maha mengetahui. 13. Ihwal penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kemahakuasaan Allah, yang dijelaskan oleh ayat-ayat terdahulu, ternyata tidaklah membuat orang-orang musyrik mekah berubah sikap dan keyakinan. Oleh sebab itu, ayat-ayat berikut memerintahkan nabi Muhammad menyampaikan peringatan berupa pengalaman kaum 'ad dan Samud yang telah menolak kebenaran. Jika mereka, orang-orang musyrik mekah, masih saja berpaling dari kebenaran yang disampaikan itu, maka katakanlah kepada mereka, 'aku telah memperingatkan kamu akan bencana petir seperti petir yang menimpa kaum 'ad dan kaum Samud. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-12 Ini merupakan keingkaran dari Allah SWT terhadap orang-orang musyrik, yaitu mereka yang menyembah selainNya bersama Dia, padahal Allah adalah Dzat yang Maha Pencipta, Maha Mengalahkan, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jadi Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?”) yaitu tandingan dan sekutu yang kalian sembah bersamaNya (Yang demikian itulah Tuhan alam semesta) yaitu Dzat yang Maha Pencipta segala sesuatu itu adalah Tuhan alam semesta. Ini terkandung rincian dari apa yang disebutkan melalui firmanNya SWT: (Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa) (Surah Al-A’raf: 54) Di sini dirincikan hal-hal yang berkaitan dengan bumi secara terpisah dari hal-hal yang berkaitan dengan langit. Disebutkan bahwa pada mulanya Allah menciptakan bumi karena bumi itu seperti pondasi, dan mulanya yaitu harus memulai pondasi dahulu, kemudian atap, sebagaimana Allah: (Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit) (Surah Al-Baqarah: 29) Adapun firman Allah SWT: (Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya (27) Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya (28) dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang (29) Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (30) Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya (31) Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan kokoh (32) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu (33) (Surah An-Nazi'at) yaitu padanya bahwa penghamparan bumi itu setelah penciptaan langit. Penghamparan itu dijelaskan firmanNya: (Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya (31)) (Surah An-Nazi'at) Ini setelah penciptaan langit. Adapun penciptaan bumi, maka itu sebelum penciptaan langit berdasarkan nash. Dengan ini Ibnu Abbas mengemukakan jawabannya dalam apa yang disebutkan Imam Bukhari dalam tafsir ayat ini, dari hadits shahihnya. Dia berkata,”Allah menciptakan bumi dalam dua hari, kemudian Allah SWT menciptakan langit, lalu beristiwa’ menuju ke langit dan menjadikannya dalam dua hari yang lain. Kemudian Dia menghamparkan bumi, yaitu mengeluarkan airnya, tumbuh-tumbuhannya, dan menciptakan gunung-gunung, padang pasir, dan lainnya dalam dua hari lainnya. Hal ini yang dimaksud dengan makna (menghamparkannya). Dan firman Allah: (menciptakan bumi dalam dua hari) Dia menciptakan bumi dan segala sesuatu yang ada padanya dalam empat hari, dan Dia menciptakan langit dalam dua hari. (Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya) yaitu Allah menjadikan bumi penuh berkah, yakni dapat menerima kebaikan, benih-benih, dan dapat dibajak. (dan Dia menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)nya) yaitu apa yang dibutuhkan penghuninya berupa rezeki dan tempat-tempat yang layak untuk ditanami dan dibajak, yaituyaitu hari Selasa dan hari Rabu, yang jika digabungkan dengan dua hari yang sebelumnya menjadi empat hari. Oleh karena itu Allah berfirman: (dalam empat hari genap. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya) yaitu bagi orang yang mau bertanya tentang hal itu untuk mengetahuinya. Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan Dia menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)nya) Dia menjadikan pada tiap-tiap bagian bumi yang tidak dapat dimiliki oleh bagian yang lainnya, Qatadah, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: ((bagi orang-orang yang bertanya) yaitu, bagi orang yang ingin bertanya tentangnya. Ibnu Zaid berkata bahwa maknannya adalah Dia menentukan kadar waktunya padanya dalam empat hari bagi orang yang menanyakannya, yaitu berdasarkan keperluan terhadap rezeki atau kebutuhan, sesungguhnya Allah SWT menentukan baginya keperluan yang dibutuhkannya. Pendapat ini serupa dengan apa yang mereka sebutkan tentang firmanNya: (Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya) (Surah Ibrahim: 34) Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: (Kemudian Dia menuju ke langit dan langit itu masih merupakan asap) yaitu uap air yang naik membumbung saat bumi diciptakan (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”) yaitu, perkenankanlah perintahKu dan tunduklah kepada perbuatanKu dengan taat atau terpaksa. