Surah Asy-Syu'ara : Ayat 117
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ
"Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;"
Tafsir Ringkas Kemenag
117. Dia, nabi nuh, berkata, 'ya tuhanku sungguh kaumku telah mendustakan aku. Mereka telah memilih jalan kesesatan, padahal aku, se-suai dengan perintah-Mu, telah mengajak mereka dengan baik-baik, siang dan malam, selama ratusan tahun, untuk kembali ke jalan-Mu. "118. "maka berilah keputusan antara aku dengan mereka wahai tuhanku, di tangan-Mu-lah nasib mereka dan aku memohon kepada-Mu, selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku dari siksaan-Mu yang akan engkau timpakan kepada kaumku. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 116-122 Setelah nabi Nuh tinggal lama di antara mereka seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah malam dan siang, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, dan setiapkali nabi Nuh menyeru mereka untuk menyembah Allah, maka mereka semakin bertekad kekafirannya dan semakin keras penolakannya. Lalu akhirnya mereka berkata: (Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti, hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam (116)) yaitu sungguh jika kamu tidak mau berhenti dari seruanmu kepada agamamu itu (niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam) yaitu, sungguh kami akan merajammu. Maka pada saat itu nabi Nuh berdoa kepada Allah untuk mereka, yaitu doa yang dikabulkan Allah SWT, dia berdoa (Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku" (118)). Sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain (Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku)" (10) Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah, (11) dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan (12) Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak (13) yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya) (14)) (Surah Al-Qamar) Dan di sini Allah SWT berfirman: (Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan (119) Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal (120)) Kata “Al-masyhun” adalah dipenuhi dengan muatan barang dan berbagai macam pasangan binatang yang dimuat di dalamnya, masing-masing jenis satu pasang. yaitu Kami menyelamatkan nabi Nuh dan semua pengikutnya dan Kami menenggelamkan semua orang yang ingkar kepadanya dan menentang perintahnya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (121) Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (122))
Tafsir As-Sa'di
117-118 sudah tidak diragukan lagi tatkala kezhaliman mereka memuncak dan kekufuran mereka semakin dahsyat, maka Nabi mereka mendoakan mereka dengan suatu doa yang pasti menimpa mereka, seraya berkata, “Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorangpun diantara orang-orang kafir itu tinggal diatas bumi,”(nuh:26) Sedangkan di sini dia mengatakan,”Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan anataku dan antara mereka,” maksudnya, binasakanlah orang yang membangkang kami, sedangkan dia tahu bahwa mereka adalah para pembangkang yang zhalim, maka dari itu dia berkata, “dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang beriman besertaku,”
Tafsir Al-Wajiz
117. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan dan menolak ajakanku;”