Surah Al-A'raf : Ayat 100
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ أَهْلِهَآ أَن لَّوْ نَشَآءُ أَصَبْنَٰهُم بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
"Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Atau apakah mereka sedemikian lengah dan bodoh sehingga belum jelas peristiwa-peristiwa yang dialami generasi terdahulu bagi orangorang yang mewarisi dan tinggal di suatu negeri setelah lenyap penduduknya karena dosa-dosa yang mereka lakukan' belum jelaskah bahwa kalau kami menghendaki, kapan pun, pasti kami siksa mereka karena dosadosanya seperti halnya kami membinasakan orang-orang terdahulu yang mereka warisi negerinya itu; dan kami mengunci hati mereka yang kufur sehingga mereka tidak dapat mendengar dan mengambil pelajaran. Itulah negeri-negeri yang telah kami binasakan itu, yaitu negeri kaum nabi nuh, nabi hud, nabi saleh, nabi lut, dan nabi syuaib, kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu wahai nabi Muhammad, guna menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia. Jangan menduga kami telah berlaku zalim dengan membinasakan mereka. Telah banyak nasihat dan peringatan yang kami sampaikan, dan rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenaraan misi mereka. Tetapi mereka tidak beriman juga kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah sebagaimana Allah mengunci hati orang-orang kafir yang disebut terdahulu, Allah me-ngunci hati orang-orang kafir dan ingkar kepada nabi Muhammad. Demikianlah Allah membuat penghalang atas hati dan akal orang-orang kafir, akibat perbuatan mereka, sehingga jalan kebenaran menjadi tak tampak dan mereka jauh dari kebenaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya) ataukan tidak jelas bagi mereka bahwa jika Kami menghendaki, tentu Kami menyiksa mereka karena dosa-dosanya. Demikain juga dikatakan oleh Mujahid dan lainnya. Abu Ja'far bin Jarir berkata tentan tafsir ayat itu, bahwa Allah SWT berfirman,”Apakah masih belum jelas bagi orang-orang yang menjadi pengganti di tanah itu setelah kehancuran orang-orang sebelum mereka yang menjadi penduduk tanah itu sebelumnya” Lalu mereka berjalan di jalan yang orang-orang sebelumnya, mengerjakan perbuatan mereka, dan durhaka terhadap perintah Tuhan mereka. (kalau Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya) Allah berfirman,”Jika Kami menghendaki, Kami akan berbuat kepada mereka sebagaimana yang telah Kami perbuat kepada orang-orang sebelum mereka (dan Kami kunci mati hati mereka) Allah berfirman,”Kami mengunci mati hati mereka (sehingga mereka tidak dapat mendengar?) pelajaran dan tidak pula peringatan. Saya berkata, demikian juga Allah berfirman: (Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrik) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (128)) (Surah Thaha) dan (Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan ditempat-tempat kediaman mereka itu Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)? (26)) (Surah As-Sajdah) dan ((Kepada mereka dikatakan), "Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kalian tidak akan binasa" (44) dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan" (45)) (Surah Ibrahim) serta (Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (98)) (Surah Maryam) yaitu apakah kamu melihat seseorang atau mendengar suara?. Allah SWT juga berfirman: (Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepada kalian; Kami curahkan higanyang lebat atas mereka, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain (6)) (Surah Al-An’am) dan (maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa (25) Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya (26) Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat) (27)) (Surah Al-Ahqaf) Allah SWT berfirman (Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan, sedangkan orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu, yaitu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku (45)) (Surah Saba’) dan (Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku (18) (Surah Al-Mulk) serta (Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (45) maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada (46)) (Surah Al-Hajj) dan (Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokkan mereka (10)) (Surah Al-An'am) serta ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa kemurkaan Allah menimpa para musuhNya, dan nikmatNya diberikan kepada para kekasihNya. Oleh karena itu Dia melanjutkan firmanNya yang merupakan firman paling benar bahwa Dia adalah Tuhan alam semesta.
Tafsir As-Sa'di
100 Allah berfirman dalam rangka memberi peringatan kepada umat-umat yang tersisa setelah binasanya umat-umat yang tersisa “dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) peduduknya, bahwa kalau kami menghendaki tentu kami azab mereka karena dosa-dosanya.” yakni, apakah belum jelas dan terang bagi umat-umat yang mewarisi bumi setelah dibinasakannya umat-umat sebelum mereka karena dosa-dosanya kemudian mereka melakukan apa yang dilakukan oleh umat itu. Apakah mereka tidak menyadari jika Allah menghendaki niscaya Dia menimpakan azabNya kepada mereka disebabkan dosa-dosa mereka, karena ini adalah sunnahNya yang berlalu pada orang-orang yang terdahulu dan orang-orang berikutnya. FirmanNya ”dan kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?” yakni jika Allah telah memperingatkan mereka akan tetapi mereka tidak kunjung menyadari, Dia mengingatkan kepada mereka tetapi mereka tidak mau ingat, Dia memberi petunjuk kepada kebenaran melalui ayat-ayat dan pelajaaran-pelajaran tetapi mereka juga tidak beriman, maka Allah menghukum mereka dan mengunci hati mereka yang akhirnya dikotori oleh noda dan karat. sampai hatinya terstempel (tertutupi) sehingga tidak ada kebenaran dan kebaikan yang dapat sampai kepadanya, dan mereka tidak mendengar apa yang berguna bagi mereka mereka hanya dengar apa yang dengannya hujjah menjadi tegak atas mereka.
Tafsir Al-Wajiz
100. Apakah tidak jelas bagi para pewaris suatu negeri dan posisinya setelah penduduk negeri sebelumnya dibinasakan bahwa bisa saja Allah membinasakan dan mengazab mereka juga akibat dosa-dosa mereka bila berkehendak, sebagaimana Kami menghukum kaum sebelum mereka. Kami mengunci hati mereka sehingga tidak ada satu nasehat pun yang berfungsi dan mereka tidak memperhatikan banyak nasehat sampai mati.