Surah As-Sajdah : Ayat 10
وَقَالُوٓا۟ أَءِذَا ضَلَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍۭ ۚ بَلْ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ كَٰفِرُونَ
"Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mampu menciptakan manusia dari tidak ada dan mampu pula membangkitkannya kembali. Namun, orang kafir tetap pada pendiriannya dalam mengingkari hari kebangkitan. Dan dengan nada mengejek mereka berkata, 'apakah apabila kami telah mati, hancur, dan lenyap di dalam tanah, kami akan dibangkitkan kembali dan berada dalam ciptaan yang baru, lalu kami dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami' jika demikian, alangkah rugi kami. ' mereka tidak mampu memahami keniscayaan hari kebangkitan karena menggunakan tolok ukur kekuatan manusia, bukan kemahakuasaan Allah yang telah menciptakan mereka dari tidak ada. Tidak hanya mengingkari kuasa-Nya, bahkan mereka pun mengingkari hari pertemuan mereka dengan tuhannya untuk menjalani hisab dan menerima balasan. 11. Baik yang mengimani maupun yang mengingkari hari kebangkitan sama-sama belum bisa membuktikannya secara langsung sebelum mati. Karena itu, wahai nabi Muhammad dan kaum mukmin, katakanlah kepada orang-orang musyrik bahwa malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawa-Mu pasti akan mematikan kamu saat ajalmu tiba, kemudian kepada tuhanmu kamu akan dikembalikan. Itulah hari hisab, ketika semua manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 10-11 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang anggapan mustahil mereka tentang hari kebangkitan dimana mereka berkata (Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah), yaitu mencabik-cabik tubuh kami dan menjadikannya dalam beberapa potongan di tanah, lalu lenyap (Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah) yaitu apakah kita benar-benar akan kembali setelah seperti itu? Mereka menganggap mustahil hal itu. Ini merupakan sesuatu yang sangat mustahil jika hanya dikaitkan dengan kemampuan mereka yang lemah, bukan jika dikaitkan dengan kekuasaan Dat yang memulai penciptaan mereka dari tidak ada, Dzat yang apabila menghendaki sesuatu, Dia berfirman kepadanya,”Jadilah” maka terjadilah hal itu”. Oleh karena itu Allah SWT berfirman (Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya) Kemudian Allah SWT berfirman (Katakanlah, "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu) yang jelas dari ayat ini yaitu bahwa malaikat kematian adalah seorang malaikat khusus, sebagaimana yang baru saja disebutkan pembahasannya dari hadits dari Al-Barra’ dalam surah Ibrahim. Firman Allah SWT (kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan), yaitu hari kebangkitan kalian semua dari kubur kalian untuk memberikan balasan kepada kalian
Tafsir As-Sa'di
10. Maksudnya, orang-orang yang mendustakan kebangkitan berkata dengan nada mengingkari, “Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah,” maksudnya, kami telah hancur, tercabik-cabik dan tercerai-berai di beberapa tempat yang tidak diketahui, “apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” maksudnya, Kami benar-benar dibangkitkan kembali dalam kehidupan baru? Menurut anggapan mereka hal ini merupakan suatu yang sangat tidak mungkin! Hal itu karena mereka menganalogikan kekuasaan Sang Pencipta dengan kekuasaan mereka. Perkataan mereka ini sebenarnya hanyalah (sebuah) kezhaliman, sikap keras kepala, ingkar dan kekafiran terhadap perjumpaan dengan Allah, maka dari itu Allah berfirman, “Bahkan mereka terhadap pertemuan dengan Rabbnya mengingkari.” Jadi, perkataan mereka diketahui darimana sumbernya dan tujuannya. Dan jika tidak demikian, maka kalau sekiranya Dia menjelaskan kepada mereka berbagai dalil yang akurat (pasti) yang menujukkan bahwa semua itu benar, hal yang menjadikannya dapat disaksikan oleh mata hati, tak ubahnya seperti matahari bagi pandangan ; dan sudah cukup bagi mereka bahwa sesungguhnya mereka sudah tahu bahwa mereka telah diadakan pada awalnya dari ketiadaan. Maka “mengulangi (penciptaan)” itu lebih mudah daripada “memulai”. Dan demikian pula tanah yang mati (tandus), Allah menurunkan hujan di atasnya, lalu tanah itu pun menjadi hidup (subur) setelah (sebelumnya) ia mati, dan dengannya Allah menumbuhkan berbagai macam biji-bijian.
Tafsir Al-Wajiz
10. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan berkata: Apakah jika kami telah lenyap dan lebur bersama debu di dalam tanah, lalu kami akan benar-benar diciptakan dengan bentuk ciptaan yang baru? Sebenarnya mereka pun sudah mengingkari hari akhirat dan hari perhitungan di depan Tuhan mereka