Surah Maryam : Ayat 11
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنَ ٱلْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ أَن سَبِّحُوا۟ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

"Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang."

Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar janji dan anugerah Allah, maka dia keluar dari mihrab tempatnya berdoa menuju kaumnya yang sudah lama menunggu, lalu dia memberi isyarat kepada mereka tanpa berbicara sepatah kata pun karena Allah telah menahan kemampuannya untuk berbicara. Dengan isyarat itu dia memberi pesan kepada kaumnya, 'bertasbihlah kamu kepada Allah dengan ketundukan hati dan ketulusan niat pada waktu pagi dan petang. '12. Usai menjelaskan tanda-tanda yang meyakinkan nabi zakaria tentang anugerah berupa anak yang diberi nama yahya, pada ayat ini Allah beralih menguraikan kejadian setelah anak ini dewasa. Allah berfirman, 'wahai yahya! ambillah dan pelajarilah kitab taurat itu. Pahami kandungannya dan laksanakan tuntunannya dengan sungguh-sungguh. ' kami telah mengajarinya isi taurat dan kami berikan hikmah kepadanya selagi dia masih kanak-kanak, sehingga saat dewasa ia telah paham betul kitab itu dan tidak pernah lalai dalam melaksanakannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 10-11 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Zakaria bahwa (Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”) yaitu tanda dan dalil atas datangnya apa yang Engkau janjikan kepadaku, agar jiwa dan hatiku tenang dengan apa yang Engkau janjikan. Sebagaimana yang dikatakan nabi Ibrahim: (Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati. Allah berfirman, "Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab, 'Aku telah menyakininya, tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)” (260)) (Surah Al-Baqarah) (Tuhan berfirman, "Tanda bagimu) yaitu tandamu (adalah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat) yaitu, hendaknya kamu menahan lisanmu dari berbicara selama tiga malam, dan kamu dalam keadaan sehat, tidak sakit dan tidak mengalami gangguan Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Wahb, As-Suddi, Qatadah dan lainnya berkata bahwa lisannya kaku bukan karena sakit, dan tidak pula karena gangguan. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa nabi Zakaria dapat membaca kitab dan bertasbih, dan tidak dapat berbicara dengan kaumnya kecuali dengan isyarat. Hal ini menunjukkan bahwa nabi Zakaria tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari tiga malam ini, (kecuali hanya dengan isyarat) yaitu isyarat Oleh karena itu Allah berfirman dalam ayat yang mulia ini: (Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya) yaitu mendapat berita gembira tentang anak laki-laki (lalu ia memberi isyarat kepada mereka) yaitu memberi isyarat secara samar dan cepat (hendaklah kalian bertasbih di waktu pagi dan petang) yaitu, mengikuti apa yang diperintahkan kepadanya dalam tiga hari itu. Penambahan amalnya adalah sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas apa yang diberikan kepadanya. Mujahid berkata tentang firmanNya: (lalu ia memberi isyarat kepada mereka) yaitu memberi isyarat. Pendapat ini dikatakan Wahb dan Qatadah.
Tafsir As-Sa'di
11. Maka, hati Zakaria menjadi tenang dan bersuka cita dengan kabar gembira ini. Dia pun taat kepada perintah Allah untuk bersyukur dengan cara beribadah kepadaNya dan selalu berdzikir. Zakaria berdiam diri di tempat ibadahnya dan keluar (menemui) kaumnya “lalu dia memberi isyarat kepada kaumnya,” yaitu dengan isyarat dank ode “hendaklah kalian bertasbih di waktu pagi dan petang,” karena kabar gembira dengan kedatangan Yahya bagi semua orang merupakan kemaslahatan agamis (bagi mereka).
Tafsir Al-Wajiz
11. Maka ia keluar dari mihrab menuju tempat shalat kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang, sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com