Surah An-Nur : Ayat 12
لَّوْلَآ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا۟ هَٰذَآ إِفْكٌ مُّبِينٌ
"Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika isu itu merebak, sebagian kaum muslim tidak percaya berita tersebut dan meyakini kesucian 'aisyah. Sebagian yang lain terdiam, tidak membenarkan dan tidak pula membantah'nya. Di satu sisi ayat ini mengecam mereka yang diam seakan membenarkan isu itu, dan di sisi lain menganjurkan mereka bersikap proaktif dan mengambil langkah positif. Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat ketika mendengar berita bohong itu tidak berbaik sangka terhadap saudara-saudara me-reka yang dicemarkan namanya, padahal orang itu adalah bagian dari diri mereka sendiri, yakni sesama muslim; dan mengapa juga saat kamu mendengar berita bohong itu kamu tidak berkata, 'ini adalah berita bohong yang nyata. '13. Setelah mengecam umat islam yang pasif atas berita bohong itu, Allah lalu beralih berbicara tentang penyebar berita bohong itu. Diskursus pada ayat ini tidak diarahkan secara langsung kepada mereka untuk mengisyaratkan betapa besarnya kemurkaan Allah. Mengapa mereka yang menuduh itu tidak datang membawa empat saksi yang bersaksi atas kebenaran tuduhan mereka' oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi maka mereka itu dalam pandangan Allah, yaitu dalam ketetapan hukum-Nya, khususnya dalam kasus ini, adalah orang-orang yang berdusta.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-13 Hal ini merupakan pelajaran dari Allah kepada orang-orang mukmin dalam kisah Aisyah saat sebagian dari mereka memperbincangkan hal yang buruk dan berita bohong itu. Allah SWT berfirman: (Mengapa) yaitu mengapa (di waktu kalian mendengar berita bohong itu) yaitu tuduhan yang dilontarkan terhadap Aisyah (orang-orang mukmin dan mu’minat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri) yaitu seandainya tuduhan seperti itu dilontarkan terhadap diri mereka. Jika tuduhan tersebut tidak layak dilontarkan terhadap diri mereka, maka ‘Aisyah itu lebih bersih dari tuduhan itu dengan kedudukan yang lebih utama dan lebih kuat Firman Allah: (orang-orang mukmin (tiada) berprasangka) hingga akhir ayat. yaitu, mengapa mereka tidak berprasangka baik, karena sesungguhnya ‘Aisyah adalah orang yang berbuat kebaikan dan lebih utama dalam perbuatan itu. Hal ini berkaitan dengan hati. Firman Allah (mereka berkata) dengan lisan mereka ("Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”) yaitu dusta yang jelas kepada ‘Aisyah, karena kejadian yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung hal yang mencurigakan, karena Aisyah datang dengan mengendarai unta Safwan bin Al-Mu'aththal di tengah hari, sedangkan semua pasukan menyaksikan hal itu dan Rasulullah SAW ada di antara mereka. Seandainya hal ini mengandung kecurigaan, maka kedatangan itu tidak terang-terangan, dan keduanya datang tidak disaksikan oleh semua orang. melainkan dengan segala upaya seandainya mengandung hal yang mencurigakan, maka dengan sembunyi-sembunyi. Berdasarkan kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa apa yang mereka lontarkan terhadap Aisyah merupakan kebohongan, hal yang dibuat-buat, tuduhan keji dan merupakan transaksi yang merugikan. Allah SWT berfirman: (Mengapa) yaitu mengapa (mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan) yaitu untuk membuktikan apa yang mereka katakan (empat orang saksi) untuk bersaksi terhadap kebenaran dari apa yang mereka tuduhkan (Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta) yaitu dalam hukum Allah, mereka adalah orang-orang yang berdusta dan durhaka
Tafsir As-Sa'di
12 kemudian Allah memberikan petunjuk kepada para hambaNya bila mendengar perkataan seperti ini. firmannNya, “mengapa diwaktu kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang Mukminin dan Mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri,” maksudnya kaum Mukminin menyangka sebagian mereka dengan prasangka yang baik, yaitu bebas dari tuduhan mereka. Sesungguhnya keimanan yang mereka punya akan menyingkirkan tuduhan dusta yang batil tentang mereka. “dan mereka mengatakan,” karena prasangka tersebut, “Mahasuci Engkau,” yakni untuk menyucikanMu dari segala kejelekan serta menyucikanMu dari penetapan ujian kepada hamba-hambaMu yang setia dengan segala perbuatan yang keji. “ini adalah suatu berita bohong yang nyata,” maksudnya dusta dan kebohongan termasuk perkara yang paling besar dan paling jelas. Ini adalah prasangka yang wajib dilakukan tatkala seorang Mukmin mendengar saudaranya seiman tertimpa tuduhan semacam ini, menjauhkannya dari lisannya dan mendustakan orang yang telah melontarkan itu.
Tafsir Al-Wajiz
12. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan mengapa tidak berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".