Surah Al-Bayyinah : Ayat 1
لَمْ يَكُنِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلْبَيِّنَةُ
"Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab, yaitu yahudi dan nasrani, dan orang-orang musyrik penyembah berhala tidak akan meninggalkan kekafiran mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata. 2. Bukti yang nyata itu adalah nabi Muhammad, seorang rasul dari Allah yang membacakan kepada mereka lembaran-lembaran yang suci. Itulah al-quran yang disucikan dari kebohongan dan kebatilan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Adapun Ahli Kitab adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, sedangkan orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala dan api, dari kalangan bangsa Arab maupun non-Arab. Mujahid mengatakan bahwa mereka tidak mau (berhenti) yaituberhenti sampai jelas kebenaran jelas bagi mereka. Demikian juga dikatakan Qatadah: (sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata) yaitu Al-Qur'an ini. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka,) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata (1)) Kemudian bukti yang nyata ditafsirkan dengan firmanNya: ((yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (2)) yaitu nabi Muhammad SAW dan kitab yang dibacanya, yaitu Al-Qur'an yang agung, yang ditulis di kalangan para malikat di dalam lembaran-lembaran yang disucikan, sebagaimana firmanNya: (di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (13) yang ditinggikan lagi disucikan (15) di tangan para penulis (malaikat) (15) yang mulia lagi berbakti (16)) (Surah 'Abasa) Firman Allah: (di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (3)) Ibnu Jarir berkata bahwa di dalam lembaran-lembaran yang disucikan itu terdapat kitab-kitab dari Allah yang berharga. adil, dan lurus. Tidak ada suatu kesalahan di dalamnya karena dari sisi Allah SWT. Qatadah berkata tentang firmanNya: ((yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (2)) Al-Qur'an disebutkan dengan sebutan yang terbaik dan dipuji dengan pujian yang paling baik. Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (3)) yaitu yang lurus dan pertengahan. Firman Allah: (Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata (4)) sebagaimana firmanNya: (Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (105)) (Surah Ali Imran) yaitu menceritakan keadaan Ahli Kitab dari kalangan umat terdahulu. setelah Allah menegakkan hujjah dan bukti terhadap mereka, maka mereka tercerai-berai dan berbeda tentang tafsirr yang dimaksud Allah di dalam kitab-kitab mereka. Maka mereka tercerai-berai dan menjadi banyak, Firman Allah: (Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama) sebagaimana firmanNya: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (25)) (Surah Al-Anbiya’) Oleh karena itu Allah berfirman, “Dengan lurus” yaitu menyimpang dari kemusyrikan dan menuju kepada tauhid, sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut”) (Surah An-Nahl: 36) Telah disebutkan makna hanif dalam surah Al-An'am sehingga tidak perlu diulangi lagi di sini. (dan supaya mereka mendirikan shalat) yaitu ibadah badan yang paling mulia (dan menunaikan zakat) yaitu memberikan kebaikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan (dan yang demikian itulah agama yang lurus) yaitu agama yang tegak dan adil, yaitu umat yang lurus dan pertengahan.
Tafsir As-Sa'di
1. Allah berfirman, “Orang-orang kafir dari ahli kitab,” yakni dari kalangan Yahudi dan Nasrani, “dan orang-orang musyrik,” dari segenap umat, “tidak akan meninggalkan” kekufuran dan kesesatan mereka. Artinya, mereka senantiasa berada dalam kesesatan. Tidaklah waktu berlalu melainkan mereka semakin kufur, “sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,” yakni bukti yang jelas.
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan surah: Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Tirmidzi dan An-Nasa’I mengatakan dari Anas bin Malik, Rasulallah SAW bersabda kepada Ubay bin Ka’b: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan ayat ini kepadamu {lam yakunilladziina kafaruu min ahlil kitaab}