Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan orang kafir tidak akan mendatangkan kebaikan karena tidak dilandasi keimanan, maka pada ayat ini Allah memperingatkan umat islam agar tidak menjadikan orang kafir sebagai orang kepercayaan, karena mereka akan berkhianat. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu, yaitu orang-orang yang tidak beriman atau beriman tidak secara benar seperti orang-orang munafik, sebagai teman kepercayaanmu, sehingga kamu membocorkan rahasiamu, karena mereka tidak henti-hentinya menyusahkan dan menimbulkan kemudaratan atas kamu. Mereka berbuat itu karena mengharapkan kehancuranmu yang diawali dengan perpecahan dan bercerai-berai. Beginilah kamu, wahai umat islam! kamu salah telah menyukai mereka lantaran sikap manis mereka yang pura-pura, padahal mereka tidak menyukaimu karena agama dan pandangan hidupmu tidak sama dengan mereka, dan kamu beriman kepada semua kitab termasuk kitab yang diturunkan kepada nabi mereka, padahal mereka beriman hanya kepada sebagian isi kitab yang diturunkan kepada nabi mereka dan mengingkari kerasulan nabi Muhammad dan kebenaran Al-Qur'an. Apabila sebagian dari mereka berjumpa kamu, mereka berkata, kami beriman, padahal ucapan itu hanya untuk menipu kamu. Hal tersebut terbukti apabila mereka menyendiri berada di belakangmu dan jauh dari kamu, mereka menggigit ujung jari karena marah yang mencapai puncaknya dan disertai rasa benci kepadamu karena kamu beriman kepada Allah dan kerasulan nabi Muhammad. Mereka berharap agar nikmat iman itu lenyap dari kamu. Katakanlah kepada mereka, matilah kamu karena kemarahanmu itu, yaitu marahlah dan bencilah kami sampai kamu mati! sungguh, Allah maha mengetahui segala isi hati, mengetahui kebencianmu, kemarahanmu, kedengkianmu dan kebohonganmu kepada kami.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 118-120 Allah SWT berfirman sembari melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk menjadikan orang-orang munafik sebagai teman akrab, yaitu membiarkan mereka mengetahui rahasia-rahasia orang mukmin yang bisa digunakan oleh musuh-musuh mereka. Orang-orang munafik dengan segala usaha dan upaya tidak akan henti-hentinya untuk merugikan orang-orang beriman, yaitu mereka akan berusaha bertentangan dan berusaha membahayakan mereka dengan segala kemungkinan, dan melakukan tipu daya untuk mencelakakan mereka. Mereka menginginkan sesuatu yang membuat orang-orang mukmin merasa tertekan dan terganggu. Firman Allah SWT, (janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu) yaitu golongan lain dari golongan agama lain, dan teman kepercayaan seseorang terhadap oerang lain seperti keluarganya yang mengetahui rahasia-rahasia perkaranya. Imam Bukhari meriwayatkan hal ini. Diriwayatkan dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi dan mengangkat seorang khalifah melainkan dia mempunyai dua orang kepercayaan: satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada yang makruf, dan satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada kejahatan. Orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah " Diriwayatkan dari Abu Dahqanah, dia berkata, "Dikatakan kepada Umar bin Khattab, “Sesungguhnya disini ada anak dari golongan Nasrani yang hafal kitab, maka mungkin kamu bisa menjadikannya penulis” Umar berkata, “Sungguh jika aku mengambilnya, maka aku menjadikan orang kepercayaan selain orang-orang beriman." Dalam riwayat dan ayat ini terdapat dalil bahwa orang-orang yang ditegur maka tidak boleh dimintai pertolongan untuk menulis yang di dalamnya terdapat rahasia-rahasia orang muslim dan dalam urusannya yang bisa membahayakan mereka jika terungkap kepada musuh-musuh Islam dalam peperangan.Oleh karena itu Allah SWT berfirman (mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu) Kemudian Allah SWT berfirman, (Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi) sungguh telah terlihat di banyak wajah mereka, jadi ujaran kebencian keluar dari lisan-lisan tidak berguna mereka, dengan yang ada dalam hati mereka berupa kebencian terhadap Islam dan orangpara pemeluknya. Hal yang semacam itu tidak dapat disembunyikan bagi orang yang bijaksana dan berakal. Oleh karena itu Allah berfirman, (Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya) Firman Allah SWT, (Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu) yaitu hai orang-orang yang beriman, kalian mencintai orang-orang munafik karena apa yang mereka tunjukkan kepada kalian berupa keimanan, sehingga kalian mencintai mereka karena itu. Adapun mereka tidak mencintai kalian baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu kalian tidak ragu-ragu dalam mengimani kepada kitab-kitab tersebut, sedangkan mereka memiliki keraguan, kebimbangan, dan ketidakpastian. