Surah Hud : Ayat 117
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
"Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sekali-kali tuhanmu yang membimbing dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, yakni membinasakan secara total dan menyeluruh, selama penduduknya negeri itu adalah orang-orang yang selalu berbuat kebaikan, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dan jika tuhanmu wahai nabi Muhammad yang membimbing dan memberiimu menghendaki, tentu dia jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, atau satu pendapat, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, melainkan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih'sebagai wujud keadilan Allah dalam memberikan pahala dan siksa. Meskipun Allah memberi mereka kebebasan memilih, mereka senantiasa tetap berselisih pendapat tentang kebenaran, lantaran mereka mengikuti hawa nafsunya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 116-117 Allah SWT berfirman,"Mengapa tidak ada dari umat-umat terdahulu orang-orang yang masih berbuat kebaikan yang melarang dari keburukan, kemunkaran, dan kerusakan di bumi di antara mereka. Firman Allah: (kecuali sebagian kecil) yaitu, ada di antara mereka dari perumpamaan ini, tetapi sedikit dan tidak banyak. Mereka adalah orang-orang yang diselamatkan Allah di kala murka dan azabNya datang secara tiba-tiba. Oleeh karena itu Allah memerintahkan kepada umat dimuliakan ini agar di antara mereka ada orang-orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung (104)) (Surah Ali Imran) Disebutkan dalam hadits,”Sesungguhnya manusia itu apabila melihat kemungkaran, lalu mereka tidak mencegahnya, maka dalam waktu yang dekat Allah menimpakan secara umum kepada mereka azabNya” Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka) Firman Allah: (dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka) yaitu, mereka terus mengerjakan kemaksiatan dan kemungkaran yang mereka lakukan, dan tidak tergerak untuk mengingkarinya. Mereka adalah orang-orang dikejutkan oleh azab (dan mereka adalah orang-orang yang berdosa) Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa tidak sekali-kali Dia membinasakan suatu penduduk kota melainkan jika penduduk kota itu zalim terhadap diri sendiri. Tidaklah azabNya datang atas suatu penduduk kota yang berbuat baik, kecuali jika mereka berbuat zalim. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) (Surah Hud: 101)
Tafsir As-Sa'di
117 maksudnya, Allah tidak patut membinasakan sebuah negeri secara zhalim, padahal mereka itu “berbuat kebaikan” yakni mereka berjalan diatas kebaikan dengan terus menerus, maka Allah tidak patut membinasakannya kecuali jika mereka berbuat zhalim dan hujjah Allah telah tegak atasnya. Bisa jadi maknanya adalah bahwa Allah tidak akan membinasakan negeri karena kezhalimannya dahulu, jika mereka bertaubat dan memperbaiki amal perbuatannya, karena Allah memaafkan mereka dan menghapus kezhaliman mereka yang telah lalu.
Tafsir Al-Wajiz
117. Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan penduduk suatu negeri dengan semena-mena, sedangkan mereka baik dalam mengerjakan amal agama dan dunia, berupa keimanan dan ibadah muamalah.