Surah Saba : Ayat 10
۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَٰجِبَالُ أَوِّبِى مَعَهُۥ وَٱلطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلْحَدِيدَ

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya,"

Tafsir Ringkas Kemenag
10-11. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta yang diharapkan dapat meningkatkan keimanan manusia, pada ayat ini Allah menyebutkan anugerah-Nya kepada salah seorang hamba yang taat, nabi daud. Dan sungguh, telah kami berikan kepada daud karunia yang besar dari kami. Kami berfirman, 'wahai gunung-gunung dan burung-burung! bertasbihlah berulang-ulang bersama daud. ' dan selain anugerah itu, kami juga telah melunakkan besi untuknya seperti lilin agar bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Lalu kami perintahkan, 'buatlah baju besi yang besar-besar dan ukur-lah anyamannya agar nyaman dipakai dan menjadi perisai bagi pemakainya. ' dan sebagai bentuk syukur atas anugerah itu kami berfirman kepadanya, 'kerjakanlah kebajikan. Sungguh, aku maha melihat apa yang kamu kerjakan. '10-11
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 10-11 Allah SWT memberitahukan tentang nikmat yang Dia karuniakan kepada hamba dan rasulNya, Dawud, yaitu Dia telah memberinya keutamaan yang jelas, mengumpulkan baginya antara kenabian dan kerajaan yang mapan, dan tentara yang memiliki peralatan lengkap dan jumlah yang banyak, serta apa yang Dia berikan dan anugerahkan kepadanya berupa suara yang indah apabila dia bertasbih, maka gunung-gunung yang terpancang kokoh dan burung yang terbang berhenti ikut bertasbih bersamanya dengan berbagai bahasa. Makna firman Allah SWT: (bertasbihlah berulang-ulang) yaitu bertasbihlah. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya. Abu Maisarah menyangka bahwa itu bermakna bertasbihlah berasal dari bahasa Habasyah, tetapi masih perlu diteliti, karena “At-Ta’wib” dalam bahasa Arab adalah kembali, yakni gunung-gunung dan burung-burung diperintahkan untuk menjawab kembali tasbih bersamanya dengan suaranya masing-masing. Firman Allah SWT (dan kami telah melunakkan besi untuknya) Qatadah, Al-A'masy, dan lainnya berkata dia tidak perlu memasukkannya ke dalam api, dan tidak perlu palu untuk membentuknya, tetapi dia memintalnya dengan tangannya seperti memintal benang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (buatlah baju besi yang besar-besar) yaitu baju-baju besi yang dianyam. Qatadah berkata bahwa nabi Dawud adalah orang pertama yang membuatnya. Dan sesungguhnya sebelum itu baju besi berupa lempengan-lempengan. (dan ukurlah anyamannya) Ini adalah petunjuk dari Allah SWT kepada nabi Dawud dalam mengajarinya cara membuat baju besi. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan ukurlah anyamannya) Janganlah menjadikan pakunya kecil sehingga membuatnya longgar pada lingkaran. Jangan menjadikannya besar sehingga membuatnya aus, tetapi jadikanlah sesuai ukuran. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud adalah lingkaran besi Firman Allah SWT: (dan kerjakanlah amalan yang saleh) yaitu nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepada kalian (Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan) yaitu mengawasi kalian dan melihat amal perbuatan dan ucapan kalian, tidak ada sesuatupun dari hal itu yang tersembunyi bagiNya
Tafsir As-Sa'di
10-11. Kami telah memberikan nikmat kepada hamba dan rasul kami, Dawud, dan Kami memberikan karunia kepadanya berupa ilmu yang bermanfaat, amal shalih, dan berbagai nikmat agama dan dunia. Dan di antara nikmatNya kepadanya adalah, 1. Allah mengistimewakannya dengan memerintah benda-benda mati seperti gunung-gunung dan hewan-hewan dari jenis burung untuk bertasbih berulang-ulang bersamanya memuji Tuhannya sebagai (bentuk) kepatuhan kepadaNya. Ini merupakan nikmat kepada Dawud, karena hal itu menjadi salah satu keistimewaannya yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumnya dan sesudahnya; dan hal ini menjadi pembangkit baginya dan bagi yang lain untuk bertasbih kepada Allah apabila mereka melihat benda-benda mati dan berbagai hewan merespons sesuatu dengan bertasbih kepada Rabbnya, mengagungkan, membesarkan dan memujiNYa. Hal ini termasuk hal yang membangkitkan semangat berdzikir kepada Allah. 2. Sesungguhnya hal itu terjadi, (sebagaimana pendapat kebanyakan ulama), adalah karena kemerduan suara Dawud. Sebab Allah telah mengaruniakan kepadanya suara yang sangat indah yang mengungguli manusia lainnya. Dan apabila dia mengulang-ulang tasbih, tahlil dan tamjid dengan suara yang sangat merdu lagi indah itu, maka setiap orang yang mendengarnya, dari bangsa jin dan manusia hingga burung-burung dan gunung-gunung tertarik padanya dan ikut bertasbih memuji Rabbnya. 3. Dan bahwa bisa jadi Nabi Dawud mendapat pahala tasbih mereka, karena dia telah menjadi sebabnya, karena dia telah menjadi sebabnya, mereka beratsbih mengikutinya. Di antara karunia Allah kepadaNYa adalah Allah melunakkan besi untuknya membuat baju besi yang sempurna, dan Allah mengajarkan kepadanya cara membuatnya, yaitu mengukurnya dalam “anyamannya.” Maksudnya, dia mengukurnya seukuran lingkaran dan membuatnya, lalu menganyamkannya. Allah berfirman," Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (Al-Anbiya:80) Ketika Allah menjelaskan apa yang dikaruniakanNya kepadanya dan kepada keluarganya, maka Dia memerintahkannya supaya bersyukur kepadaNya dan beramal shalih serta selalu merasa diawasi oleh Allah di dalamnya di mana Allah telah memperbaiki keadaannya dan menjaganya dari segala hal yang merusak. Sebab, sesungguhnya Allah Maha Melihat semua perbuatan mereka dan mengetahuinya, tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi dariNya.
Tafsir Al-Wajiz
10. Kami telah menganugerahkan kepada Dawud risalah kenabian, kerajaan dan kitab yaitu Zabur, juga suara yang merdu. Kami katakan: wahai gunung-gunung kembalilah dan bertasbihlah bersamanya ketika dia bertasbih atau mensucikan asma Allah. Kami juga telah menjadikan burung-burung untuk bertasbih bersamanya. Kami juga menjadikan besi yang ada di tangannya menjadi lembut seperti adonan. Juga Kami ajarkan kepadanya cara melunakkan besi tanpa harus memanaskannya sehingga dia bisa membuatnya sesuai keinginannya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com