Surah Al-Baqarah : Ayat 11
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
"Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan apabila dikatakan dan dinasihatkan kepada mereka, janganlah berbuat kerusakan di bumi, dengan melanggar nilai-nilai yang ditetapkan agama, menghalangi orang dari jalan Allah, menyebar fitnah, dan memicu konflik, mereka justru mengklaim bahwa diri mereka bersih dari perusakan dan tidak bermaksud melakukan kerusakan. Mereka menjawab, sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan. Itu semua akibat rasa bangga diri mereka yang berlebihan. Begitulah perilaku setiap perusak yang tertipu oleh dirinya: selalu merasa kerusakan yang dilakukannya sebagai kebaikan. Karena kelakuan mereka yang selalu menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran serta menganggap kerusakan mereka sebagai kebaikan, Allah mengingatkan orang-orang mukmin agar tidak tertipu dengan itu semua. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan. Diri mereka telah rusak karena keyakinan yang batil dan perbuatan yang jahat. Mereka pun telah merusak orang lain dengan menyebar fitnah dan memicu konflik di tengah masyarakat. Tetapi, karena hati yang telah tertutup dan rasa bangga diri yang berlebihan, mereka tidak menyadari kerusakan tersebut dan akibat buruk yang akan menimpa mereka oleh sebab kemunafikan.
Tafsir Ibnu Katsir
Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan" (11). Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (12) Dari Abu Al-Aliyah - tentang firman Allah SWT : (Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi") - dia berkata bahwa maknanya adalah: janganlah kalian berbuat maksiat di bumi, dan kerusakan yang mereka perbuat itu adalah perbuatan maksiat kepada Allah; karena siapa saja yang berbuat maksiat kepada Allah di bumi atau memerintahkan untuk berbuat maksiat kepada Allah, maka dia telah berbuat kerusakan di bumi; karena melakukan perbaikan kepada bumi dan langit itu dilakukan dengan melakukan ketaatan. Begitu juga yang dikatakan oleh Ar-Rabi' bin Anas dan Qatadah. Dari Salman Al-Farisi: (Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan") Salman berkata: "Orang yang disebutkan dalam ayat ini tidak melakukan sesuatu pada ayat setelahnya" Ibnu Abbas berkata: bahwa (Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan) itu maknanya: Sesungguhnya Kami menghendaki perbaikan antara dua kelompok yaitu orang-orang mukmin dan Ahli Kitab." Allah SWT berfirman, (Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar) maknanya yaitu, "Ingatlah sesungguhnya yang mereka yakini dan anggap sebagai perbaikan itu sebenarnya adalah kerusakan. Tapi karena kebodohan mereka, mereka tidak menyadari bahwa itu adalah kerusakan
Tafsir As-Sa'di
11. Maksudnya, apabila mereka (orang-orang munafik) dilarang berbuat kerusakan di atas bumi yaitu melakukan kekufuran dan kemaksiatan, dan di antara perbuatan itu adalah menyebarluaskan rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada musuh-musuh mereka dan memberikan loyalitas mereka (orang-orang munafik) itu kepada orang-orang kafir, ”mereka menjawab , ’sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan’.” Sehingga mereka mengumpulkan antara merusak di muka bumi dan sikap menampakkan bahwa itu bukanlah suatu tindakan pengrusakan, akan tetapi hal itu adalah perbaikan , sebagai suatu pemutarbalikan fakta dan penyatuan antara perbuatan batil dengan keyakinan bahwa hal itu benar. Mereka itu lebih besar kejahatannya daripada orang yang melakukan kemaksiatan dengan keyakinan akan keharamannya, maka yang terakhir ini lebih dekat kepada keselamatan dan lebih diharapkan untuk bertaubat. Dan ketika perkataan mereka, ”sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan “ ini adalah suatu pembatasan terhadap perbaikan hanya dari pihak mereka dan termasuk di dalamnya bahwa kaum Mukminin bukanlah dari orang-orang yang melakukan perbaikan, maka Allah membalikkan anggapan mereka dengan firmanNya,
Tafsir Al-Wajiz
Jika dikatakan kepada mereka: “Janganlah melakukan kerusakan di bumi dengan berbuat munafik, mengikuti kekafiran, dan mencerai-beraikan orang-orang mukmin!”, mereka akan mengaku bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan pembaruan