Surah Al-Anbiya : Ayat 112
قَٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

"(Muhammad) berkata: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan”."

Tafsir Ringkas Kemenag
112. Selama 13 tahun di mekah rasulullah bersikap diam tanpa perla-wanan menghadapi penindasan, pengusiran, pemboikotan dan rencana pembunuhan orang-orang kafir mekah kepada beliau dan para sahabat hingga akhirnya setelah hijrah ke madinah, dia, Muhammad, berkata dalam doanya kepada Allah, 'ya tuhanku, berilah keputusan dengan adil di antara kami dan orang-orang kafir itu supaya tampak kebenaran dan kebatilan. Dan, kami yakin, tuhan kami maha pengasih, kepada hamba-hamba-Nya; Allah tempat memohon segala pertolongan dalam menghadapi semua yang kamu katakan kepada kami, orang-orang beriman, secara bodoh, keji, dan tidak berdasar tentang Allah, malaikat, Al-Qur'an, rasulullah, dan hidup sesudah mati. '1. Ayat ini mengimbau agar manusia mawas diri serta menjaga diri-Nya dari azab Allah pada hari kiamat dengan beriman dan bertakwa. Wahai manusia! saatnya kamu menyimak pesan Allah, bertakwalah kepada tuhanmu dengan beriman dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya; sungguh, meskipun kamu belum meng-alami, guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar, menyebabkan manusia takut, panik dan tak tahu harus berbuat apa.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 108-112 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW agar berkata kepada orang-orang musyrik (Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah bahwasanya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa. Maka hendaklah kalian berserah diri (kepada-Nya)) yaitu mengikuti hal itu, berserah diri dan taat kepadaNya (Jika mereka berpaling) yaitu meninggalkan apa yang kamu serukan kepada mereka (maka katakanlah, "Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian hal yang sama”) yaitu, aku beritahukan kepada kalian bahwa aku adalah musuh kalian sebagaimana kalian adalah musuhku, dan aku berlepas diri dari kalian sebagaimana kalian berlepas diri dariku. Sebagaimana firmanNya: (Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku, dan bagi kalian pekerjaan kalian. Kalian berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan, dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan” (41)) (Surah Yunus) dan (Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang sama) (Surah Al-Anfal: 58) yaitu agar pengetahuanmu dan mereka terkait dengan perjanjian itu sama. Demikian di sini: (Jika mereka berpaling, maka katakanlah, "Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian hal yang sama”) yaitu, aku telah memberitahukan kepada kalian bahwa aku berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri dariku, karena aku mengetahui hal itu. Firman Allah: ("dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat atau masih jauh”) yaitu pasti terjadi, tetapi aku tidak mengetahui apakah sudah dekat atau masih jauh (Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kalian ucapkan) dengan terang-terangan, dan Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan (110)) yaitu sesungguhnya Allah mengetahui semua yang ghaib dan mengetahui semua yang ditampakkan dan yang disembunyikan. Dia mengetahui semua yang tampak dan yang tersembunyi dalam hati, Dia mengetahui semua rahasia dan yang tersembunyi. Dia juga mengetahui apa yang dilakukan para hambaNya secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Dia akan membalas mereka atas perbuatan mereka, baik yang kecil maupun besar. Firman Allah: (Dan aku tidak mengetahui, boleh jadi hal itu cobaan bagi kalian dan kesenangan sampai kepada suatu waktu (111)) yaitu, saya tidak mengetahui barangkali hal itu sebagai cobaan bagi kalian dan kesenangan sampai waktu tertentu. Ibnu Jarir berkata, barangkali penangguhan siksa itu bagi kalian merupakan cobaan dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan. ((Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil”) yaitu berilah keputusan di antara kami dan kaum kami yang mendustakan kebenaran. Firman Allah: ("Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan­Nya terhadap apa yang kalian katakan") yaitu terhadap apa yang kalian katakan dan buat-buat berupa kedustaan, serta kalian membuar beragam kebohongan. Dan hanya Allah yang dimintai pertolongan terhadap apa yang kalian lakukan itu. Segala puji bagi Allah.
Tafsir As-Sa'di
112. “(Muhammad) berkata, ‘Ya Rabbku, berilah keputusan dengan adil’,” yaitu antara kita dan kaum kafirin. Lalu Allah mengabulkan permohonan doa ini. Allah menetapkan keputusan hukuman bagi mereka di dunia sebelum di akhirat, dalam bentuk siksaan yang Allah timpakan kepada kaum kafirin, seperti (kekalahan dalam) peperangan badr dan lainnya. “Dan Rabb kami ialah Rabb Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu katakana,” kami memohon ar-Rahman dan memohon pertolongan kepadaNya atas apa kalian deskripsikan, seperti ucapan kalian, “Kami akan mengalahkan kalian, agama kalian akan meredup!” Dalam masalah ini, kami tidak silau dengan kekuatan kami, dan tidak akan bergantung kepada daya dan kekuatan pribadi. Kami hanyalah memohon pertolongan kepada ar-Rahman yang ubun-ubun setiiap makhluk berada di tanganNya. Kami berharap kepadaNya agar sudi menyempurnakan suatu pertolongan yang kami mohonkan kepadaNya dari sebagian rahmatNya. Allah telah mewujudkannya. Segala puji bagiNya.
Tafsir Al-Wajiz
112. Setelah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya dan didustakan oleh mereka, Nabi SAW bersabda: “Wahai Tuhanku, tentukanlah hukum antara aku dan para pendusta itu, yaitu penduduk Mekah dengan hukum yang haq dan adil di sisiMu. Dan Tuhan Kami itu Maha Pengasih bagi hamba-hambaNya, dan dimintai pertolongan atas apa yang kalian ucapkan berupa kebohongan dan kepalsuan”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com