Surah Al-Isra : Ayat 109
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan mereka menyungkurkan wajah sekali lagi dan demikian seterusnya sambil menangis karena takut kepada Allah dan mereka bertambah khusyuk memohon kepada Allah setiap kali dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an. Katakanlah wahai nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik mekah, serulah Allah atau serulah ar-rahma'n, dia yang maha pengasih. Jangan ragu engkau menyeru dengan kedua nama itu, sebab keduanya adalah nama tuhan. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena dia mempunyai nama-nama yang terbaik, yakni asma'ul-a'usna', sebutlah salah satu dari nama itu atau semuanya tidaklah berarti engkau mengakui berbilangnya zat tuhan, sebab berbilangnya nama tidak berarti berbilangnya zat tuhan, dan selanjutnya katakanlah kepada mereka janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat, agar orangorang musyrik mekah tidak menyakitimu dan menghina agamamu, dan janganlah pula merendahkannya sehingga tidak terdengar suaramu sama sekali, dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu, yakni tidak mengeraskan suara dalam salat dan tidak pula merendahkan suaranya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 107-109 Allah SWT berfirman kepada NabiNya SAW (Katakanlah) wahai Muhammad, kepada orang-orang kafir itu tentang Al-Qur'an yang engkau sampaikan kepada mereka (Berimanlah kalian atau tidak beriman) yaitu sama saja, kalian beriman kepada Al-Qur'an atau tidak, Al-Qur'an itu tetap merupakan kebenaran yang diturunkan Allah dan diisyaratkan di masa lalu melalui kitab-kitabNya yang Dia turunkan kepada para rasul terdahulu. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya) yaitu dari kalangan orang-orang shalih Ahli Kitab yang berpegangan kepada kitab mereka, menegakkannya, tidak mengubah dan tidak menggantinya (apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud) yaitu bentuk jamak dari kata dzaqanun yaitu bagian paling bawah wajah (Mereka bersujud) kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada mereka, karena Allah menjadikan mereka orang yang menyadari Rasulullah SAW yang telah diturunkan kepada beliau kitab Al-Qur'an, Oleh karena itu Allah berfirman: (Maha Suci Tuhan kami) sebagai pengagungan dan penghormatan atas kekuasaanNya yang sempurna. Dia tidak akan mengingkari janji yang telah Dia janjikan melalui lisan para nabi terdahulu bahwa Dia akan mengutus nabi Muhammad SAW, oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi) Firman Allah: (Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis) yaitu tunduk kepada Allah SWT, beriman dan percaya mereka kepada Kitab dan RasulNya (dan mereka bertambah khusyu’) yaitu keimanan dan berserah diri kepadaNya, sebagaimana Allah berfirman: (Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya (17)) (Surah Muhammad) Firman Allah; (Dan mereka menyungkur) yaitu 'athaf sifat atas sifat lainnya, bukan 'athaf sujud kepada sujud, sebagaimana yang dikatakan penyair: “Kepada Raja Qarm dan Ibnu Al-Hammam, singa dalam medan pertempuran”
Tafsir As-Sa'di
109. “Dan mereka menyungkur atas muka mereka,” yaitu di atas wajah-wajah mereka “sambil menangis dan ia menambah mereka,” maksudnya al-Quran menambah “kekhusyuan.” Mereka itu sebagaimana orang-orang yang Allah beri nikmat bagi mereka dari kalangan ahlu kitab yang beriman seperti Abdullah bin Salam dan lainnya yang memeluk Islam di masa Nabi (masih hidup) dan setelahnya.
Tafsir Al-Wajiz
109. Mereka menyungkurkan wajah mereka sambil menangis karena takut kepada Allah dan mereka bertambah khusyu´ dalam mendengarkan Alquran. Ayat ini diulang sebagai penekakan tentang manfaat Alquran kepada orang mukmin