Surah As-Saffat : Ayat 11
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍۭ
"Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat."
Tafsir Ringkas Kemenag
Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, 'apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya'' sesungguhnya kami telah menciptakan nabi adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat. 12. Wahai nabi Muhammad, bahkan engkau menjadi heran atas keingkaran mereka terhadap risalahmu, hari kebangkitan, dan kekuasaan Allah, dan mereka menghinakan engkau karena keherananmu itu dan mereka pun menyepelekan hari kebangkitan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-19 Allah Swt. berfirman, "Tanyakanlah kepada orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, manakah yang lebih kuat kejadiannya, mereka ataukah langit, bumi dan segala sesuatu yang ada pada keduanya, yaitu para malaikat, setan, dan makhluk-makhluk yang besar-besar?" Ibnu Mas'ud membacanya dengan bacaan (am man adadna) karena sesungguhnya mereka mengakui bahwa semua makhluk itu lebih kuat kejadiannya daripada mereka. Apabila kenyataannya demikian, lalu mengapa mereka mengingkari hari kebangkitan? Padahal mereka menyaksikan hal-hal yang lebih besar daripada apa yang mereka ingkari?, Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar, daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (57)) (Surah Ghafir) Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka diciptakan dari sesuatu yang lemah. Jadi Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat) Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan Adh-Dhahhak berkata, bahwa itu adalah tanah liat yang baik yang sebagiannya dapat disatukan dengan sebagian lain. Ibnu Abbas dan, Ikrimah berkata bahwa itu adalah tanah liat yang licin dan baik. Qatadah berkata bahwa itu adalah tanah liat yang menempel di tangan. Firman Allah SWT: (Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu (12)) yaitu bahkan kamu wahai Muhammad merasa heran terhadap kedustaan orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, padahal kamu percaya dan membenarkan hal-hal menakjubkan yang diberitahukan Allah SWT, yaitu kembalinyatubuh-tubuh setelah matinya. Mereka itu berbeda dengan perkaramu, karena sangat mendustakan hal itu sehingga mereka memperolok-olok apa yang kamu beritahukan kepada mereka tentang hal itu. Qatadah berkata bahwa nabi Muhammad SAW merasa heran dan orang-orang yang tersesat menghinakannya (Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda) yaitu dalil yang jelas yang menunjukkan kepada hal itu (mereka sangat menghinakan) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa mereka memperolok-oloknya (Dan mereka berkata, "Ini tiada lain adalah sihir yang nyata” (15)) yaitu, sesungguhnya yang kaamu sampaikan ini tidak lain hanya sihir yang nyata ("Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)? (16) Dan apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?" (17)) Mereka menganggap mustahil dan mendustakannya (Katakanlah, "Ya, dan kamu akan terhina” (18)) yaitu, katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad, bahwa benar kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat setelah kalian menjadi tanah dan tulang belulang, (sedangkan saat itu kalian dalam keadaan terhina) yaitu dalam keadaan hina di bawah kekuasaan yang Maha besar, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri) (Surah An-Naml: 87) dan (Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina) (Surah Ghafir: 60) Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka melihatnya (19)) yaitu sesungguhnya hal itu hanya satu perintah dari Allah SWT. Dia menyeru mereka sekali agar mereka keluar dari bumu, maka serta merta mereka berdiri di hadapanNya seraya melihat kengerian yang terjadi di hari kiamat.
Tafsir As-Sa'di
11. setelah Allah menjelaskan makhuk-makhluk agung tersebut, Dia berfirman, ”maka tanyakanlah kepada mereka,” maksudnya, tanyakanlah (olehmu wahai Muhammad) kepada orang-orang yang mengingkari penciptaan sesudah mereka setelah kematiannya “apakah mereka lebih kukuh kejadiannya?” yakni, dalam pengadaan setelah kematian mereka, menjadi makhluk yang lebih kuat dan lebih berat, ”ataukah apa yang telah kami ciptakan,” diantara makhluk-makhluk ini? Maka mereka harus mengakui (meyakini) bahwa penciptaan langit dan umi itu lebih besar dari pada manusia. Maka mestilah mereka mengakui adanya kebangkitan. Bahkan kalau mereka kembali kepada diri mereka, sendiri dan merenungkannya, tentu mereka mengetahui bahwa permulaan penciptaan mereka dari tanah liat lebih sulit –saat direnungkan- daripada penciptaan mereka kembali sesudah mereka mati. Maka dari itu Allah berfirman “sesungguhnya kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.” Maksudnya,yang sangat kuat lagi keras. Ini seperti dalam firman Allah : ”dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” (al-hijr:26)
Tafsir Al-Wajiz
11. Maka tanyakanlah wahai rasulallah kepada orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan itu apakah mereka memiliki jasad paling kuat dan merupakan ciptaan paling bijaksana ataukah ciptaan kami dari golongan malaikat dan penduduk langit dan bumi? Sesungguhnya kami telah menciptakan ayah mereka, Adam dari tanah liat yang lengket dengan tangan. Pertanyaan itu sebagai bentuk pemberitahuan atau bahkan ejekan. Ucapan adalah cara awal untuk mengajak menuju Allah