Surah Al-Munafiqun : Ayat 11
وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktu kematiannya telah datang dengan memperpanjang hidupnya. Dan Allah mahateliti dengan cermat tentang apa yang kamu kerjakan. 1. Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan demikian juga apa yang ada di bumi, daratan, lautan, gunung, lembah, hewan, dan tumbuh-tumbuhan; seluruhnya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan cara masing-masing; milik-Nya semua kerajaan, kekuasaan, dan kewenangan yang tiada terbatas, dan bagi-Nya pula segala puji yang sempurna; dan dia mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang tak terbatas, tetapi tidak sewenang-wenang.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-11 Allah SWT berfirman memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman untuk banyak berdzikir mengingatNya, dan melarang mereka menyibukkan diri dengan harta dan anak-anak sehingga melupakannya. dan memberitahukan kepada mereka bahwa barang siapa yang terlena dengan kesenangan dan perhiasan dunia sehingga melupakan ketaatan kepada Tuhannya dan mengingatNya, maka sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang merugi, yang merugikan diri sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Kemudian Allah SWT menganjurkan mereka untuk berinfak di jalan ketaatan kepadaNya. Maka Allah berfirman: (Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata,"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh” (10)) Setiap orang yang melalaikan kewajiban pasti akan menyesal di saat sekarat, dan meminta agar usianya diperpanjang sekalipun hanya sebentar untuk bertaubat dan menyusul apa yang dia lewatkan. Apa yang terjadi sudah terjadi dan apa yang datang sudah datang, masing-masing orang akan menyesali kelalaiannya. Adapun orang-orang kafir, maka sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan), "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?” (44)) (Surah Ibrahim) Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (11)) yaitu tidak memberi tangguh kepada seorangpun jika ajalnya datang. Dan Dia mengetahui orang yang berkata dengan sejujurnya dalam permintaannya dari kalangan orang-orang yang seandainya dikembalikan akan mengulangi kejahatan yang sebelumnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan)
Tafsir As-Sa'di
11. Ini adalah permintaan dan harapan hampa yang waktunya telah berlalu dan tidak mungkin bisa dilakukan. Karena itu Allah berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya” yang telah dipastikan, “Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” yang baik dan yang buruk. Allah akan membalas kalian berdasarkan pengetahuanNya tentang niat dan amal kalian.
Tafsir Al-Wajiz
11. Allah tidak akan menangguhkan kematian seseorang jika ajalnya yang termaktub sudah datang dan umurnya telah berakhir. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tidak ada satupun yang dapat tersembunyi dariNya, maka Dia akan membalas kalian sesuai perbuatan kalian. Tirmidzi dan Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulallah SAW bersabda: “Barangsiapa memiliki harta yang cukup untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah atau menunaikan zakat dan dia belum menggunakannya untuk hal itu, maka dia akan meminta agar dikembailikan kehidupannya (untuk melaksanakan hal itu) ketika kematian (datang)”, lalu seorang laki-laki berkata: “Wahai Ibnu Abbas, bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya orang yang meminta dikembalikan (hidupnya) itu hanyalah orang kafir” Lalu Ibnu Abbas berkata: ”Aku akan membacakan ayat Al-Qur’an untuk kalian tentang hal itu {Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa tulhikum …}