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengatakan, (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu terhadap kitab kalian, kitab mereka, dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Adapun mereka ingkar terhadap kitab kalian sehingga kalian lebih berhak membenci mereka daripada mereka membenci kalian. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, (Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu) “Al-Anamil" adalah ujung-ujung jari. Ini adalah yang dikatakan Qatadah. Seorang penyair berkata: Aku ingin dari kalian berdua, yaitu sesuatu yang mencapai tenggorokanku, dan apa yang dipegang oleh sepuluh jari tanganku. Ibnu Mas'ud, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata, “Al-Anamil” adalah jari-jari tangan. Ini adalah perkara orang-orang munafik. Mereka menampakkan iman dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin, tetapi di dalam hati mereka sesuatu yang bertentangan. Seperti Allah SWT berfirman: (mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu” Ini adalah kemarahan dan kebencian yang paling mendalam. Allah SWT berfirman, (Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu bagaimana kalian dengki terhadap orang-orang mukmin dan marah karena hal itu. Maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah menyempurnakan nikmatNya kepada hamba-hambaNya yang beriman, memantapkan agamaNya, meninggikan kalimat-kalimatNya, dan menampakkan agamaNya. Maka matilah kalian dalam kemarahan kalian (Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu Dia Maha Mengetahui apa yang terkandung dalam hati kalian, dan yang tersembunyi berupa rahasia-rahasia kalian berupa kemarahan, kedengkian, dan dendam terhadap orang-orang mukmin. Itu adalah kiasan bagi kalian di dunia, dimana kalian menampakkan sesuatu yang kalian harapkan. Di akhirat, kalian diberi azab yang dahsyat di neraka dan kalian kekal di dalamnya, sehingga tidak ada jalan keluar bagi kalian dari sana. Kemudian Allah SWT berkata, (Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya) Ini adalah bukti yang menunjukkan atas dahsyatnya permusuhan mereka terhadap orang-orang mukmin. Ketika orang mukmin meraih kemenangan, pertolongan, dan dukungan, serta mendapatkan banyak bantuan, hal itu menyakiti orang munafik. Ketika orang-orang mukmin mengalami kesulitan, atau kekalahan dari musuh mereka, dimana dalam hal tersebut terdapat hikmah Allah SWT (sebagaimana yang terjadi pada perang Uhud) orang-orang munafik merasa gembira. Allah SWT berfirman seraya memberitahu kepada hamba-hambaNya (Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan) Allah SWT membimbing mereka agar selamat dari kejahatan orang-orang yang berbuat jahat dan usaha orang yang berbuat dosa dengan sabar, takwa, dan tawakal kepada Allah, Dzat yang meliputi muruh-musuh mereka. Maka, tidak ada daya dan upaya bagi mereka kecuali dengan izinNya. Dialah Dzat yang membuat sesuatu ada jika Dia berkehendak, dan tidak ada jika Dia tidak berkehendak, serta sesuatu tidak aakn terjadi kecuali dengan kausa dan kehendakNya. Cukuplah berserah diri kepadaNya. Kemudian Allah SWT menentukan syariat dalam mengisahkan perang Uhud dan apa yang terjadi di dalamnya, berupa ujian bagi hamba-hambaNya yang beriman, dan memisahkan antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik serta menjelaskan kesabaran orang-orang yang bersabar. Kemudian Allah SWT berfirman
Tafsir As-Sa'di
118-119. Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-hambaNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena mereka “tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu.” Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibatkan kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Kebencian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka “adalah lebih besar lagi” daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka. Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para rasul. Kalian beriman kepada semua rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang diturunkan olehNYa, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, “mereka berkata, ‘Kami beriman,’ dan apabila mereka menyendiri” bersama fdengan kelompok mereka sendiri, “mereka mengigit ujung jari” disebabkan karena kemarahan yang besar dan kebencian mereka terhadap kalian dan agama kalian. Allah berfirman, “katakanlah (kepada mereka), ‘Matilah kamu karena kemarahan itu’.” Maksudnya, kalian akan menyaksikan kemuliaan Islam dan kehinaan kufur yang akan membuat kalian mendapatkan keburukan, dan kalian meninggal disebabkan amarah kalian sehingga kalian tidak mendapatkan penawar untuknya seperti yang kalian inginkan. “sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.” Karena itu allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang Mukmin apa yang dikandung oleh hati musuh-musuh agama dari orang-orang kafir dan munafik.