Surah Al-Ahzab : Ayat 11
هُنَالِكَ ٱبْتُلِىَ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا۟ زِلْزَالًا شَدِيدًا
"Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat."
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang mukmin terpana melihat besarnya jumlah pasukan kafir. Di situlah orang-orang mukmin diuji dan sengaja digoncangkan hatinya dengan goncangan yang dahsyat agar terlihat jelas siapa di antara mereka yang benar-benar beriman dan siapa yang munafik. 12. Dan ingatlah ketika orang-orang munafik yang sengaja menyembu-nyikan kekafirannya dan orang-orang yang hatinya berpenyakit serta lemah imannya berkata, 'apa yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka. Dia pasti tidak akan mampu menolong pasukan mukmin. ' mereka berkata demikian karena mereka melihat jumlah pasukan kafir jauh lebih besar daripada pasukan mukmin.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-13 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang keadaan itu, yaitu ketika golongan yang bersekutu tinggal di sekitar Madinah, dan orang-orng muslim terkepung oleh mereka dalam keadaan yang sangat susah dan sulit. Rasulullah SAW ada di antara mereka; dan mereka mendapat ujian dan cobaan, serta diguncangkan oleh guncangan yang dahsyat. Maka pada saat itulah tampaklah kemunafikan dan orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit kemunafikan mengungkapkan apa yang ada pada diri mereka: (Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya” (12)) Adapun orang-orang munafik, mereka menampakkan kemunafikannya, dan orang-orang yang di dalam hatinya masih terdapat keraguan atau iman yang lemah, maka mereka menghela napas karena waswas yang ada pada dirinya dan keimannya yang masih lemah dalam menghadapi keadaan yang sangat sulit. Kaum lainnya berkata sebagaimana yang difirmankan Allah: (Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Hai penduduk Yatsrib") yaitu Madinah. Firman Allah SWT: (tidak ada tempat bagi kalian) yaitu di sini yaitu di sisi Nabi SAW (maka kembalilah kalian) ke rumah dan tempat tinggal kalian (Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang)) Yaitu mereka beralasan untuk kembali ke tempat tinggal mereka yang mana itu terbuka, yaitu tidak ada yang menghalang-halanginya dari serangan musuh, padahal mereka takut kepada musuh. Allah SWT berfirman: (Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka) yaitu tidaklah seperti yang mereka sangkakan (mereka tidak lain hanyalah hendak lari) yaitu, lari dari medan perang.
Tafsir As-Sa'di
9-11. Allah mengingatkan hamba-hambaNya yang beriman tentang nikmatNya kepada mereka dan mendorong mereka untuk mensyukurinya, yaitu ketika bala tentara negeri Makkah dan hijaz mendatangi mereka dari atas mereka, sedangkan bala tentara negeri Nejed dari arah bawah mereka; dan mereka pun bersepakat dan saling berjanji untuk menghabisi Rasul dan para sahabat. Dan ini terjadi dalam perang Khandaq, dan mereka didukung oleh beberapa kelompok kaum Yahudi yang berada di sekitar Madinah. Mereka pun datang dengan tentara yang sangat besar dan pasukan sekutu. Rasulullah pun membuat parit mengelilingi Madinah. Maka pasukan sekutu mengepung Madinah dan nkeadaan pun makin menjadi sangat genting, hati terasa menyesak ke tenggorokan hingga prasangka buruk dari banyak orang (kaum Mukminin) telah mencapai puncaknya saat mereka melihat keadaan yang sangat menjepit dan berbagai kesengsaraan bertubi-tubi. Pengepungan terhadap kota Madinah ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan keadaannya seperti yang dijelaskan oleh Allah, “dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu), dan hatimu naik menyesak samppai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka,” maksudnya, prasangka-prasangka buruk, yaitu bahwa Allah tidak akan menolong agamaNya dan tidak akan menyempurnakan kalimatNya, “di situlah orang-orang Mukmin dijuji,” dengan cobaan yang sangat berat, “dan digoncangkan dengan goncangan yang sangat,” dengan rasa takut, rasa gelisah dan kelaparan, agar iman mereka tampak dan keyakinan mereka bertambah. Maka benar-benar tampaklah, dengan segala puji bagi Allah, keimanan dan kuatnya keyakinan mereka yang membuat mereka mengungguli umat-umat terdahulu dan yang akan datang kemudian. Dan di saat kesempitan makin hebat dan kesengsaraan makin mencekik, maka iman mereka pun menjadi ainul yaqin. "Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan". (Al-Ahzab:22). Saat itulah kemunafikan kaum munafik menjadi jelas dan apa yang mereka sembunyikan selama ini menjadi nyata, Allah berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
11. Itulah cobaan yang diujikan kepada orang-orang mukmin dengan hal-hal yang berat seperti ketakutan kelaparan dan pengepungan agar dapat diketahui mana orang yang mukmin tapi munafik. Serta banyak diuji dengan ketakutan yang sangat, banyaknya musuh, dan pengepungan