Surah Yunus : Ayat 100
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Keimanan tidak bisa dipaksakan, tetapi harus atas dasar kerelaan, dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab, yakni berupa kekufuran yang berakibat pada kekotoran jiwa dan kegoncangan hati kepada orang yang tidak mengerti, yakni tidak mempergunakan akalnya untuk memikirkan petunjuk-Nya, sehingga tidak bisa melihat dan menerima kebenaran. Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa Allah akan menimpakan azab kepada orang yang tidak mau mempergunakan akalnya, lalu pada ayat ini Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, perhatikanlah ciptaan Allah, yaitu apa saja yang ada di langit dan di bumi! jika mereka mau menggunakan akal mereka untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, tentu mereka sudah beriman. Namun mereka enggan melakukannya, sehingga tidaklah bermanfaat tanda-tanda kebesaran Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman, karena mereka menutup hati mereka untuk menerima kebenaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 99-100 Allah SWT berfirman: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki) wahai Muhammad, Dia mengizinkan semua penduduk bumi untuk beriman kepada apa yang kamu bawa kepada mereka, lalu mereka semua beriman. Akan tetapi, hanya Allah yang mengetahui hikmah dalam semua perbuatanNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya (119) (Surah Hud) Oleh karena itu Allah berfirman di sini (Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia) yaitu kamu mewajibkan dan memaksa mereka (supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya) Hal itu tidak wajib dan tidak diserahkan kepadamu melainkan kepada Allah (Dia menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8) Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa Allah SWT Maha Berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki, Maha memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki, serta menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki, karena pengetahuan, hikmah, dan keadilanNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan) yaitu kerusakan dan kesesatan (kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya) yaitu hujjah dan dalil Allah.Dia adalah Dzat yang Maha Adil dalam melakukan semua itu, yaitu memberi petunjuk kepada orang yang Dia beri petunjuk dan menyesatkan orang yang Dia sesatkan.
Tafsir As-Sa'di
100. “Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah”, dengan kehendak dan keinginanNya qadariyah dan syar’iyyah. Siapa pun makhluk yang layak untuk itu, yang mana iman tumbuh padanya maka Allah memberinya hidayah dan taufik. “Dan Allah menimpakan azab “, kesesatan dan keburukan “kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya”, untuk memikirkan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah, tidak mempedulikan nasiaht-nasihat dan wasiat-wasiatNya.
Tafsir Al-Wajiz
100 Tidak ada seorangpun bisa beriman kecuali atas kehendak dan pertolongan Allah. Tidak ada yang terjadi tanpa kehendakNya dan kami tidak mampu menunjukkan orang kepada jalannya. Sesungguhnya hal itu dikembalikan kepada Allah SWT. Allah menimpakan azab-Nya atas orang-orang yang tidak berpikir tentang ayat-ayatNya.