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”) Allah SWT berfirman kepada langit,"Munculkanlah matahari, bulan, dan bintang-bintang" Dan berfirman kepada bumi, "Belahlah kamu untuk sungai-sungaimu dan keluarkanlah buah-buahanmu!" (Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka hati”) Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir. (Keduanya menjawab, "Tidak, bahkan kami datang dengan suka rela penuh ketaatan kepadaMu) yaitu kami memenuhi panggilanmu seraya taat kepadamu bersama semua makhluk yang hendak Engkau ciptakan, yaitu malaikat, jin, dan manusia yang ada pada kami, semuanya taat kepadaMu" (Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa) yaitu, Allah selesai menyempurnakan ciptaan langit menjadi tujuh langit dalam dua hari, yaitu dua hari lainnya (dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya) yaitu Dia mengatur dan menetapkan pada tiap-tiap langit segala sesuatu yang diperlukannya berupa para malaikat dan lainnya yang tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali hanya Dia (Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang) yaitu, bintang-bintang yang bercahaya yang tampak di mata penduduk bumi (dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya) yaitu sebagai penjaga-penjaga dari setan-setan yang bermaksud mencuri dengar pembicaraan para malaikat (Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui) yaitu Maha Perkasa yang mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu, lagi Maha Mengetahui tentang semua gerakan dan diamnya semua makhluk
Tafsir As-Sa'di
12. “maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa”. Dengan demikian, selesailah penciptaan langit dan bumi dalam enam hari, dimulai hari Ahad dan berakhir hari jumat, sekalipun sebenarnya kekuasaan Allah dan kehendaknya bisa menciptakan itu semua dalam sekejap saja. Namun, sekalipun Dia Mahakuasa, namun Dia Mahabijaksana lagi Mahalembut. Di antara kebijaksanaan dan kelembutanNya yaitu adalah, Dia menciptakan langit dan bumi dalam tempo yang telah ditetapkan. Ketahuilah bahwa zahir ayat ini bila dipadukan dengan firmanNya dalam surat An-Nazi’at, yaitu setelah Allah menyebutkan penciptaan langit berfirman, “Dan bumi sesudah itu Dia bentangkan,” (An-Nazi’at :30) Nampak ada kontradiksi pada keduanya! Padahal Kitabulloh ini tidak ada kontradiksi atau perselisihan padanya! Jawabannya adalah apa yang sudah dikatakan oleh banyak kaum salaf, bahwa sesungguhnya penciptaan bumi dan bentuknya itu lebih dahulu daripada penciptaan langit, seperti dijelaskan di sini. Pembentangan bumi maksudnya adalah “Dian pancarrkan darinya mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuhan-tumbuhan, dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh” dan itu belakangan, lebih dahulu penciptaan langit, sebagaimana dijelaskan dalam surat an-Nazi’at. Maka dari itu, di sana Dia berfirman, “Dan bumi sesudah itu Dia bentangkan, Dia keluarkan darinya…” hingga akhir ayat. Dia tidak mengatakan : dan bumi sesudah itu Dia ciptakan. firmanNya, “Dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya,” maksudnya, urusan dan wewenang yang layak dengannya, sesuai dengan tuntutan kebijaksanaan Tuhan Yang Mahabijaksana. “Dan Kami hiasi langit dunia dengan lampu-lampu yang cemerlang”, yaitu bintang-bintang yang dapat dijadikan penerangan dan pedoman arah, dan menjadi keindahan dan perhiasan bagi langit secara lahiriyah, dan sebagai keindahannya secara batin yang mana ia dijadikan sebagai alat untuk melempari setan-setan agar mereka tidak mencuri untuk mendengarkan wahyu di sana. “demikianlah,” yang disebutkan di atas, yaitu bumi dengan segala isinya dan langit dengan segala isinya, adalah “ketentuan Yang Maha perkasa”, yang dengan keperkasaanNya Dia mengalahkan segala sesuatu, Dia mengaturnya dan dengannya pula Dia menciptakan semua makhluk “lagi Maha Mengetahui” yang pengetahuanNya meliputi seluruh makhluk, yang ghaib dan yang Nyata. Maka pengabaian kaum musyrikin terhadap sikap ikhlas kepada Rabb yang Mahaagung, Maha Esa lagi Maha Mengalahkan, yang semua makhluk tunduk kepada perintahNya, dan ketentuanNya berlaku padanya, adalah merupakan hal yang paling mengherankan. Dan pengangkatan sekutu-sekutu bagiNya yang mererka sejajarkan denganNya, padahal sekutu-sekutu itu lemah pada sifat-sifat dan perbuatan-perbuatanNya, adalah lebih mengherankan dan lebih mengherankan lagi! Tidak ada terapi bagi mereka jika sikap berpaling mereka harus terus berlanjut selain hukuman-hukuman duniawi dan ukhrawi.
Tafsir Al-Wajiz
12. Kemudian Dia menyempurnakannya dengan menciptakan 7 langit dalam waktu 2 hari. Dapat dikatakan bahwa sempurnanya penciptaan langit dan bumi itu dalam 6 hari. Dia mewahyukan (menciptakan, yaitu sesuatu yang sudah tersusun) kepada setiap langit itu sesuatu yang sudah siap untuk diambil manfaatnya seperti matahari, bulan, bintang dan lain-lain. Dia menghiasi langit dunia dengan planet-planet seperti lampu-lampu (Kalam itu diubah dari hujatan menjadi percakapan untuk menarik perhatian pendengar terhadap kehebatan sesuatu yang disebutkan setelahnya), Dia juga menjaganya dari gangguan dan penurunan serta melindunginya dari setan yang mencuri kabar langit dengan melemparinya dengan meteor. Ciptaan itu memiliki nilai yang sempurna serta merupakan kekuasaanNya dalam kerajaanNya. (Dialah) Dzat yang Maha Mengetahui tentang sesuatu yang berguna bagi ciptaanNya. Penciptaan langit itu sebelum penciptaan bumi sebagaimana pilihan Abu Hayan. Susunan dalam firmanNya {Tsummastawaa ilas samaa’}