Surah Yusuf : Ayat 108
قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

"Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menjelaskan bahwa kebanyakan manusia berpaling dan tetap enggan menerima kebenaran tentang keesaan-Nya. Allah lalu berpesan kepada rasulullah, katakanlah, wahai Muhammad, 'inilah jalan yang Allah tunjukkan ke-pada-ku. Aku dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan yakin serta mengandung bukti-bukti yang mengetuk akal dan perasaan manusia. Mahasuci Allah dengan segala kesempurnaan-Nya, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik yang mempersekutukan Allah dengan yang lain. Setelah pada ayat yang lalu Allah memperingatkan siksa yang tidak dapat dihindari serta datangnya hari kiamat yang tidak terduga sebagai balasan atas keberpalingan manusia dari tuntunan para rasul, lalu pada ayat berikut Allah menjelaskan makna pengutusan para rasul. Kami tidak mengutus nabi dan rasul sebelummu, wahai nabi Muhammad, melainkan orang laki-laki, yakni manusia pilihan, yang kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri tempat para nabi dan rasul itu tinggal. Tidakkah mereka, yakni manusia dan secara khusus kaum musyrik mekah, bepergian di bumi sehingga mereka dapat melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka yang mendustakan para nabi dan rasul' dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dibandingkan dengan kemegahan dan kemewahan dunia. Tidakkah kamu mengerti dan bisa berpikir jernih untuk menerima kebenaran yang dibawa para nabi dan rasul tersebut'.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman kepada Rasulallah SAW untuk makhluk yang dibebani yaitu manusia dan jin seraya memerintahkan kepada beliau agar memberitahukan kepada manusia bahwa ini adalah jalan beliau yaitu jalan, jalur, dan sunnah beliau. Itu adalah seruan untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Beliau mengajak kepada Allah dengan dalil nyata, keyakinan, dan bukti. Setiap orang yang mengikuti jalan beliau itu mengajak kepada sesuatu yang diserukan oleh Rasulullah SAW berdasarkan dalil nyata dan bukti yang secara akal dan syari’at. Firman Allah: (Maha Suci Allah) yaitu, aku menyucikan, meninggikan, dan mengagungkan, dan membersihkanNya dari kemusyrikan, tandingan, persamaan, anak, orang tua, istri, pembantu atau penasihat. Maha suci dan Maha bersih Allah dari semua itu dengan ketinggian yang Maha Besar (Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (44)) (Surah Al-Isra)
Tafsir As-Sa'di
108. Allah berfirman kepada NabiNya Muhammad, “Katakanlah”, kepada manusia “Inilah jalanku (agamaku)”, yaitu jalanku yang aku mengajak (orang) ke sana. Ia adalah lintasan yang mengantarkan menuju kepada Allah dan menuju tempat kemuliaanNya, yang mengandung adanya pengetahuan tentang kebenaran dan pengamalannya serta lebih mendahulukan kebenaran itu (daripada segala sesuatu), memurnikan agama hanya untuk Allah semata, tiada sekutu bagiNya. “Aku mengajak (kamu) kepada Allah”, maksudnya aku menganjurkan umat manusia dan para hamba untuk berjalan menuju Rabb mereka, dan aku menghimbau mereka untuk menyambutnya dan memperingatkan mereka dari perkara-perkara yang menjauhkan mereka dariNya. Ditambah lagi, bahwa aku “(mengajak) dengan hujjah yang nyata”, yang berasal dari agamaku. Maksudnya, aku bertumpu pada ilmu dan keyakinan tanpa ada unsur syak, kebimbangan dan keraguan. Begitu pula, “orang-orang yang mengikutiku”, mereka mengajak kepada Allah sebagaimana aku mengajak berdasarkan hujjah yang nyata tentang urusan (yang mereka dakwahkan). “Mahasuci Allah”, dari hal-hal yang dinisbatkan kepada Allah dari sesuatu yang tidak pantas dengan keagungannya atau menafikan kesempurnaanNya. “Dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”, pada semua urusanku. Bahkan aku hanya menyembah Allah dengan memurnikan agama bagiNya.
Tafsir Al-Wajiz
108. Katakanlah, Wahai Nabi: “Ajakan dan jalan ini adalah jalan dan sunnahku. Aku mengajak (kalian) menuju jalan itu dengan hujjah yang jelas dan pasti. Aku dan orang yang beriman dengan risalahku dan mendapat petunjukku (mengikutinya). Aku tidak termasuk orang-orang musyrik yang mengambil Tuhan lain selain Allah”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com