Surah Hud : Ayat 11
إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
"kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Itulah sifat orang-orang sombong, ketika mendapat cobaan mereka putus asa, dan ketika selamat dari bencana mereka lupa kepada Allah, kecuali orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesulitan serta rida terhadap ketentuan Allah, dan mereka tetap istikamah dalam mengerjakan kebajikan baik ketika mereka dalam kesulitan maupun kelapangan hidup. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar di sisi Allah atas amal saleh yang mereka lakukan. Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang macam-macam tabiat manusia, maka pada ayat ini Allah menjelaskan tentang salah satu tabiat buruk manusia yaitu sombong. Di antara kesombongan orang-orang kafir adalah mendustakan kerasulan nabi Muhammad dan kebenaran kitab suci Al-Qur'an. Diriwayatkan oleh ibnu 'abba's, bahwa pemuka kafir mekah berkata kepada nabi Muhammad, jika betul-betul engkau utusan Allah, jadikanlah bukit-bukit mekah itu emas untuk kami, sebagian lain ada yang berkata, datangkan kepada kami para malaikat yang menyaksikan kenabianmu. Kemudian Allah meneguhkan hati nabi Muhammad seraya berfirman, maka boleh jadi engkau wahai nabi Muhammad hendak meninggalkan berdakwah untuk menyampaikan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu lantaran mereka mencemoohmu dan dadamu sempit, yakni sedih karenanya. Sehingga karena itu kamu takut mereka akan mengatakan, mengapa tidak diturunkan kepadanya harta kekayaan berupa emas permata, kebun, dan ternak yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dalam berdakwah, atau datang bersamanya malaikat yang ikut menjelaskan wahyu yang diturunkan dan memperkuat kenabianmu' sungguh, janganlah engkau merasa pesimis dan khawatir, karena engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu tentang urusan hamba-Nya, sehingga sedikit pun engkau wahai nabi Muhammad, tidak terpengaruh oleh ejekan mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-11 Allah SWT memberitahukan tentang manusia dan sifat-sifat tercela yang ada pada dirinya, kecuali orang yang dirahmati Allah dari hamba-hambaNya yang beriman, bahwa manusia itu ketika ditimpa penderitaan setelah mendapat nikmat, maka dia putus asa dan terputus dari kebaikan di masa yang akan datang, dan ingkar dan menyimpang dari keadaan sebelumnya. Seakan-akan dia tidak melihat kebaikan, dan tidak mengharapkan jalan keluar setelah itu. Demikian jika dia mendapat nikmat setelah kesengsaraan, (niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu dariku") yaitu berkata,”Tidak ada kesengsaraan dan keburukan lagi yang menimpaku setelah ini (sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga) yaitu senang dengan nikmat yang ada pada tangannya, lalu dia angkuh terhadap orang lain. Allah SWT berfirman. (kecuali orang-orang yang sabar) yaitu atas penderitaan dan sesuatu yang dibenci (dan mengerjakan amal-amal saleh) yaitu dalam keadaan sejahtera dan sehat (mereka itu beroleh ampunan) yaitu terhadap kemudharatan yang menimpa mereka (dan pahala yang besar) dengan apa yang telah mereka perbuat di waktu kesejahteraan mereka Allah berfirman (Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir (19) Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah(20) dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir (21) kecuali orang-orang yang melaksanakan salat (22)) (Surah Al-Ma’arij).
Tafsir As-Sa'di
11. ini adalah tabiat manusia itu sendiri, kecuali orang yang diberi taufik oleh Allah dan dikeluarkan dari pelaku buruk ini kepada perilaku baik, mereka itu adalah orang orang yang sabar pada saat sulit, mereka tidak berputus asa karena, pada saat senang, mereka tidak sombong dan mengamalkan amal shalih yang wajib dan dianjurkan ”mereka itu beroleh ampunan” atas dosa dosa mereka yang dengannya segala perkara yang dikhawatirkan lenyap dari mereka. ”dan pahala yang besar” Maksudnya beruntung dengan meraih surge yang penuh dengan kenikmatan yang di dalamnya ada apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata.
Tafsir Al-Wajiz
11. Kecuali orang-orang yang sabar terhadap bencana atas dasar ridho terhadap ketetapan Allah, dan senantiasa tetap mengerjakan amal-amal saleh; mereka itulah yang akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar atas amal baiknya