Surah Az-Zumar : Ayat 10
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sangatlah jauh perbedaan antara orang mukmin dengan orang kafir. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada orang mukmin bahwa Allah berfirman, 'wahai hamba-hamba-ku yang beriman! bertakwalah kepada tuhanmu, taatilah perintah-Nya, dan ikutilah rasul-Nya. ' bagi orang-orang yang berbuat baik dan taat pada perintah Allah, di dunia ini akan memperoleh kebaikan dan kehidupan di suatu tempat yang sejahtera. Dan bila kesejahteraan dan kebebasanmu beribadah terganggu, sungguh bumi Allah itu luas, maka berhijrahlah ke tempat yang lebih baik (lihat pula: surah an-nis'/4: 97). Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya oleh Allah tanpa batas. '11-12. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan tulus dan penuh ketaatan, berserah diri hanya kepada-Nya, dan konsisten dalam melaksanakan ajaran agama. Dan aku pun diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri, patuh, dan tunduk kepada-Nya. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 10-12 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman untuk terus taat dan bertakwa kepadaNya: (Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan) yaitu bagi orang yang mengerjakan amal baik di dunia ini, pahala kebaikan baginya di dunia dan akhirat. Firman Allah SWT: (Dan bumi Allah itu adalah luas) Mujahid berkata,”Maka berhijrahlah padanya, berjihad dan pisahkanlah diri kalian dari berhala-berhala. Diriwayatkan dari ‘Atha’ tentang firman Allah SWT: (Dan bumi Allah itu adalah luas) dia berkata,”Apabila kalian diajak untuk melakukan perbuatan durhaka, maka larilah. Kemudian dia membaca firmanNya: (Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu) (Surah An-Nisa: 97) As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas) yaitu di surga. Firman Allah: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama” (11)) yaitu sesungguhnya aku hanya diperintahkan untuk ikhlas dalam beribadah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya (Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri (12)) As-Suddi berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagian dari umatnya
Tafsir As-Sa'di
10. Artinya, katakanlah dengan menyeru manusia-manusia termulia, yaitu orang-orang yang beriman, dan dengan memerintah mereka melakukan perintah-perintah yang paling utama, yaitu takwa, sambil mengingatkan mereka akan faktor penyebab yang bisa menimbulkan takwa, yaitu rububiyah Allah dan pelimpahan karuniaNya kepada mereka yang berkonsekuensi mereka harus takwa kepadaNya. Termasuk di dalamnya adalah iman yang telah Allah karuniakan kepada mereka, karena sesungguuhnya iman menimbulkan takwa. Itu sama dengan ungkapan: Wahai orang yang pemurah, bersedekahlah! Wahai si pemberani, berperanglah! Dan Allah menjelaskan juga kepada mereka pahala yang dapat merangsang (memicu) mereka di dunia, seraya berfirman, “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh,” karena ibadah mereka kepada Tuhannya, “kebaikan,” berupa rizki yang banyak, jiwa yang tenang dan hati yang lapang, sebagaimana Firman Allah, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl:97). “Dan bumi Allah itu adalah luas,” apabila kalian dihalang-halangi untuk beribadah di suatu tempat, maka berhijrahlah ke tempat lain agar bisa beribadah kepada Rabb kalian di sana dan agar kalian bisa menegakkan agama kalian. Dan tatkala Allah mengatakan, “orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan,” mungkin bagi sebagian jiwa kalimat ini mempunyai celah, yaitu bahwa nash ini bermakna umum, yang berarti bahwa siapa saja yang berbuat baik (ihsan) maka di dunia ini ia mendapat kebaikan; lalu bagaimana dengan orang yang beriman yang berada di negeri yang di sana ia ditindas, dihinakan, apakah ia tidak akan memperoleh kebaikan pula? Maka kemungkinan pengertian seperti ini ditolak oleh Allah dengan FirmanNYa, “Dan bumi Allah itu adalah luas.” Dan di sini kabar gembira yang diutarakan oleh Nabi dengan sabdanya, “Akan selalu ada segolongan dari umatku yang berada di atas kebenaran sebagai orang-orang yang menang, dan orang yang tidak mempedulikan mereka sama sekali tidak membahayakan mereka dan tidak pula orang yang menyelisihi mereka, hingga datang ketentuan Allah sedangkan mereka tetap demikian.” Ayat di atas mengisyaratkan kepada hadits ini dan dari dekat memang itu yang dimaksud olehnya, yaitu bahwasanya Allah mengabarkan bahwa bumi Allah ini luas sekali; maka bagaimana pun kalian dicegah dari ibadah kepada Allah di suatu negeri, maka berhijrahlah ke tempat yang lain. Ini adalah umum, berlaku pada setiap masa dan tempat. Maka setiap orang yang berhijrah harus mempunyai tempat berlindung yaitu kaum Muslimin yang bisa mengayominya dan tempat yang mungkin bisa untuk menegakkan agama Allah. “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Ini berlaku umum dalam semua bentuk sabar. Sabar dalam menerima takdirnya, sabar dalam menghindari maksiat terhadapNya sehingga tidak melakukannya, dan sabar dalam menjalankan ketaatan kepadaNya sehingga dilaksanakan dengan baik. Maka Allah menjanjikan kepada orang-orang yang sabar pahala untuk mereka yang tak terhingga. Maksudnya, tanpa batas, tanpa hitungan ataupun kadar. Semua itu tidak lain adalah karena keutamaan sabar dan kedudukannya di sisi Allah, dan sesungguhnya sabar itu menjadi penolong atas segala perkara.
Tafsir Al-Wajiz
10. Wahai muhammad, sampaikanlah sabdaKu ini: wahai hambaKU yang mukmin, takutlah kalian akan adzab Allah dengan tetap taat padaNya, bagi mereka yang selalu taat maka di dunia akan mendapatkan kebaikan dan pahala surga di akhirat. Yakni berupa pahala kebaikan dan kebahagiaan di dunia, dan bumi Allah ini luas, maka barang siapa kesulitan untuk taat kepada Allah di suatu daerah, maka hendaklah dia hijrah ke daerah lain sekiranya dia bisa beribadah dan menjalankan syariat Allah, meninggalkan kemunkaran, sesungguhnya Allah menepati janji bagi mereka yang bersabar dan pahala bagi mereka tanpa batas dan ketetapan sebelumnya. Maka pemberian Allah yang luas tak terbatas dan tak terhitung

Sumber tafsir dari tafsirweb.com