Tafsir Ringkas Kemenag
Ingatlah suatu peristiwa penting pada hari kiamat, ketika Allah mengumpulkan para rasul, sejak nabi adam hingga nabi Muhammad, lalu dia bertanya kepada mereka, apa jawaban atau tanggapan umat terhadap misi dakwah kamu sekalian' apakah mereka menanggapinya dengan iman atau dengan kufur' apakah dengan iman yang taat atau iman yang fasik' mereka, para rasul, menjawab, saat itu umat hadir guna menyaksikan tanya jawab ini, kami tidak tahu tentang itu setelah kami wafat. Sesungguhnya engkaulah sendiri yang maha mengetahui segala yang gaib, karena pengetahuan-Mu meliputi segala sesuatu. Pada ayat yang lalu telah dijelaskan bahwa Allah mengajukan pertanyaan kepada para rasul pada umumnya, bagaimana tanggapan umat terhadap misi kerasulan mereka. Pada ayat ini Allah berbicara di padang mahsyar dengan nabi isa. Ingatlah ketika Allah mengumpulkan para rasul pada hari kiamat, ketika itu Allah berfirman kepada nabi isa, wahai isa putra maryam! ingatlah nikmat-ku, yang telah dianugerahkan kepadamu dan kepada ibumu di dunia, sewaktu aku menguatkanmu, ketika ibumu mengandungmu, dengan kehadiran ruhulkudus, malaikat jibril yang meniupkan roh ke dalam rahim ibumu; juga ketika menguatkan engkau sehingga engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian, di luar adat kebiasaan; dan setelah dewasa sewaktu menyampaikan misi kerasulan, setelah jibril menyampaikan wahyu kepada kamu. Dan ingatlah ketika aku, melalui jibril, mengajarkan menulis kepadamu, juga mengajarkan hikmah, kearifan, taurat, yang diturunkan kepada nabi musa, dan injil yang berisi ajaran tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya. Dan ingatlah mukjizat yang diberikan kepadamu, ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-ku, karena engkau tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan-ku; kemudian engkau meniupnya, sehingga burung itu benar-benar hidup, lalu menjadi seekor burung yang sebenarnya, juga dengan seizin-ku. Dan ingatlah, mukjizat yang lain, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir yang secara lahiriah tidak mungkin sembuh; dan engkau juga dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, yang pada umumnya sulit disembuhkan, dengan seizin-ku. Dan ingatlah, kenikmatan-ku kepadamu, ketika engkau mengeluarkan orang mati dari sebuah kuburan tua yang sudah bertahuntahun mati menjadi hidup kembali, juga dengan seizin-ku. Dan ingatlah, kenikmatan yang sangat berharga, ketika aku menghalangi bani israil dari rencana mereka untuk membunuhmu, sewaktu engkau menyampaikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, berdasarkan wahyu tentang bukti-bukti kerasulan dengan beberapa mukjizat, lalu orangorang kafir di antara mereka berkata, dengan sombong, ini tidak lain, semua keanehan yang diperlihatkan isa kepada kita, hanyalah sihir yang nyata, bukan mukjizat atau bukti kebenaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat ini memberitahukan tentang apa yang difirmankan Allah kepada para rasul pada hari kiamat tentang jawaban dari umatnya masing-masing dimana para rasul diutus kepada mereka, Sebagaimana Allah SWT berfirman (Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka, dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (6)) (Surah Al-A'raf) dan (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93) (Surah Al-Hijr) Ucapan para rasul (Tidak ada pengetahuan kami) Mujahid, Hasan Al-Bashri, dan As-Suddi berkata, "Sesungguhnya mereka berkata demikian karena kengerian hari itu. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Ingatlah) hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaum kalian terhadap (seruan) kalian?” Para rasul menjawab, "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib”) Mereka berkata kepada Tuhannya, "Tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali pengetahuan yang Engkau lebih mengetahuinya daripada kami" Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, kemudian dia memilih pendapat ini dari tiga pendapat lainnya. Tidak ada keraguan bahwa itu adalah pendapat yang hasan, itu merupakan pengajaran adab dari Allah SWT, yaitu tidak ada pengetahuan bagi kami jika dibandingkan dengan pengetahuanMu yang meliputi segala sesuatu, maka kami menjawab dan mengetahui siapa yang memenuhi seruan kami. Akan tetapi di antara mereka ada orang yang kami ketahui dari luarnya saja, namun tidak mengetahui bagian dalamnya dan Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu lagi Maha Meliputi segala sesuatu, dan pengetahui kami dibandingkan dengan ilmuMu maka kami seperti tidak memiliki pengetahuan (sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib)
Tafsir As-Sa'di
109. Allah memberitakan tentang Hari Kiamat serta ketakutan dan kengerian besar yang ada pada hari itu, bahwa Allah akan mengumpulkan seluruh rasul dan bertanya kepada mereka, “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan) mu?” maksudnya, apa reaksi umatmu terhadap dakwahmu. Mereka menjawab, “Tidak ada pemgetahuan kami (tentang itu),” karena ilmu adalah milikMu ya Rabbi, Engkau lebih Mengetahui daripada kami. “Sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui pekara yang ghaib.” Engkau mengetahui perkara yang ghaib dan yang Nampak.