Surah An-Nahl : Ayat 100
إِنَّمَا سُلْطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشْرِكُونَ
"Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah."
Tafsir Ringkas Kemenag
Betapapun setan berupaya menggoda dan menjerumuskan orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah, ia tidak akan berhasil. Kekuasaan dan pengaruhnya, yakni bisikan, rayuan, dan godaan setan hanyalah berdampak negatif terhadap orang yang menjadikannya pemimpin serta mendengar dan mengikuti bisik rayunya, dan berpengaruh negatif pula terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah, yakni menjadikan setan sebagai sekutu-sekutu bagi Allah. Usai meminta pembaca Al-Qur'an untuk memohon perlindungan Allah dari setan, melalui ayat ini Allah lalu meyakinkan kepada nabi Muhammad dan umatnya dengan menjelaskan bahwa penggantian suatu ayat dengan ayat yang lain adalah inisiatif dari Allah, bukan dari nabi Muhammad. Allah menyatakan, dan apabila kami, Allah, mengganti suatu ayat Al-Qur'an dengan ayat yang lain, dan Allah yang maha mengetahui lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, antara lain terkait kapan dan di mana ayat itu diturunkan, ayat yang diganti dan yang menggantikannya, serta maslahat apa yang terkandung dalam penggantian ayat tersebut. Allah menyatakan hal ini karena mereka, yakni orang-orang kafir, berkata, 'sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, pembohong dan hanya mengada-ada saja. Engkau mengaku penggantian ayat bersumber dari Allah, padahal itu dari kemauanmu sendiri. Ketahuilah, wahai nabi Muhammad, bahwa sebenarnya kebanyakan mereka yang kafir dan musyrik tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 98-100 Ini adalah perintah dari Allah SWT kepada para hambaNya melalui lisan NabiNya SAW, bahwa ketika mereka hendak membaca Al-Qur'an, maka hendaklah mereka meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Ini adalah perkara yang dianjurkan bukan wajib, menurut kesepakatan ulama atas hal itu yang diriwayatkan Abu Ja'far bin Jarir dan lainnya dari kalangan para imam. Makna memohon perlindungan kepada Allah pada permulaan membaca Al-Qur'an, agar orang yang membacanya keliru dan mengakibatkan campur aduk dalam bacaannya dan membuatnya terhalang dari merenungkan dan memikirkannya. Firman Allah: (Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya (99)) Ats-Tsauri berkata,bahwa setan tidak mempunyai kekuasaan atas mereka untuk menjerumuskannya ke dalam suatu dosa tanpa bertaubat darinya. (Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin) Mujahid mengatakan, yaitu menaatinya. Ulama’ lain berkata bahwa orang-orang yang menjadikannya sebagai penolongnya selain Allah (sedangkan mereka mempersekutukannya dengan Allah) yaitu mereka mempersekutukannya dalam menyembah Allah. Bisa diartikan bahwa huruf “ba’’” ini adalah “ba’” sababiyah, yaitu karena ketaatan mereka kepada setan, maka mereka menyekutukan Allah SWT“
Tafsir As-Sa'di
98-100. Maksudnya, jika kamu hendak membaca Kitabullah yang merupakan kitab termulia dan paling agung, -di dalamnya terkandung muatan yang memperbaiki hati dan ilmu yang banyak-, maka sesungguhnya setan sangat antusias menggoda seorang hamba saat ia akan memulai mengerjakan amalan-amalan yang utama, lalu berusaha untuk membelokannya dari tujuan dan nilai-nilainya. Jalan menuju keselamatan dari gangguan setan ialah kembali kepada Allah dan berlindung kepada Allah dari kejahatannya, membaca Taawudz dengan merenungi maknanya dan hatinya berserah diri kepada Allah agar menyingkirkan setan darinya, tekun untuk mengenyahkan bisikan-bisikan dan imajinasi-imajinasinya, mengerahkan tenaga untuk menempuh faktor paling kuat guna mengusirnya. Yaitu menghiasi diri dengan baju iman dan tawakal. Sesungguhnya setan itu “tidak ada kekuasaannya,” maksudnya, penguasaan “atas orang-orang yang beriman, dan kepada Rabbnya,” semata, tiada sekutu bagiNya “mereka bertawakal,” maka Allah menyingkirkan keburuukan setan dari kaum Mukminin yang bertawakal kepadaNya, sehingga tiada celah tersisa baginya atas mereka. “Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah,” maksudnya penguasaannya “atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin,” menjadikannya sebagai pemimpin bagi mereka. Demikian itu, dengan cara melepaskan diri dari (bimbingan) kepemimpinan Allah dan masuk ke dalam ketaatan kepada setan serta bergabung dengan pasukannya. Mereka sendirilah yang memberikan (tongkat) kepemimpinan bagi setan atas diri mereka. Maka setan betul-betul mendorong mereka ke kubangan maksiat dan menghalau mereka ke neraka dengan sungguh-sungguh.
Tafsir Al-Wajiz
100. Sesungguhnya setan mampu menggoda orang-orang yang meminta pertolongan kepadanya dengan menaati gangguannya. Dan akibat ganguan setan, mereka syirik kepada Allah