Surah Al-A'raf : Ayat 108
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ
"Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Melihat itu, fir'aun meminta bukti yang lain, dan dia nabi musa mengeluarkan tangannya dari dalam lubang leher bajunya, tiba-tiba tangan itu, yang sebelumnya berwarna hitam sesuai warna kulitnya yang kehitam-hitaman, menjadi bercahaya putih gemerlapan, yang tampak jelas bagi orang-orang yang melihatnya ketika itu, bukan karena belang atau penyakit, tetapi putih karena sangat bercahaya. Ketika nabi musa telah memperlihatkan bukti-bukti dari Allah itu, tercenganglah para pemuka dan pembesar fir'aun. Pemuka-pemuka kaum fir'aun, dengan menjilat dan bersikap munafik, berkata kepada fir'aun, orang ini benar-benar pesihir yang pandai, ini sebenarnya hanya kemahiran sihir saja, bukan bukti dari Allah, karena itu jangan memercayainya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 107-108 Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (ular yang sebenarnya) yaitu ular jantan Firman Allah SWT: (Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya) yaitu dia mengeluarkan tangannya dari bajunya sesudah dia memasukkannya, lalu saat itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya, bukan karena penyakit kusta atau penyakit lain. Sebagaimana Allaah SWT berfirman: (Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih (bersinar) bukan karena penyakit) (Surah An-Naml: 12)
Tafsir As-Sa'di
108 “dan ia mengeluarkan tangannya” dari sakunya, ”maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.” tanpa aib. ini adalah dua mukjizat besar yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa oleh musa dan bahwa dia adalah benar-benar utusan Rabbul Alamin.
Tafsir Al-Wajiz
108. Lalu dia (Musa) mengeluarkan tangannya dari saku bajunya, seketika mengeluarkan cahaya yang berkilauan tanpa cacat sedikitpun yang bisa dilihat mata yang memandangnya dengan jelas