Surah Asy-Syu'ara : Ayat 111
۞ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ
"Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?”."
Tafsir Ringkas Kemenag
111. Mereka berkata, 'apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina'' pengikut nabi nuh ba-Nyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu. 112. Mendengar ejekan kaumnya, dia, yakni nabi nuh, menjawab, 'tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka orang-orang yang hina dina itu kerjakan. Aku hanya mengetahui hal-hal yang lahir saja dari mereka saja.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 111-115 Mereka berkata bahwa kami tidak beriman kepadamu dan tidak mengikutimu karena kami enggan dengan orang-orang hina yang mengikutimu dan membenarkanmu itu. Mereka adalah orang-orang yang dipandang hina di kalangan kami. Oleh karena itu: (Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” (111) Nuh menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? (112)) yaitu tidak ada sesuatu pun yang mengharuskanku agar mereka mengikutiku. Seandainya mereka berada dalam urusan yang biasa mereka lakukan, maka bukanlah suatu keharusan bagiku untuk mencari tahu tentang mereka. Sesungguhnya tugasku adalah menerima pembenaran mereka kepadaku dan aku serahkan rahasia mereka kepada Allah SWT (Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kalian menyadari (113) Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman (114)) Seakan-akan mereka meminta agar nabi Nuh mengusir orang-orang yang mereka anggap hina itu dari sisinya, lalu mereka mau mengikutinya. Tetapi nabi Nuh menolak permintaan mereka, dan berkata: (Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman (114) Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan” (115)) yaitu, sesungguhnya aku diutus sebagai pemberi peringatan. Maka barangsiapa yang taat kepadaku, mau mengikutiku, dan membenarkanku, maka dia termasuk golonganku dan aku merupakan bagian darinya, baik dia orang yang mulia maupun orang yang lemah, baik yang terhormat maupun yang hina
Tafsir As-Sa'di
111 maka mereka berkata sebagai jawaban terhadap dakwahnya dan penolakan terhadapnya dengan sesuatu yang tidak layak untuk dijadikan sebagai penolakan, ”apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu oalah orang-orang hina?” maksudnya, bagaimana mungkin kami akan mengikutimu sedangkan kami tidak melihat para pengikutmu melainkan orang-orang hina, rendah dan samaph masyarakat. Dengan ini dapat diketahui kesombongan mereka terhadap kebenaran dan kebodohan mereka terhadap kenyataan. Sebab, sesungguhnya kalau saja tujuan mereka adalah kebenaran tentu mereka akan mengatakan, (kalau seandainya memiliki rasa ketidakjelasan dan keraguan terhadap dakwahnya), ”jelaskanlah kepada kami kebenaran apa yang engkau ajarkan ini dengan cara-cara yang bisa mengantarkan kepadanya!” kalau seandainya mereka mengamati dengan sebenar-benarnya, tentu mereka mengetahui bahwa para pengikutnya adalah orang-orang yang mulia, sebaik-baik manusia, orang-orang yang memiliki akal yang matang dan akhlak mulia, dan bahwa sebenarnya orang-orang yang hina adalah mereka yang fungsi akalnya dicabut hingaa menganggap baik penyembahan terhadap batu-batu, rela sujud dan berdoa kepadnya, serta enggan tunduk kepada dakwah para rasul yang mulia. Hanya dengan (mengetahui tema) pembicaraan batil yang diungkapkan oleh salah satu dari dua pendebat itu, maka sangat mudah diketahui rusaknya pembicaraan itu, dan akal sudah bisa memastikan kebenaran kliam lawannya. Maka tatkala kita telah mendengar tentang kaum Nuh, yaitu bahwa mereka telah berkata di dalam penolakan mereka terhadap dakwah Nuh, “apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang hina?” di mana mereka berpegang kepada prinsip yang setiap orang mengetahui ketidakbenarannya dalam penolakannya terahadp dakwah Nuh, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang sesat lagi salah, sekalipun kita belum menyaksikan bukti-bukti (mukjizat) dari Nuh dan dakwahnya yang mengindikasikan kepastian dan keyakinan akan kejujurannya dan kebenaran ajaran yang dibawanya.
Tafsir Al-Wajiz
111. Kaum Nuh berkata: “Bagaimana bisa kami mengikuti dan membenarkanmu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang rendahan dari golongan orang fakir, orang lemah dan para pengrajin?!”