Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika hari kiamat itu datang, tidak ada seorang pun yang mampu berbicara untuk berdalih di hadapan Allah karena dahsyatnya hari itu, kecuali dengan izin-Nya, yakni diberi kemampuan berbicara. Maka di antara mereka ada yang sengsara akibat perbuatan buruk yang mereka lakukan, mereka adalah kelompok penghuni neraka, dan ada yang berbahagia karena amal baik yang mereka lakukan selama di dunia, mereka adalah penghuni surga. Maka adapun orang-orang yang sengsara di akhirat akibat perbuatan buruk yang mereka lakukan ketika di dunia, maka tempat tinggalnya adalah di dalam neraka, di sana mereka mendesah keras ketika mengeluarkan nafas dan demikian pula ketika menarik nafas diiringi dengan suara merintih, karena pedihnya siksaan neraka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 103-105 Allah SWT berfirman,"Sesungguhnya dalam pembinasaan Kami terhadap orang-orang kafir, pertolongan terhadap para nabi dan penyelamatan Kami terhadap orang-orang mukmin" (benar-benar terdapat tanda) yaitu nasehat dan pelajaran atas kebenaran ancaman Kami di akhirat (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (51)) (Surah Ghafir) Firman Allah: (Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya) yaitu dari yang pertama dan terakhir mereka sebagaimana Allah berfirman (dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka) (Surah Al-Kahfi: 47) (dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)) yaitu yang sangat agung yang dihadiri para malaikat, dan berkumpulnya para rasul, serta semua makhluk dari kalangan jin, manusia, burung, binatang liar dan binatang ternak dikumpulkan. Lalu Dzat Yang Maha Adil menentukan hukum tanpa berbuat aniaya bahkan seberat dzarrah, jika kebaikan, maka Dia melipatgandakannya. Firman Allah: (Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104)) yaitu, Kami tidak mengakhirkan terjadinya hari kiamat melainkan karena telah lewat ketetapan Allah tentang keberadaan sejumlah manusia dari keturunan nabi Adam, dan Dia telah menetapkan masa tertentu, ketika masa itu telah selesai dan terpenuhi keberadaan mereka yang telah ditentukan, maka hari kiamat terjadi. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104)) yaitu sampai waktu tertentu, tidak ditambahi dan dikurangi (Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya) yaitu pada waktu datangnya hari ini, yaitu hari kiamat, maka tidak ada seorang pun yang berbicara melainkan dengan izin Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman (mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar (38)) (Surah An-Naba’) Dalam hadits shahih Bukhari Muslim disebutkan tentang syafaat,”Pada hari itu seorang pun yang berbicara selain para rasul, dan doa para rasul pada hari itu adalah, "Ya Allah, selamatkanlah selamatkanlah” Firman Allah: (maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia) yaitu di antara orang-orang yang dikumpulkan itu ada yang celaka, dan ada yang berbahagia, sebagaimana Allah berfirman (Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka) (Surah Asy-Syura: 7) Diriwayatkan dari Umar, dia berkata,”Ketika ayat ini (maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia) diturunkan, aku bertanya kepada Nabi SAW,"Wahai Rasulullah, apakah yang harus kita kerjakan? Apakah yang kita kerjakan adalah sesuatu yang telah usai, ataukah sesuatu yang belum usai?" beliau menjawab,”Wahai Umar, hal yang kita kerjakan adalah sesuatu yang telah usai dan telah dicatat oleh pena, tetapi settiap orang diciptakan sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya” Kemudian Allah SWT menjelaskan keadaan orang-orang yang celaka dan orang-orang yang berbahagia. Lalu Allah berfirman:
Tafsir As-Sa'di
105 “dikala datang hari itu” dimana seluruh makhluk berkumpul, ”tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izinNya” bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafaat kecuali dengan izinNya. ”maka diantara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia” orang orang yang celaka adalah orang orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang orang yang berbahagia adalah orang orang Mukmin yang bertakwa.