Surah Al-Isra : Ayat 11
وَيَدْعُ ٱلْإِنسَٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلْخَيْرِ ۖ وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ عَجُولًا

"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan manusia terkadang berdoa untuk kejahatan, seperti mengharapkan kematiannya, kematian anak dan keluarganya, atau untuk kehancuran harta bendanya dalam keadaan marah atau putus asa sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Allah menyatakan, dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. Sifat itulah yang menyebabkan manusia berdoa untuk kejahatan, tanpa disadari bahwa doanya itu jika dikabulkan akan membawa kerugian bagi dirinya. Oleh karena itu, janganlah tergesagesa di dalam mengambil keputusan. Dan kami jadikan malam dan siang dan silih bergantinya keduanya itu sebagai dua tanda untuk menunjukkan kekuasaan kami, lalu kami hapuskan tanda malam, kami hapus cahayanya sehingga terjadilah kegelapan dan engkau tidak dapat melihat segala sesuatu di sekitarmu, dan kami jadikan tanda siang itu terang, yakni kami jadikan siang dapat menerangi, sehingga kamu dapat melihat segala sesuatu di sekitarmu. Demikian itu agar kamu dapat mencari kurnia dari tuhanmu dengan melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi kehidupanmu. Dan agar dengan kehadiran malam dan siang itu kamu mengetahui bilangan tahuntahun dan perhitungan waktu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sebagai penutup, ayat ini menyatakan, dan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupanmu telah kami terangkan dengan jelas, tidak ada sesuatu yang terlewati agar menjadi pelajaran bagimu.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT memberitahukan tentang ketergesa-gesaan dan doa manusia yang dalam keadaan tertentu bagi dirinya, anaknya atau hartanya (untuk keburukan) yaitu kematian, kebinasaan, kehancuran, laknat dan hal lain semacam itu. Seandainya Allah mengabulkan doanya, maka binasalah dia karena doanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka) (Surah Yunus: 11). Demikian juga yang ditafsirkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah. Sesungguhnya yang mendorong anak cucu Adam melakukan hal itu karena kekhawatiran dan ketergesa-gesaannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa)
Tafsir As-Sa'di
11. Inilah salah satu bentuk kebodohan manusia dan sifatnya yang terburu-buru. Dia tergesa-gesa untuk berdoa bagi dirinya, anak dan hartanya dengan doa keburukan tatkala dia marah, sebagaimana dia (juga) bersegera dalam berdoa meminta kebaikan. Akan tetapi, Allah dengan sifat kelembutanNYa kepada para hamba, hanya mengabulkan doa kebaikan dan tidak mengabulkan doa keburukannya. "Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka." (Yunus:11).
Tafsir Al-Wajiz
11. Dan manusia berdoa untuk dirinya dan keluarganya dengan doa yang mengandung keburukan atau kemahdharatan ketika lelah dan marah, sebagaimana doanya yang mengandung kebaikan bagi dirinya dan keluarganya seperti meminta kemuliaan, harta dan kesehatan. Dan manusia itu tergesa-gesa dalam urusan-urusannya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com