Surah An-Nahl : Ayat 119
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian ketahuilah, wahai nabi, sesungguhnya tuhan-Mu selalu membuka pintu ampunan bagi orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan dan kecerobohan mereka, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki dirinya dengan meninggalkan perbuatan dosa sembari mengerjakan amal saleh, sungguh, tuhanmu setelah itu, yakni setelah mereka tobat, benar-benar maha pengampun, maha penyayangayat ini dan ayat-ayat berikutnya menjelaskan keteladanan nabi ibrahim yang selalu patuh kepada Allah dan mengikuti tuntunan-Nya. Sungguh, ibrahim adalah seorang imam, pemimpin, dan sosok panutan bagi umat-umat sesudahnya. Ia patuh kepada Allah dan mempunyai sifat hanif, yakni memegang teguh dan melaksanakan kebenaran, dan dia sejak dahulu dan secara terus-menerus bukanlah termasuk orang musyrik. Ia tidak pernah sekalipun menyekutukan Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 118-119 Setelah Allah SWT menyebutkan bahwa Dia mengharamkan atas kita bangkai, darah, daging babi, dan hewan ternak yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Sesungguhnya Allah memberikan keringanan pada hal itu, dalam keadaan darurat. Dalam hal itu mengandung keluasan bagi umat ini yang mana Allah menghendaki untuk mereka kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan. Allah SWT menyebutkan apa yang dahulu Dia haramkan atas orang-orang Yahudi dalam syariat mereka, sebelum diinasakh. Di dalamnya terdapat belenggu-belenggu, kesempitan, dan beban-beban yang memberatkan. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu) yaitu dalam surah Al-An'am berupa firmanNya: (Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku: dan dari sapi dan domba. Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya) (Surah Al-An'am: 146) Oleh karena itu Allah berfirman di sini (dan Kami tiada menganiaya mereka) yaitu apa yang Kami sempitkan atas mereka (tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) mereka berhak untuk mendapatkan hal itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah (160)) (Surah An-Nisa’) Kemudian Allah SWT memberitahukan kemuliaan dan kelapanganNya terhadap orang-orang mukmin yang durhaka, bahwa siapa saja di antara mereka yang bertaubat kepada Allah, Maka Allah berfirman: (Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan) Sebagian ulama salaf berkata bahwa setiap orang yang berbuat durhaka, maka dia adalah orang yang bodoh. (kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya)) yaitu, mereka berhenti dari perbuatan-perbuatan maksiat dan mulai melakukan amal-amal ketaatan (sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu yaitu perbuatan itu (benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Tafsir As-Sa'di
119. Ini merupakan anjuran bagi para hamba untuk bertaubat kepada Allah dan ajakan bagi mereka untuk kembali (kepada Allah). Dia mengabarkan bahwa siapa saja yang berbuat keburukan, “karena kebodohannya,” maksudnya bodoh pada akibat buruk yang akan dia petik, meskipun dia sengaja melakukannya, maka sesungguhnya pasti ilmu yang ada di dalam hatinya berkurang saat berbuat dosa. Bila dia bertaubat dan memperbaiki diri, dengan meninggalkan dosa dan menyesalinya serta memperbaiki amalnya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuninya dan merahmatinya serta menerima taubatnya dan mengembalikan dirinya kepada keadaan semula atau lebih tinggi.
Tafsir Al-Wajiz
119. Wahai Nabi, sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Pengampun bagi orang-orang yang berbuat syirik dan maksiat karena ketidaktahuan mereka terhadap akibatnya, kemudian mereka bertaubat setelah berbuat keburukan dan memperbaiki amal-amal buruk dan niat mereka yang kotor. Sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi orang yang bertaubat dari dosa dan kesalahan, sehingga mereka tidak disalahkan atas perbuatan sebelum bertaubat