Surah Ali Imran : Ayat 101
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُۥ ۗ وَمَن يَعْتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدْ هُدِىَ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

"Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan bagaimana kamu sampai menjadi murtad dan kembali kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu dan telah nyata kebenaran dakwah risalahnya' maka berpegangteguhlah kepada agama Allah. Barang siapa berpegang teguh kepada agama Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan lebar dan mudah dilalui yang lurus, berupa keimanan yang kuat dan akan diberi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ayat ini mengisyaratkan bahwa orang yang beriman akan selalu mendapatkan cobaan. Walau begitu, barang siapa menjadikan agama Allah sebagai pegangan dan Allah sebagai tempat kembali serta memperbanyak ibadah, maka dia akan selamat dari cobaan tersebut supaya kamu memperoleh keimanan yang kuat dan tidak goyah ketika terjadi cobaan, maka wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya sesuai kebesaran, keagungan, dan kasih sayang-Nya kepada kamu. Bukti ketakwaan tersebut adalah menaati Allah dan tidak sekalipun durhaka, mengingat-Nya dan tidak sesaat pun melupakan-Nya, serta mensyukuri nikmat-Nya tanpa sekalipun dan sekecil apa pun mengingkarinya sampai batas akhir kemampuan kamu, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridai, yaitu islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 100-101 Allah SWT memperingatkan para hambaNya yang beriman untuk tidak mengikuti kelompok Ahli Kitab yang dengki kepada orang-orang mukmin atas karunia dan apa yang diberikan oleh Allah kepada mereka berupa mengutus rasulNya, sebagaimana Allah berfirman: (Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri) (Surah Al-Baqarah: 109). Dmikianlah Dia berfirman di sini: (jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman) Kemudian Allah berfirman: (Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?) yaitu kekufuran jauh dari kalian dan berlindunglah kalian dari hal itu, karena ayat-ayat Allah diturunkan kepada RasulNya, siang dan malam. Dia membacakan dan menyampaikannya kepada kalian. Hal ini sebagaimana firmanNya: (Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman (8) Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu (9)) (Surah Al-Hadid) Kemudian Allah berfirman: (Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus) yaitu bersamaan dengan hal ini, maka pemeliharaan Allah dan tawakkal kepadaNya adalah benteng dalam petunjuk, sesuatu yang disiapkan untuk menjauhi kesesatan, dan sarana menuju petunjuk, serta jalan mencapai kebijaksanaan dan mendapatkan apa yang diinginkan
Tafsir As-Sa'di
100-101. Ketika Allah telah menegakkan hujjah atas ahli kitab dan menjelek-jelekan mereka karena kekufuran dan kedurhakaan mereka,maka Allah mengingatkan kaum Mukminin agar tidak terpedaya oleh mereka. Dan Allah menjelaskan kepada mereka bahwa di antara kelompok ini ada yang selalu bersemangat dalam membahayakan kalian dan mengmbalikan kalian pada kekufuran setelah keimanan. Akan tetapi segala puji hanya milik Allah, kalian semua wahai sekalian kaum Muminin, setelah Allah mengaruniakan kalian dengan agama ini dan kalian telah menyaksikan ayat-ayat Allah, kebaikanya, keramahaNya, dan keutamaan-utamaanNya, sementara Rasulluloh ada di tengah kalian yang akan memberikan kalian petunjuk pada segala perkara yangn bermanfaat untuk kalian, dan kalian berpegang teguh kepada Allah dan kepada tali agamaNya, niscaya mustahil mereka bisa mengembalikan kalian dari agama kalian. Karena agama yang di bangun atas dasar-dasar dan tongkak-tongkak yang kokoh seperti ini, yang cahayanya sangat terang menyinari, bisa menarik hati manusia, dan menyatukan semua hati manusia, serta menyampaikan hamba ke tempat yang paling mulia dan keingininan yang paling utama. “Barang siapa yang berpegang teguh kepada agama Allah,” maksudnya, bertawakal kepadaNya dan berlindung di bawah perlindungaNya, ”maka sesungguhnya dia telah di beri petunjuk kepada jalan yang lurus.” Demikianlah, dimana terdapat anjuran untuk berpegang taguh kepada agama Allah dan bahwa hal itu adalah jalan menuju keselamatan dan petunjuk.
Tafsir Al-Wajiz
101 Bagaimanakah kamu bisa menjadi kafir dan membangkang wahai orang-orang mukmin, dan kembali kepada kesesatan Jahiliyyah? Padahal ayat-ayat Allah telah dibacakan kepada kamu yang memerintahkan untuk menyatukan barisan, saling mencintai dan menjauhi perpecahan? Apalagi Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu yang menunjukkan jalan kebenaran dan menuntun kalian keluar dari kesesatan dan kejahatan jahiliyyah? Maka kembalilah kalian pada Rasul, kemudian juga kepada Al-quran. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada kitab dan agama Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu Islam

Sumber tafsir dari tafsirweb.com