Surah As-Sajdah : Ayat 12
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
"Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Saat hari hisab itu tiba, kamu akan melihat orang kafir tampak seperti pesakitan yang menunggu putusan. Dan alangkah ngerinya jika sekiranya engkau melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan pengadilan tuhannya di hari kiamat kelak, padahal dulunya mereka begitu angkuh kepada tuhan. Di sana mereka merengek, 'ya tuhan kami, kami sekarang benar-benar taat dan patuh kepada-Mu. Kami telah melihat dengan mata kepala kami hari kebangkitan dan mendengar betapa ajaran para rasul-Mu adalah benar, maka dengan kuasa dan rahmat-Mu kembalikanlah kami ke dunia sekali saja, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan yang engkau ridai, tidak seperti yang kami lakukan dulu. Sungguh, saat ini kami adalah orang-orang yang yakin dengan sepenuhnya. ' Allah tidak akan mengabulkan permintaan itu karena dia tahu benar karakter mereka. Mereka tidak akan menjadi orang baik walaupun sekiranya diberi kesempatan kembali ke dunia (lihat: surah al-an''m/6: 27'28). 13. Sebetulnya Allah mampu memaksa setiap manusia untuk beriman, namun hal tersebut justru akan merendahkan martabat mereka menjadi setara dengan matahari, bumi, langit, dan sebagainya yang tidak punya pilihan lain kecuali tunduk. Itulah mengapa Allah memberi setiap manusia pilihan, bukan paksaan, untuk beriman atau tidak. Dan jika kami menghendaki memberi petunjuk niscaya kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk bagi-Nya, tetapi telah ditetapkan perkataan dan ketetapan dari-ku bahwa pasti akan aku penuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. Yang demikian itu karena kami tahu bahwa kebanyakan mereka lebih memilih jalan kesesatan daripada hidayah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-14 Allah SWT memberitahukan keadaan orang-orang musyrik pada hari kiamat ketika mereka menyaksikan hari kebangkitan, lalu mereka dihentikan di hadapan Allah SWT dalam keadaan hina, rendah, dan menundukkan kepala karena malu dan segan, mereka berkata: (Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar) yaitu sekarang kami mendengar firmanMu dan menaati perintahMu, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami) (Surah Maryam: 38) Demikian juga mereka mencela diri mereka sendiri ketika mereka dimasukkan ke dalam neraka, dengan ucapan mereka: (Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala) (Surah Al-Mulk: 10) Demikian juga yang dikatakan mereka: (Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia)) yaitu ke dunia (kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin) yaitu kami telah meyakini dan menyaksikan bahwa janjiMu dan pertemuan denganMu itu benar. Dan sungguh Allah SWT telah mengetahui tentang mereka, bahwa seandainya Dia mengembalikan mereka ke dunia, maka mereka akan mengerjakan perbuatan yang dahulu biasa mereka lakukan berupa kekufuran dan mendustakan ayat-ayat Allah serta menentang para rasulNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami) (Surah Al-An'am: 27). Di sini Allah berfirman: (Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya) (Surah Yunus: 99) (tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama) yaitu dari dua jenis makhluk; rumah mereka adalah neraka yang tidak bisa terelakkan dan terhindarkan dari mereka. Kami berlindung kepada Allah dan kalimat-kalimatNya yang sempurna dari itu (Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat)) yaitu, dikatakan kepada penghuni neraka dengan maksud mengecam dan mencemooh, "Rasakanlah azab ini, karena kalian mendustakan keberadaannya dan menganggap mustahil terjadinya hal itu serta kalian berpura-pura melupakannya karena kalian menilainya sebagaimana penilaian yang dilakukan oleh orang yang lupa kepadanya" (sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula)) yaitu, Kami akan memperlakukan kalian dengan perlakuan seorang yang lupa, karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan melupakan sesuatu pun dan tidak ada sesuatu pun yang terlupakan olehNya. Ungkapan ini termasuk dalam bagian saling berbalas, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu melupakan pertemuan (dengan) harimu ini) (Surah Al-Jatsiyah: 34) Firman Allah SWT: (dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan) yaitu karena kekafiran dan kedustaan kalian, sebagaimana Allah SWT berfirman: (mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman (24) selain air yang mendidih dan nanah (25) sebagai pembalasan yang setimpal (26) Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan (27) dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami (28) Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia) (29) Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab (30)) (Surah An-Naba’)
Tafsir As-Sa'di
12. Setelah Allah menjelaskan kepulangan mereka kepadaNya pada Hari Kiamat nanti, Dia menjelaskan kondisi mereka di saat menghadap di hadapanNYa, seraya berfirman, “Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu,” maksudnya, orang-orang yang terus melakukan dosa-dosa besar itu, “menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya” dengan tunduk, patuh dan hina, sambil mengakui dosa-dosa mereka lagi memohon agar dikembalikan ke dunia, seraya mengatakan, “Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar.” Maksudnya, permasalahan sudah jelas sekarang bagi kami, dan kami pun telah melihatnya dengan mata kepala kami, hingga menjadi pandangan yang sangat meyakinkan, “maka kembalikanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” Maksudnya, kami sekarang sudah mempunyai keyakinan dengan sesuatu yang dahulu kami npernah dustakan. Maksudnya, niscaya kamu nmelihat suatu perkara yang sangat mengerikan dan kondisi yang sangat menakutkan, orang-orang yang merugi dan permohonan yang tidak pernah dikabulkan, karena waktu penagguhan sudah berlalu.
Tafsir Al-Wajiz
12. Alangkah mengerikan jika kamu wahai Nabi, melihat ketika orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan itu dihadapkan pada Tuhan mereka. Mereka membungkuk dan menundukkan kepala mereka dengan malu dan menyesal atas perhitungan amal mereka. Engkau akan melihat mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami telah melihat apa yang dulu kami dustakan, juga kami telah melihat hari kebangkitan yang dulu Engkau janjikan. Kami telah mendengar janji dan pembenaran terhadap rasul yang dulu kami dustakan. Maka dari itu, kembalikan lagi kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal kebaikan sesuai perintah-Mu. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mempercayai ajaran yang dibawa Rasul SAW