Surah Asy-Syu'ara : Ayat 115
إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

"Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan”."

Tafsir Ringkas Kemenag
115. Aku, nabi nuh, ini hanyalah pemberi peringatan yang jelas terhadap mereka yang selalu berdusta kepadaku, bahwa nasib mereka pastilah akan jelek. 116. Mendengar jawaban nabi nuh yang demikian tegas dan masuk akal, kaumnya mengintimidasinya. Mereka berkata, 'wahai nuh! sungguh, jika engkau tidak mau berhenti dari ajakanmu, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam yaitu dilempari batu sampai mati. ' demikianlah sikap orang-orang zalim pada setiap zaman. Mereka akan menggunakan kekuatan jika kalah dalam adu argumentasi. Mendengar ancaman kaumnya, nabi nuh mengadu kepada tuhannya:.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 111-115 Mereka berkata bahwa kami tidak beriman kepadamu dan tidak mengikutimu karena kami enggan dengan orang-orang hina yang mengikutimu dan membenarkanmu itu. Mereka adalah orang-orang yang dipandang hina di kalangan kami. Oleh karena itu: (Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” (111) Nuh menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? (112)) yaitu tidak ada sesuatu pun yang mengharuskanku agar mereka mengikutiku. Seandainya mereka berada dalam urusan yang biasa mereka lakukan, maka bukanlah suatu keharusan bagiku untuk mencari tahu tentang mereka. Sesungguhnya tugasku adalah menerima pembenaran mereka kepadaku dan aku serahkan rahasia mereka kepada Allah SWT (Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kalian menyadari (113) Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman (114)) Seakan-akan mereka meminta agar nabi Nuh mengusir orang-orang yang mereka anggap hina itu dari sisinya, lalu mereka mau mengikutinya. Tetapi nabi Nuh menolak permintaan mereka, dan berkata: (Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman (114) Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan” (115)) yaitu, sesungguhnya aku diutus sebagai pemberi peringatan. Maka barangsiapa yang taat kepadaku, mau mengikutiku, dan membenarkanku, maka dia termasuk golonganku dan aku merupakan bagian darinya, baik dia orang yang mulia maupun orang yang lemah, baik yang terhormat maupun yang hina
Tafsir As-Sa'di
112-115 lalu Nuh menjawab, ”bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Rabbku, kalau kamu menyadari,” maksudnya, amal perbuatan mereka dan perhitungannya adalah tanggung jawab Allah, sedangkan kewajibanku hanyalah menyampaikan (tabligh), dan biarkanlah mereka (jangan mencampuri urusan mereka). Jika ajaran yang aku bawa ini yang benar, maka tunduklah kepadanya, dan masing-masing mempunyai amal sendiri-sendiri. “dan aku tidak akan sekali-seklai mengusir orang-orang yang beriman,” seakan-akan mereka, (semoga Allah memperburuk mereka), menuntut kepada Nuh agar mengusir orang-orang yang beriman itu karena kesombongan dan kecongkakan mereka (kaum yang tidak beriman) agar mereka mau beriamn. Maka Nuh mengatakan,”dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman,” sebab mereka tidak berhak diusir dan dihina, melainkan mereka lebih berhak dihormati, baik dengan perkataan maupun perbuatan, sebagaimana difirmankan oleh Allah, "Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah,’semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu.’ Rabbmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang,” (al-an’am:54) “tidaklah aku (ini) melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan,” maksudnya, aku ini hanyalah seorang pemberi peringatan dan penyampai drai Allah dan seorang yang bersungguh-sungguh di dalam memberikan nasihat kepada manusia, dan aku tidak sama sekali tidak memilki urusan sedikitpun, karena sesungguhnya urusannya adalah milik Allah.
Tafsir Al-Wajiz
115. Aku ini hanya pemberi peringatan, yang menjelaskan tentang peringatan kepada manusia. Syarif dan wadli’ bermakna sama yaitu mulia"

Sumber tafsir dari tafsirweb.com